Jenis Permainan yang Paling Direkomendasikan untuk Perkembangan Balita 4 Tahun

perkembangan balita
Ibu dan Balita

Bagian beberapa orang tua, mereka akan menekankan agar balita usia 4 tahun harus belajar. Pada usia tersebut, balita sudah masuk sekolah. Itu artinya ia harus mulai belajar seperti belajar membaca, menulis, dan menghitung.

Akan tetapi, ada juga orang tua yang tidak setuju dengan hal tersebut. Namanya balita, dunia mereka harus diwarnai dengan permainan, bukan pelajaran.

Di posisi mana ibu sekarang? Apakah satu kelompok dengan orang tua menganggap belajar lebih penting atau bermain yang lebih penting?

Agar Anda yakin di posisi mana yang tepat, sebaiknya ibu belajar dari sistem pendidikan balita di Australia

Sistem Pembelajaran di Australia

Orang Indonesia yang melihat bagaimana balita belajar di sebuah lembaga pendidikan di Australia pasti sangat heran. Bagaimana bisa balita dibiarkan bermain dengan teman-temannya di sana.

Lain hal dengan yang ada di Indonesia. Anak didik harus duduk di bangku dan mengerjakan apa yang dipertintahkan oleh guru entah itu belajar menulis, membaca, dan lain sebagainya.

Di Australia, pertanyaan pertama yang akan ditanyakan oleh guru saat anak balita masuk ke kelas adalah apa yang ingin ia kerjakan hari ini. Jadi, satu hal yang penting dalam hal ini. Sistem pendidikan anak usia dini di Australia menekankan pada kebebesan anak untuk memilih dan mengerjakan apa yang ia suka.

Kenapa demikian? Karena pendidikan seperti inilah yang akan membuat guru dan orang tua menemukan apa bakat yang ada di setiap balita.

Menarik, bukan?

Jadi, sepertinya tidak ada belajar di sana. Di sana kebanyakan balita bermain, bermain, dan bermain.

Awalnya setiap anak akan dikenalkan dengan berbagai permainan. Lama kelamaan setiap dari mereka akan menemukan permainan yang paling mereka sukai masing-masing.

Permainan Bukan Asal Permainan

Nah ini yang menarik. Jika ibu ingin mengadopsi cara mendidik balita seperti yang ada di Australia, maka ibu harus tahu jenis permainan seperti apa yang bagus untuk perkembangan balita 4 tahun.

Ternyata, jenis permainan yang direkomendasikan adalah jenis permainan yang bisa mengembangkan aspek kognitif anak. Kognitif artinya hafalan. Jadi, sembari bermain, ia juga belajar. Ia tidak akan merasakan beratnya belajar. Yang ia rasakan adalah betapa menyenangkannya proses belajar.

Jenis permainan kognitif banyak sekali. Ibu bisa memberikan buku mengenal huruf, meniru membuat huruf, angka, dan juga permainan edukatif lainnya seperti menyusun puzzle dan balok.

Intinya, permainan tersebut harus membuat anak berimajinasi. Akan lebih baik jika ibu memberikan permainan di mana anak harus menyelesaikan sebuah misi seperti menyusun puzzle atau merakit sesuatu.

Balita ibu tidak akan merasa bahwa dirinya sedang belajar. Yang ia rasakan adalah ia sedang bermain. Jadi, ia tidak akan merasa jenuh atau bosan. Siap-siap saja ia akan menghabiskan banyak waktu untuk bermain permainan tersebut.

Kembali ke pertanyaan di atas, di posisi mana ibu sekarang, apakah tipe orang tua yang mengharuskan anak untuk belajar atau bermain? Ternyata penggabungan dua hal tersebut bukan tidak mungkin. Ibu harus membuat anak senang bermain di mana permainan tersebut juga bagian dari belajar.

Jadi, ibu harus bijak memberikan mainan. Sebaiknya lupakan memberikan gadget. Memang ada banyak sekali permainan di dalam gadget. Hanya saja, efek negatif dari permainan gadget harus ibu pertimbangkan juga. Jangan sampai permainan yang ibu berikan justru membuat tumbuh kembang balita kurang bagus.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *