Jangan Khawatir Jika Pada Fase Kehamilan Awal Tidak Merasa Mual

fase awal kehamilan
friso.co.id

Kenapa mual sering terjadi pada fase kehamilan awal? Ibu bisa dapatkan referensi yang jumlahnya sangat banyak yang akan menjawab pertanyaan tersebut. Yang pasti, hampir semua ibu hamil muda mengalami apa yang disebut dengan morning sickness atau mual-mual di pagi hari.

Bagaimana dengan seorang ibu hamil yang tidak mengalami hal tersebut? Apakah itu diluar kewajaran sehingga perlu dikhawatirkan? Ibu perlu mengetahui penjelasan yang lebih lengkap lagi mengenai hal ini, mulai dari mengapa kebanyakan ibu hamil muda mengalami mual dan mengapa ada juga ibu hamil yang tidak mengalami hal tersebut.

Mual Saat Fase Kehamilan Awal Itu Bagus

Mungkin ibu merasa sangat tersiksa jika mengalami morning sickness. Apalagi jika rasa mual tersebut terjadi berlebihan dan mengakibatkan tubuh terasa lemas dan tidak bertenaga. Tentu hal tersebut akan berimbas pada produktivitas ibu setiap hari.

Namun, di sisi lain, ibu juga harus tahu dari kaca mata ilmu kesehatan ibu hamil. Menurut dokter kandungan dan ahli di bidang kesehatan ibu hamil, morning sickness itu pertanda baik untuk tumbuh kembang janin di dalam kandungan. Mual dan muntah disebabkan oleh meningkatnya produksi hormon di dalam tubuh. Hormon itulah yang dibutuhkan untuk perkembangan bayi di dalam kandungan.

Jadi, di satu sisi, hormon yang produksinya meningkat signifikan tersebut memang diperlukan untuk tumbuh kembang bayi di dalam kandungan. Dan tentu saja jika ibu merasa mual, ibu harus senang karena ibu sudah yakin tubuh ibu memproduksi hormon dalam jumlah yang banyak. Namun, di satu sisi, ibu hamil yang mengalami morning sickness merasa lemas. Ini secara tidak langsung akan mengganggu aktivitas ibu setiap hari.

Oleh sebab itu, haruskah ibu senang atau sedih ketika mengalami morning sickness pada fase awal kehamilan? Bisa saja senang, bisa saja sedih. Senang karena kehamilan ibu berjalan dengan baik. Sedih jika morning sickness yang ibu alami berlebihan. Tidak jarang ibu hamil yang mengalami hal ini hingga usia kehamilan lebih dari 2 bulan. Namun, rata-rata, morning sickness dialami oleh seorang ibu hamil muda sekitar 2-3 minggu saja.

Bagaimana Dengan Ibu Hamil Muda Yang Tidak Mengalami Mual?

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, ibu hamil muda yang mengalami mual berarti produksi hormon meningkat tajam. Dan hormon inilah yang memang dibutuhkan oleh janin di dalam kandungan. Lantas, bagaimana dengan ibu hamil yang tidak mengalami mual? Apakah itu artinya bayi di dalam kandungan mengalami kekurangan hormon? Ini hanya salah satu dari berbagai kemungkinan.

Tidak bisa dipungkiri, banyak sekali ahli kesehatan ibu hamil yang mengatakan ibu hamil yang tidak merasakan mual pada fase hamil awal berisiko tinggi mengalami keguguran. Hal tersebut disebabkan karena produksi hormon yang tidak meningkat. Padahal, hormon tersebut sangat dibutuhkan oleh janin yang sedang berkembang di dalam rahim.

Akan tetapi, ada juga pendapat lain. Belum tentu juga ibu hamil muda yang tidak mengalami morning sickness itu tubuhnya tidak memproduksi hormon dengan intensitas tinggi. Bisa saja hal tersebut disebabkan tubuhnya kebal terhadap efek yang disebabkan oleh meningkatnya produksi hormon. Itulah mengapa ibu tidak perlu khawatirn jika ibu tidak mengalami mual saat fase kehamilan awal.

Dan satu hal lagi yang harus diketahui oleh para ibu hamil. Level mual bagi setiap ibu hamil itu berbeda-beda. Ada yang ringan, sedang, dan berat. Mual pada level ringan biasanya terjadi jarang sekali atau bahkan tidak terasa. Mual pada level ringan biasanya terjadi hingga 2 minggu saja. Sementara itu, mual level berat terjadi jika mual yang dialami membuat ibu merasa lemas dan bahkan ibu harus bed-rest.

Yang terpenting adalah bagaimana ibu bisa meringankan mual. Dari penjelasan di atas, morning sickness tidak bisa dihindarkan karena produksi hormon pasti meningkat saat hamil. Yang perlu dilakukan adalah meringankan mual agar tidak mengakibatkan tubuh menjadi lemas.

Cara Mudah Meringankan Morning Sickness

Sebenarnya, mual tidak hanya dipengaruhi oleh meningkatkan produksi hormon saja lho bu. Ada juga faktor lainnya seperti mengkonsumsi makanan yang eneg. Untuk itu, salah satu cara untuk meringankan morning sickness adalah menghindari makanan atau minuman yang menyebabkan eneg. Jangan mengkonsumsi makanan atau minuman yang terlalu manis. Ini menjadi salah satu cara tepat yang sebaiknya ibu lakukan.

Selain itu, segarkan sistem pencernaan dengan mengkonsumsi buah-buahan yang segar. Ibu bisa bergabung dengan forum ibu hamil di www.friso.co.id. Di sana, terjadi diskusi menarik mengenai kesehatan ibu hamil. Salah satu tema yang sering dibahas adalah tentang morning sickness. Banyak ibu hamil yang sudah membuktikan dengan mengkonsumsi buah yang segar, morning sickness bisa lebih ringan. Ibu bisa mencobanya sendiri.

Dalam hal ini, ibu harus tahu juga buah apa yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi oleh ibu hamil. Ternyata, tidak semua buah segar itu boleh dimakan oleh ibu hamil. Contohnya saja buah nanas. Meskipun buah ini sangat segar, tapi buah nanas termasuk buah yang bisa menyebabkan keguguran. Jadi, ibu harus hati-hati memilih buah.

Mengatur pola makan juga tak kalah penting untuk meringankan mual. Ibu hamil memang harus mendapatkan lebih banyak nutrisi. Namun, bukan berarti porsi makan harus ditambah. Porsi makan harus sedikit tapi frekuensi makannya ditambah. Pola makan seperti ini perlu dilakukan agar di satu sisi ibu tidak mudah merasa mual dan di sisi yang lain kebutuhan nutrisi selama fase kehamilan terpenuhi.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *