Kandungan Penting Dalam Susu Balita Semua Bunda Harus Cari

susu balita jelajah
www.ibudanbalita.com

Susu balita seolah menjadi bagian hidup terbesar si kecil. Bagi orang dewasa di era millennial, mungkin internet memakan jatah hidup terbesar, tapi bagi balita, susu juaranya. Tidak mengherankan bukan, mengingat setiap waktu dan saat buah hati senang sekali menyodorkan mulut meminta susu. Sebelum tidur, lepas bangun, bahkan sebelum bermain semua melibatkan susu.

Mengingat kebutuhan nutrisi anak cukup beragam guna tumbuh kembang, sudah tiba saatnya bunda dan ayah menjadi konsumen pintar. Sebelum menentukan brand macam apa yang pantas menjadi susu balita pilihan utama, mungkin kandungan susu balita apa saja yang wajib hadir harus tepat pula. Jangan sampai uang ayah bunda terbuang sia – sia dengan produk yang kurang pas.

Bagi bunda bisa jadi telah mendengar mengenai manfaat vitamin E untuk kecantikan. Pasalnya, krim tubuh hingga pil banyak mengandung vitamin E guna mempercantik kulit. Dengan mengkonsumsi vitamin E, kulit memang cenderung kenyal dan tidak mudah terbakar matahari. Alasan utama mengapa vitamin E membantu kulit yakni aliran darah semakin lancar dengan terbukanya ‘pipa’ dalam tubuh. Semakin cepat aliran darah, kulit semakin banyak mendapat nafas, sehingga terlihat lebih kenyal dan cerah. Terdengar mengagumkan memang, hanya saja, apakah benar manfaat vitamin E sebatas cantik saja, mengingat vitamin E termasuk kandungan yang sebaiknya ada dalam susu balita.

Pertahanan tubuh sama saja dengan benteng istana, dimana vitamin E berperan sebagai salah satu bala tentara. Mencegah dan melawan datangnya kuman bukan hal mudah bila tidak ada pertahan yang kuat karenanya vitamin E sangat diharapkan oleh tubuh. Dikarenakan vitamin E termasuk antioksidan, radikal bebas penyebab kanker, Alzheimer, stroke, dan penyakit berbahaya lain sulit mendekat di masa depan anak. Tidak sampai disitu saja, dengan konsumsi vitamin E yang cukup, masalah pengelihatan di hari tua bisa diatasi ketika anak masih berusia sangat dini. Penyakit hati yang sering dikhawatirkan oleh banyak orang juga takut dengan vitamin E.

Layaknya banyak pahlawan di luar sana, vitamin E bukan kandungan superior tanpa adanya teman. Sahabat sejati vitamin E jatuh pada vitamin C. Bak Batman Robin, vitamin E tidak bisa bekerja maksimal tanpa kehadiran vitamin C. Sama hal dengan vitamin E, vitamin C juga sering dikaitkan dengan kecantikan. Suntik vitamin C sangat populer guna mempercerah dan membuat kulit nampak lebih putih. Padahal, vitamin C juga termasuk bala tentara pertahanan tubuh guna memastikan tidak ada penyakit berbahaya mendekat. Kendati demikian, Vitamin C tidak menawarkan pelindung sehebat vitamin E, namun gejala penyakit awal seperti flu dan demam. Sebagai sahabat baik vitamin E, dengan setia vitamin C mendukung percepatan antioksidan yang dikandung oleh vitamin E sehingga membuat kinerja vitamin E lebih baik.

Serat pangan banyak ditemui dalam sayur mayur. Tentu dokter balita sudah sering mengingatkan mengenai pentingnya mengkonsumsi serat. Beberapa orang mungkin hanya mengiyakan tanpa memikirkan alasan mengapa dokter menyarankan hal tersebut. Sebelum melangkah ke penjelasan lebih lanjut, mari memahami sistem tubuh manusia. Setiap makanan yang ada semua mengandung ying dan yang, berguna dan tidak berguna. Tiap makanan yang masuk ke dalam mulut akan diteruskan ke area pencernaan. Dalam pencernaan, tubuh secara otomatis membagi makanan menjadi 2 bagian, mana yang pantas disimpan dan mana yang tidak pantas. Setiap kandungan yang tidak diperlukan secara otomatis ‘dibuang’. Pembuangan sisa sampah makanan biasa dilakukan yakni aktivitas buang air besar (BAB). Konsumsi serat yang cukup akan sangat membantu tubuh memperlancar buang air besar, ayah bunda tidak perlu khawatir adanya penumpukan kotoran dalam tubuh.

Pamor memang bisa mengalahkan fungsi. Selenium merupakan contoh terbaik bagi nutrisi balita yang tidak pernah terdengar namanya. Bila membicarakan gizi – gizi diatas, rasanya sudah tidak asing dengan vitamin C, serat, dan vitamin E, namun tidak bagi selenium. Entah kenapa selenium sangat jarang dibahas, padahal diam – diam selenium justru memegang peranan penting. Bagi bunda atau ayah yang belum pernah mendengar selenium, senyawa satu ini sejenis dengan mineral. Selenium membantu keseluruhan fungsi tubuh. Kendati demikian, selenium tidak bisa berdiri sendiri melainkan dibutuhkan nyaris semua nutrisi. Kebanyakan tubuh mungkin hanya membahas vitamin secara individu tapi melupakan selenium.

Antioksidan yang sangat dibanggakan serta diandalkan tubuh guna mempertahankan kesehatan ternyata bisa kalah dengan selenium. Bukan berarti, selenium memiliki sifat menghancurkan sesama nutrisi melainkan selenium malah memastikan tubuh memang mampu menyerap anti oksidan. Tidak sampai disitu saja fungsi selenium namun juga membantu penyerapan tubuh. Imunisasi banyak dilakukan guna mencegah datangnya penyakit tertentu pada anak di kemudian hari. Usut punya usut, selenium menjadi pahlawan bagi tubuh dalam mempermudah penyerapan zat imunisasi. Ibarat kata, tanpa adanya selenium, biaya serta tenaga yang dikeluarkan untuk imunisasi akan sia – sia.

Pendek kata, vitamin E, vitamin C, serat, dan selenium merupakan salah satu dari sekian banyak nutrisi yang diperlukan balita. Bedanya, kandungan tersebut cukup sulit diberikan mengingat tidak banyak susu yang menyediakan. Menghidangkan dalam bentuk sayuran juga butuh perjuangan agar si kecil mau memakannya. Berita baik, teknologi jaman sekarang telah banyak membantu pengembangan produk untuk pertumbuhan anak di seluruh dunia. Tidak ketinggalan, nutrisi yang telah disebutkan bisa dikemas dalam satu produk susu balita yang ayah bunda harus temukan.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *