Kandungan Makanan Bayi 6 Bulan Berbahaya Orang Tua Harus Hindari

kandungan makanan bayi 6 bulan
babycenter.com

Pertumbuhan si kecil memang ditentukan oleh banyak hal, termasuk makanan. Sama halnya dengan mesin yang ada di dunia, semua memerlukan bahan bakar agar mampu bekerja dengan baik. Makanan bayi 6 bulan menjadi kunci perkembangan tubuh sempurna demi masa depan sempurna. Kandungan makanan bayi berbahaya bisa disebabkan pemilihan asal ambil di rak supermarket atau pasar oleh orang tua.

Bunda dan ayah harus tahu betul menu makanan bayi 6 bulan tepat guna menghindari malnutrisi yang kian marak di banyak belahan dunia. Jangan khawatir bila memang menu tidak terencana, belum terlambat untuk memperbanyak ilmu demi kesehatan pertumbuhan malaikat kecil kesayangan ayah dan bunda di masa mendatang.

Sebelum mencapai usia 6 bulan, bayi sangat bergantung dengan air susu bunda. Tentu kepala orang tua tidak perlu pusing mengingat air susu ibu telah mengandung segala gizi yang dibutuhkan oleh si kecil. Air susu ibu terbilang keajaiban dunia ketika menimbang faktor bayi. Bagaimana tidak ? air susu ibu terus berubah setiap detik, menit, dan jam guna menyesuaikan kebutuhan bayi. Ayah dan bunda cukup memastikan air susu ibu terproduksi baik dalam kadar yang cukup. Jangan sampai, air susu berkurang tanpa alasan yang jelas menyebabkan malaikat kecil kelaparan dengan kekurangan gizi. Bahkan, penelitian terbaru menunjukkan, ada baiknya bayi tidak diperkenalkan makanan apapun selain ASI.

Nasi, daging, ikan, sayur mayur, buah – buahan dan berbagai macam makanan yang termasuk dalam 4 sehat 5 sempurna seolah tidak memiliki cela. Padahal, memaksa bayi dibawah 6 bulan mengkonsumsi makanan selain air susu ibu di usia muda bukan tindakan tepat. Bisa dibilang, bayi sama sekali tidak membutuhkan bahan makanan apapun selain air susu bunda. Nah, kalau sudah begini, ada baiknya orang tua menahan diri sebelum memberikan makanan lain di usia sangat dini. Air putih bahkan termasuk kategori dilarang ketika bayi masih 1 sampai dengan 6 bulan. Bila bunda sedemikian khawatir, mulai memperhatikan makanan yang dikonsumsi bisa sangat membantu kenaikan mutu air susu bunda.

Ulang tahun ke enam bulan tidak hanya berarti bagi si kecil namun juga batu loncatan bayi. Di usia 6 bulan, seharusnya tulang – tulang sudah semakin kuat termasuk indera perasa dan otot tangan yang mampu mengenggam. Usus bayi juga sudah mulai membesar, kendati demikian dibanding ukuran normal, bayi masih sangat jauh untuk menampung banyak makanan. Ayah bunda bisa saja sadar bahwa bayi mulai cepat lapar, bahkan porsi air susu ibu terus meningkat setiap harinya. Batas menyusui lebih dari 9 kali merupakan sinyal bahwa bayi menginginkan lebih diluar air susu bunda. Bayi seolah mengatakan berikan aku makanan lagi, aku sudah tidak puas dengan air susu ibu. Kalau bunda dan ayah mengerti sinyal ini, sudah saatnya berjuang memperkenalkan makanan pendamping air susu ibu.

Berbeda dengan air susu ibu, setiap bahan makanan memiliki kandungan tersendiri bahkan menawarkan resiko yang berbeda beda. Makanan pendamping air susu ibu sejatinya diciptakan guna mempermudah transisi bayi konsumsi makanan padat di kemudian hari yang pastinya tidak bisa dipaksa. Tidak selamanya air susu ibu bisa diandalkan, tentu sangat lucu membayangkan anak orang tua sudah masuk kuliah masih saja menyusui saking bergantung pada air susu ibu. Dalam sesi ini, orang tua diharapkan menghidangkan makanan padat tanpa meninggalkan air susu ibu. Caranya tentu saja, menyediakan bubur untuk makan malam dan memberikan air susu ibu sebagai sarapan. Dengan demikian bayi masih merasa air susu ibu ada dalam genggaman sehingga ketakutan atas makanan padat bisa berkurang.

Kandungan gula dan garam memang terlihat aman toh semua orang mengkonsumsi keduanya. Garam memiliki kemampuan meningkatkan rasa di lidah sehingga terasa sangat enak. Padahal, terlalu banyak garam bisa memicu berbagai penyakit tak diinginkan di masa depan. Bayi cenderung memilih makanan kaya garam dan gula sebagai menu utama. Jangan sampai berlebihan, karena garam dan gula bisa mengakibatkan ketagihan. Ketika si kecil merasa tergantung pada gula dan garam, memintanya memakan makanan sehat dengan kadar garam lebih sedikit akan menjadi tugas berat bagi orang tua.

Teh mengandung banyak kafein yang mampu menyegarkan tubuh. Ayah bunda bisa jadi salah satu penggemar teh sehingga mewajibkan diri konsumsi di pagi hari. Nah, masalahnya, teh mengandung kafein dan kafein bukan hal baik untuk bayi. Kafein memiliki sifat ‘mengumpulkan nyawa’ alias bikin badan lebih segar dan berenergi. Padahal, kalau dilihat lebih dekat, badan merasa terus membutuhkan kafein guna memulai aktivitas sehari – hari. Ketergantungan pada kafein bisa melekat pada si kecil menyebabkan kebiasaan buruk dari kecil terbentuk dari awal. Hindari menikmati teh ketika bayi ada di dekat orang tua.

Resiko memang disertai keuntungan, tinggal bagaimana seseorang memanfaatkan resiko agar bisa menuju ke arah yang lebih baik. Menyusun menu makanan untuk malaikat kecil ayah bunda juga sama. Agar tidak salah langkah, memperhatikan bahan makanan apa saja yang paling beresiko bagi si kecil sangat penting mengingat kebanyakan konten lebih menuju ke penjelasan apa yang bisa dimakan si kecil. Tidak perlu protektif sampai menjauhi semua bahan makanan. Harap diingat bahwa setiap anak memiliki kadar alergi yang berbeda – beda, sehingga, bisa jadi makanan bayi 6 bulan yang dilarang diatas justru bermanfaat untuk si kecil.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *