Jeroan Ternyata Baik Untuk Menjaga Kesehatan Ibu Hamil

kesehatan ibu hamil jeroan
www.ibudanbalita.com

Di masyarakat, jeroan itu terkesan tidak sehat. Jelas tidak baik untuk kesehatan ibu hamil. Maka dari itu, banyak orang yang melarang seorang ibu hamil mengkonsumsi jeroan. Bahkan, orang yang tidak sedang hamil pun kurang baik jika terlalu sering makan jeroan.

Tidak bisa dipungkiri jeroan itu mengandung kolesterol yang tinggi. Ini menjadi salah satu penyebab jeroan sebagai makanan yang tidak sehat, terutama bagi ibu hamil. Akan tetapi, ada juga lho ahli kesehatan yang menyarankan agar ibu hamil mengkonsumsi jeroan.

Mengambil Manfaatkan Jeroan

Terlalu dini untuk membuat kesimpulan bawasannya semua ibu hamil dilarang mengkonsumsi jeroan. Pasalnya, ada juga lho ibu hamil yang justru disarankan untuk makan jeroan. Salah satunya ketika seorang ibu hamil mengalami anemia.

Salah satu keluhan yang paling sering dialami oleh ibu hamil adalah anemia. Ini merupakan keluhan kesehatan yang disebabkan kekurangan darah merah. Akibatnya, tubuh lemas dan lesu. Ini sering dialami ketika kehamilan mencapai usia trimester kedua dan ketiga.

Untuk menjaga kesehatan kehamilan trimester kedua dan ketiga, seorang ibu hamil disarankan mengkonsumsi jeroan. Tentu saja ada aturannya. Konsumsi secukupnya, tidak boleh terlalu banyak. Jeroan ini lah yang akan memicu peningkatan produksi sel darah merah sehingga anemia bisa diatasi. Sebaiknya, ibu hamil trimester kedua dan ketiga bisa sesekali makan jeroan agar tidak mengalami anemia.

Selain itu, jeroan juga ternyata mengandung protein yang tinggi. Di 100 gram hati ayam misalnya, terdapat kandungan protein sebanyak 40%. Ini sudah mencukupi kebutuhan protein harian ibu hamil. Protein ini tidak hanya dibutuhkan untuk menjaga kesehatan ibu hamil saja, melainkan juga untuk memastikan perkembangan janin di dalam kandungan lebih optimal. Dengan terpenuhinya protein di dalam tubuh, berat bayi di dalam kandungan normal. Dengan demikian, perkembangannya pun akan menjadi baik sesuai dengan yang diinginkan.

Terlepas dari itu, harus dipahami memang ada efek buruk yang bisa saja terjadi pada seorang ibu hamil yang mengkonsumsi jeroan. Jadi, seorang ibu hamil yang suka sekali dengan jeroan harus tahu hal yang satu ini agar ia bisa mendapatkan manfaat dari jeroan tanpa harus mengalami masalah karena mengkonsumsi jeroan.

Hati-Hati Mengkonsumsi Jeroan 

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, di dalam hati ayam misalnya, terdapat kandungan protein yang sangat tinggi. Hal ini memang baik untuk perkembangan janin. Akan tetapi, jika protein di dalam tubuh ibu hamil terlalu tinggi, dikhawatirkan hal ini bisa menyebabkan obesitas, entah itu obesitas pada ibu hamil atau bayi yang ada di dalam rahim. Obesitas ini bisa memicu munculnya masalah kesehatan yang lain seperti diabetes. Bahkan, ada risiko di mana bayi sulit dilahirkan secara normal jika memiliki berat badan yang melebihi angka normal. Begitu juga ibu hamil. Jika ia mengalami obesitas, maka ibu pun berisiko ketika harus melahirkan secara normal.

Tidak itu saja. jeroan juga terkadang menimbulkan alergi lho. Hal ini menunjukkan ada masalah dengan kesehatan wanita hamil. Hentikan mengkonsumsi jeroan jika muncul gatal-gatal dan bintik merah karena hal tersebut bisa jadi tanda-tanda alergi.

Dan yang lebih parah lagi, ada risiko di mana bayi lahir dalam keadaan cacat. Di dalam jeroan, terdapat vitamin A dalam bentuk retinol. Dan menurut dokter kandungan, retinol inilah yang membuat risiko bayi lahir dalam keadaan cacat menjadi tinggi.

Lalu, bagaimana yang sebaiknya dilakukan? Apakah sebaiknya seorang ibu hamil tidak perlu mengkonsumsi jeroan atau bagaimana?

Saran Yang Harus Dipertimbangkan

Setiap makanan bisa menyebabkan masalah kesehatan. Namun, tidak semua makanan tersebut tidak baik untuk kesehatan. Yang menjadi masalah adalah porsinya. Contoh sederhana saja, sate merupakan makanan yang sehat. Namun, sate menjadi tidak sehat bagi orang yang mengalami hipertensi. Porsi mengkonsumsi sate harus dikurangi jika seseorang mengalami hipertensi. Sementara itu, porsinya bisa banyak untuk orang yang kekurangan darah.

Begitu juga analogi bagi ibu hamil. Jeroan boleh saja dikonsumsi oleh ibu hamil. Terutama bagi ibu hamil yang mengalami anemia, jeroan boleh dikonsumsi dalam jumlah yang cukup besar.

Akan tetapi, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, maksimal ibu hamil hanya boleh mengkonsumsi jeroan sebanyak 2500 IU vitamin A. Jika ibu suka makan hati ayam, cukup 8 gram saja. Untuk informasi lebih lengkap mengenai ukuran ini, ibu bisa konsultasi kehamilan online dengan dokter kandungan di situs Ibu dan Balita.

Cara memasak jeroan juga harus diperhatikan. Di dalam jeroan, terdapat bakteri yang jumalhnya lebih banyak daripada pada daging. Oleh sebab itu, pastikan jeroan di bersihkan benar-benar bersih dan dimasak benar-benar matang. Dengan demikian, bakteri dan juga senyawa beracun lainnya hilang ketika dimasak benar-benar matang.

Jika ibu tidak yakin dengan makanan yang terbuat dari jeroan, sebaiknya hindari saja. Toh banyak juga makanan sehat yang sudah dipastikan baik untuk kesehatan ibu hamil lainnya seperti sayuran, seafood, kacang-kacangan, dan lain sebagainya.

Yang pasti, untuk memastikan terpenuhinya kebutuhan nutrisi harian ibu hamil, sangat disarankan agar seorang ibu hamil mengkonsumsi susu ibu hamil Frisian Flag Mama. Dengan terpenuhinya nutrisi harian ibu hamil, maka keluhan kesehatan bisa dihindari. Perkembangan bayi di dalam kandungan pun sudah dipastikan baik. Pasalnya, kebutuhan nutrisi yang terpenuhi inilah yang menyebabkan kesehatan ibu hamil terjaga hingga saat proses persalinan tiba.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *