Jangan Anggap Sepele Ketika Berat Badan Bayi Tiba-Tiba Turun

berat badan bayi turun
www.ibudanbalita.com

Berat badan bayi turun itu wajar. Apalagi jika usia bayi baru beberapa hari. Biasanya, bayi memang memiliki berat badan yang cenderung turun karena ia membuang cairan yang jumlahnya banyak setelah proses persalinan. Hal inilah yang membuat bayi usia satu minggu cenderung memiliki berat badan yang menurun.

Yang tidak wajar adalah ketika bayi berusia sekitar 2-3 bulan dan berat badannya tiba-tiba turun. Ini menimbulkan pertanyaan bagaimana bisa berat badan bayi tiba-tiba turun. Mungkin saja ada masalah dengan kondisi kesehatan sang buah hati.

Produksi ASI Menurun

Yang paling mudah untuk disalahkan ketika berat badan bayi turun adalah kuantitas ASI yang menurun. Apalagi jika bayi ibu hanya mendapatkan ASI saja karena ibu menerapkan program pemberian ASI eksklusif.

Sangat wajar jika berat badan bayi turun. Di satu sisi, tubuh si kecil semakin besar sehingga membutuhkan lebih banyak ASI. Sementara itu, biasanya kuantitas ASI semakin hari justru semakin turun. Biasanya, produksi ASI menurun ketika usia bayi mencapai 3-4 bulan. Hal inilah yang akhirnya menyebabkan berat badan si kecil stagnan atau bahkan menurun.

Meskipun demikian, ibu tidak perlu khawatir. Ibu juga tidak boleh berpikir untuk menambahkan susu formula. Tetap saja memberikan ASI sambil mencoba berusaha meningkatkan produksi ASI dengan cara ibu mengkonsumsi susu, menjaga kebugaran, serta mengkonsumsi ramuan tradisional tertentu.

Malabsorpsi

Selain produksi ASI yang menurun, berat badan bayi yang turun bisa juga disebabkan oleh malabsorpsi. Ini merupakan istilah yang merujuk pada kondisi badan bayi yang tidak bisa menyerap nutrisi yang didapatkan. Malabsorpsi ini bisa disebabkan oleh banyak hal. Semoga saja bayi ibu tidak mengalami hal ini yang disebabkan oleh infeksi. Dalam hal ini, pertolongan dari dokter sangat diperlukan. Observasi harus dilakukan untuk memastikan apakah benar turunnya berat badan bayi disebabkan oleh malabsorspi atau tidak. Jika benar, dokter biasanya akan memberikan antibiotik agar infeksi yang menyebabkan malabsorpsi ini bisa diantisipasi.

Penyakit Celiac

Mungkin ibu asing dengan nama penyakit ini. Sebenarnya, ini sama dengan penyakit genetik lainnya. Ini termasuk penyakit genetik di mana tubuh bayi tidak bisa mencerna gluten. Jika bayi ibu sudah mulai mendapatkan menu MPASI namun berat badannya tidak kunjung naik, ada kemungkinan bayi ibu terkena penyakit celiac. Tubuhnya tidak bisa mencerna gluten. Akibatnya, ia selalu mengalami diare dan sakit perut setiap kali mengkonsumsi makanan yang mengandung gluten.

Apa itu gluten? Untuk membuat masyarakat awam mudah mengetahui apa itu gluten, para ahli kesehatan menjelasakan gluten ini merupakan gandum. Jadi, bayi yang terkena penyakit celiac tubuhnya tidak bisa mencerna makanan yang mengandung gandum.

Para ahli kesehatan menyarankan agar bayi melakukan diet bebas gluten atau yang sering juga disebut dengan gluten free.

Itulah beberapa penyebab berat badan bayi turun.

Cara Cepat Meningkatkan Berat Badan

Menaikkan berat badan bayi itu bukan hal yang mudah. Akan tetapi, bukan berarti ibu tidak bisa melakukan sesuatu untuk menaikkan berat badan bayi.

Ada beberapa hal yang perlu untuk ibu perhatikan.

  • Mengajak Si Kecil Untuk Aktif

Jika bayi ibu sudah mulai belajar merangkak, maka ada baiknya ibu terus mengajak si kecil untuk merangkak. Semakin sering berkegiatan maka hal tersebut akan menimbulkan rasa lapar. Dan dengan demikian, organ tubuh bayi akan semakin baik dan penyerapan nutrisinya pun akan semakin optimal.

Untuk itu, ketika bayi sedang ingin bermain, ajaklah si kecil untuk bermain hingga lelah. Berkegiatan akan sangat baik terutama untuk memperbaiki sistem penyerapan nutrisi di dalam tubuh.

  • Tidur Harus Lelap

Berat badan bayi yang turun bisa saja disebabkan oleh tidur yang kurang berkualitas. Jadi, ibu tidak hanya boleh memperhatikan lama waktu tidur si kecil. Yang juga perlu diperhatikan adalah kualitas tidur bayi. Pastikan bayi memiliki waktu tidur yang cukup dan tidurnya juga berkualitas, terutama di malam hari. Pilihkan pakaian yang tidak mudah membuatnya berkeringat sehingga ia nyaman dan tidak mudah terbangun di malam hari.

  • Memberikan ASI Lebih Sering

Ibu tidak perlu membuat jadwal pemberian ASI. Jika ibu merasa ASI di dalam payudara ibu sudah penuh, maka langsung berikan kepada si kecil. Semakin sering bayi mendapatkan ASI maka itu akan lebih baik untuk kesehatan dan juga berat badannya.

  • Pemilihan Menu MPASI Yang Tepat

Jika bayi ibu sudah berusia lebih dari 6 bulan, itu artinya sudah saatnya ia mendapatkan menu MPASI. Dalam hal ini, ibu harus pilihkan menu MPASI yang tepat. Untuk menaikkan berat badan bayi, ibu pilihkan menu MPASI yang mengandung tinggi protein. Contohnya saja menu MPASI berupa sup ayam, sup kacang-kacangan, brokoli, dan bayam. Semua jenis makanan tersebut mengandung protein yang sangat tinggi.

  • Memberikan Susu Balita Terbaik

Jika bayi ibu sudah beranjak balita, sudah saatnya ibu memberikan Susu Frisian Flag Jelajah. Ini merupakan susu terbaik untuk balita usia 1-3 tahun. Dengan memberikan susu balita yang terbaik, maka kebutuhan nutrisi harian terpenuhi. Ini menjadi faktor yang paling penting dalam meningkatkan berat badan bayi.

Untuk informasi lebih lengkap lagi mengenai berat badan anak dan bagaimana memaksimalkan tumbuh kembang anak, ibu bisa ikut diskusi di forum ibu dan balita. Di sana akan banyak sekali informasi terbaru yang bisa ibu dapatkan untuk memaksimalkan perkembangan sang buah hati.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *