Jaga Perkembangan Janin 1 Bulan Agar Tidak Cacat Lahir

perkembangan janin 1 bulan
Source: Baby Centre

Salah satu saran yang sangat ditekankan oleh dokter kandungan untuk menjaga perkembangan janin 1 bulan adalah dengan mengkonsumsi susu ibu hamil. Tidak ada yang tahu persis bagaimana perkembangan bayi di dalam kandungan. Bisa saja seorang ibu hamil merasa baik-baik saja karena tidak ada keluhan kesehatan yang berarti. Hal ini tidak membuat bayi yang ia kandungan baik-baik saja lho. Bisa saja bayi tidak berkembang dan akhirnya keguguran atau bayi mengalami kecacatan. Istilahnya adalah cacat lahir. Tentu saja ibu tidak ingin hal tersebut terjadi, bukan?

Untuk itulah, sebaiknya selama hamil, ibu mengkonsumsi susu ibu hamil. Apa hubungannya? Tentu saja ada. Susu mengandung nutrisi yang dibutuhkan oleh janin untuk berkembang. Tentu saja bukan susu saja yang diperlukan. Susu juga bukan sumber nutrisi utama ibu hamil. Meskipun demikian, kandungan nutrisi lengkap dan seimbang di dalam susu ibu hamil membuat risiko cacat lahir ini bisa diantisipasi semenjak perkembangan janin usia 1 bulan.

Cacat Bisa Diketahui Sejak Bayi Masih Ada Di Dalam Kandungan

Terima kasih kepada para penemu teknologi. Dengan adanya teknologi seperti USG, perkembangan bayi sejak masih ada di dalam kandungan bisa dilihat. Dan dengan alat ini pula kemungkinan bayi mengalami cacat lahir sudah bisa dilihat.

Sayangnya, alat ini tidak bisa berfungsi dengan baik. Pasalnya, ketika janin masih berusia 1 bulan, janin belum bisa dilihat secara jelas. Belum bisa diketahui apakah ada potensi terjadi kecacatan atau tidak. Biasanya, pada usia kehamilan trimester kedua, semuanya bisa dilihat mulai dari bentuk tubuh hingga detak jantung.

Meskipun demikian, sangat disarankan agar ibu tetap memantau tumbuh kembang janin 1 bulan dengan cara berkonsultasi dengan bidan atau dokter kandungan. Setidaknya, ada penjelasan medis yang bisa ibu dengarkan dari pakarnya mengenai perkembangan jabang bayi di dalam rahim.

Dan yang tak kalah penting, ibu harus mulai menjaga kesehatan kehamilan. Lakukan apapun yang bisa menurunkan risiko terjadinya hal-hal buruk terkait dengan perkembangan bayi di dalam kandungan.

Beberapa Jenis Catat Lahir

Secara umum, masyarakat awam mengerti bawasannya bayi mengalami kecacatan ketika ada bentuk fisik yang tidak sempurna. Namun, tidak ini saja yang dimaksud dengan cacat lahir. Secara medis, cacat lahir dibagi menjadi dua kategori.

  • Cacat Struktural

Dari istilah yang digunakan saja, mungkin ibu sudah bisa tebak apa yang dimaksud engan cacat struktural ini. Ini merupakan jenis cacat di mana bayi memiliki masalah pada perkembanga organ tubuh seperti bibir sumbing, tangan buntung, dan lain sebagainya.

Cacat secara struktural ini sangat bisa dideteksi melalui pemeriksaan USG. Dan inilah mengapa saat kehamilan mencapai usia trimester kedua diharapkan ibu datang dan konsultasi dengan dokter kandungan sehingga dilakukan pemeriksaan USG. Pada saat itulah sudah bisa dilihat apakah bayi yang ibu kandungan berkembang secara baik dan normal atau tidak.

Tentunya langkah pencegahan sejak dini harus ibu lakukan. Konsumsi makanan yang bergizi dan minum susu ibu hamil secara teratur setiap hari menjadi kunci utama.

 

  • Cacat Fungsional

Mungkin ibu tidak begitu familiar dengan istilah yang satu ini. Tapi, ibu pasti pernah dengar cacat mental, bukan? Ini juga yang disebut dengan cacat fungsional. Ini merupakan cacat di mana terjadi masalah pada sistem tubuh. Sebenarnya, ini tidak hanya berkaitan dengan perkembangan saraf saja yang terganggu, tapi juga gangguan metabolisme dan beberapa gangguan yang bersifat degenaratif lainnya.

Apakah cacat fungsional ini bisa dilihat melalui pemeriksaan USG? Beruntung sekali beberapa hal yang terkait dengan cacat fungsional bisa dilihat melalui pemeriksaan USG. Hanya saja, jika terlihat ada tanda-tanda yang mencurigakan, dokter kandungan akan menyarankan ibu untuk melakukan pemeriksaan yang lain seperti pemeriksaan darah dan lain sebagainya. Dengan demikian, bisa dipastikan apakah bayi yang ibu kandungan mengalami cacat fungsional atau tidak.

Orang tua manapun pasti ingin memiliki bayi lahir dalam keadaan normal. Untuk itu, diperlukan langkah antisipasi sejak awal kehamilan mulai perkembangan janin berusia 1 bulan di dalam kandungan.

Menghindari Cacat Lahir

Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana cara menghindari cacat? Sudah disinggung sebelumnya bawasannya mengkonsumsi susu untuk ibu hamil sangat disarankan. Hal ini bisa menurunkan risiko bayi lahir dalam keadaan cacat, entah itu cacat struktural maupun cacat fungsional.

Hanya saja, kenapa harus susu? Ini disebabkan oleh beberapa kandungan nutrisi penting di dalam susu. Salah satunya adalah asam folat. Sebenarnya, asam folat ini sangat berpengaruh terhadap perkembangan saraf bayi sejak masih ada di dalam kandungan. Jadi, bisa dikatakan asam folat akan membuat bayi terhindar dari terkena cacat fungsional.

Sementara itu, kandungan nutrisi lainnya seperti protein dan kalsium lebih berperan dalam mencegah bayi mengalami cacat lahir secara struktural. Jadi, asam folat, protein, dan kalsium merupakan bagian terpenting di dalam susu.

Namun, apakah hanya susu yang dibutuhkan? Ini yang harus menjadi catatan tersendiri. Susu bukan sumber nutrisi utama. Makananlah yang menjadi sumber nutrisi utama ibu hamil. Untuk itu, makanan harus dijaga sejak awal kehamilan.

Peran susu ibu hamil adalah untuk memastikan terpenuhinya kandungan nutrisi harian minimal ibu hamil. Jadi, dengan mengkonsumsi susu, sudah bisa dipastikan kebutuhan nutrisi ibu hamil terpenuhi sehingga ibu sudah tidak perlu khawatir lagi sejak perkembangan janin 1 bulan.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *