Jaga Proses Perkembangan Anak Bagi Orang Tua Karir

konsultasi perkembangan balita
www.ibudanbalita.com

Ada masa dimana ayah bunda harus saling bahu membahu guna memenuhi kebutuhan ekonomi. Tingginya inflasi dan gaya hidup yang terus naik membuat biaya proses perkembangan anak semakin mahal. Dilema yang sering muncul adalah ketika membahas bagaimana membesarkan anak bagi orang tua karir.

Pekerjaan tidak selalu ringan, tak jarang perusahaan tidak mau memberikan libur hingga anak mapan betul. Dalam artian, usia satu tahun saja sudah dianggap cukup untuk ditinggal orang tua. Padahal, tahu sendiri, bagaimana anak kecil tidak dapat ditinggal begitu saja.

Beruntung bagi orang tua yang punya kerabat dekat, atau minimal teman terpercaya untuk menjaga si kecil selama bekerja. Sayangnya, teman dan kerabat sekeliling juga punya mulut untuk diberi makan sehingga mereka sibuk pula. Inilah mengapa pilihan pengasuh dan tempat penitipan anak menarik minat orang tua.

Sayangnya, terkadang orang lain tidak bisa dipercaya. Viralnya video pengasuh memukul anak atau malah pengajar dari sekolah terpercaya mencabuli murid buat banyak orang tua ragu untuk percayakan si kecil pada lembaga tertentu. Nah, supaya orang tua tidak lagi kesulitan dalam menjalani pekerjaan dengan rasa tenang bahwa buah hati ditangani dengan tepat, 10 langkah berikut mungkin bisa membantu:

  1. Keliling
    Jaman sekarang semua orang mengandalkan situs pencari tanpa peduli kualitas yang sebenarnya. Padahal, sangatlah penting bagi pengguna jasa dalam bentuk apapun, untuk mengetahui kualitas dengan mata kepala sendiri. Mendengarkan apa perkataan orang lain atau mungkin pemasar boleh saja, tapi setidaknya lakukan penyelidikan kecil.

    Setiap kali mendapat refrensi dari teman dekat, keluarga, atau rekan kerja tulis saja terlebih dahulu, terlepas dari harga dan kualitasnya. Barulah cari tahu lebih lanjut menggunakan situs pencari, syukur kalau ada situs web dan sebagainya. Tak perlu takut menggunakan kalimat negatif dalam menyelidiki suatu jasa penitipan anak untuk pastikan kemungkinan resiko yang ada.

    Datangi day care atau penitipan anak yang sesuai dengan kantong ayah bunda. Sedikit trik saja, cobalah menelfon untuk konfirmasi kedatangan orang tua pada tempat penitipan anak, dan lakukan kunjungan dadakan pada inspeksi berikutnya. Dengan demikian, ayah bunda akan tahu persis seperti apa dan nilai yang sebenarnya dianut oleh tempat pengasuh anak tersebut.

  2. Periksa nuansa ruangan
    Kemampuan bertahan hidup bayi berumur enam bulan jelas berbeda dengan bayi umur delapan bulan. Misalkan saja dari segi mainan, bayi 8 bulan cenderung senang mainan mini, dengan komponen terpisah seperti puzzle. Lain cerita dengan bayi 6 bulan yang hanya mampu bermain dengan alat besar. Celakanya, apabila bayi 6 bulan penasaran dengan permainan kecil, kemungkinan tertelan lantas tersedak sangatlah mungkin.

    Bila bunda dan ayah mendapati suatu lingkungan tidak cocok dengan usia bayi saat ini, segera hindari. Kalau hanya minor, mungkin orang tua bisa bertanya lebih lanjut adakah ruangan khusus bagi bayi yang masih dibawah umur standard bayi yang dititipkan. Seperti contoh sebelumnya, bisa saja klien penitipan anak tersebut sebagian besar berumur 8 bulan, wajar bila pengelola menyediakan lingkungan yang cocok dengan kebutuhan.

  3. Makin dikit makin oke
    Ibarat harta, semakin sedikit yang dimiliki maka semakin erat penjagaan yan dilakukan. Kinerja yang sama berlaku pula bagi pengurus anak. Jumlah yang ideal adalah tenaga kerja maksimal memegang 3 bayi. Lebih dari itu, dapat dipastikan hanya tokoh fiktif mary Poppins yang bisa buat kerjaan beres.

    Umumnya, pekerja yang sedikit punya hubungan erat satu sama lain, dan mudah didekati. Perusahaan yang terlalu besar cenderung tidak memiliki koneksi kuat karena terlalu banyak orang. Ditambah lagi, ketika sesi kunjungan bunda bisa langsung amati performa tiap pekerja mengingat jumlahnya yang minim.

  4. Periksa setiap historis pekerja
    Kota besar biasa menyediakan tempat menitipkan anak mengingat tingginya permintaan. Namun, jangan terkecoh dengan senyum manis dan tutur kata halus. Ingat ular, tidak berteriak ketika menyerang melainkan hanya berdesis pelan. Begitu pula dengan orang berniat jahat yang tidak akan membiarkan ayah bunda hidup bahagia bersama si kecil.

    Mintalah nama dan data pribadi, minimal alamat setiap pekerja di tempat penitipan anak. Kalau bunda dan ayah bisa dapatkan nomor identitas akan jauh lebih baik lagi. Tanpa memberitahu, orang tua sebaiknya melakukan pemeriksaan menyeluruh pada tiap pekerja. Tidak hanya mereka yang berurusan dekat dengan anak tapi juga mereka yang bekerja di balik layar seperti tukang kebun, dan pembersih ruangan.

  5. Cari cadangan
    Menemukan tempat penitipan yang ideal mungkin akan buat ayah bunda bernafas lega. Tapi, namanya hidup, kadang bisa saja buat kejutan tak diinginkan. Misalkan saja, di saat orang tua benar-benar butuh, justru penitipan anak tutup atau malah gulung tikar.

Persaingan bisnis memang bisa untungkan konsumen, tergantung bagaimana cara menggunakannya. Ada kalanya, tidak apa untuk mencari lebih dari satu tempat penitipan anak yang ideal guna berjaga-jaga dari hal tak diinginkan.

Tempat penitipan anak sering di salah artikan dengan pembuangan. Bagi mereka yang tidak meniti karir atau harus bekerja keras memenuhi hidup, pasti tidak akan memahami berkah di balik tempat penitipan anak. Karenanya, orang tua harus beri bukti bahwa keseimbangan antar kerja dan membesarkan anak tetap terjaga meski tidak bersama dua puluh empat jam. Luangkan waktu sebanyak mungkin untuk meningkatkan proses perkembangan anak bersama orang tua di tiap kesempatan.(HN)

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *