Kebersihan Rumah Kurang Bagus Untuk Balita, Intip Faktanya Pada Info Kesehatan Balita Ini!

stres hambat tumbuh kembang bayi
www.ibudanbalita.com

Info kesehatan balita ini akan bantu ibu memahami penting tidaknya kebersihan rumah. Kebersihan rumah memang sangat bagus, tetapi ada sisi negatifnya bila terlalu bersih. Dampaknya ada pada balita itu sendiri.

Sejauh ini, kehati-hatian ibu dalam menjaga kesehatan balita memang patut diacungi jempol. Tetapi tidak bila ibu terlalu khawatir, bahkan memproteksi aktifitas balita di lingkungannya.

Lingkungan yang sehat memang bisa membuat balita ikut sehat. Sebaliknya, buruknya lingkungan akan berpengaruh pula pada kesehatan balita. Meskipun begitu, lingkungan yang kotor belum pasti membuat balita mudah jatuh sakit.

Fakta menunjukkan kalau ada kondisi berbeda dimana lingkungan membuat kekebalan tubuh balita lebih terjaga. Di sini, kami akan tunjukkan mengenai bukti dari kebersihan rumah tidak selalu memberikan pengaruh baik untuk kesehatan balita.

Fakta Mengenai Kebersihan Rumah Tidak Selalu Baik Untuk Kesehatan Balita

Bicara mengenai informasi kesehatan balita tidak bisa dilepaskan dari sistem kekebalan tubuh balita itu sendiri. Sistem imun yang dibangun di dalam tubuh akan membantu tubuh dalam mempertahankan serangan bakteri maupun virus dari luar. Hasilnya, balita akan semakin sehat.

Salah satu cara yang diupayakan oleh orang tua adalah dengan menjaga asupan makanannya. Kemudian, orang tua juga menjaga kebersihan lingkungan dimana bayi beraktifitas di dalamnya. Itu adalah pilihan yang masuk akal dalam pandangan orang tua.

Memang sekilas tidak ada yang salah dari pilihan ini. Tetapi kenyataannya, ada sisi negatif bila orang tua terlalu mengupayakan kebersihan rumahnya. Situasi ini berhubungan dengan sistem imun bayi.

Dalam buku berjudul Dirty is Good: The Advantage of Germs of Your Child’s Developing Immune System karya dari peneliti Drs John Gilbert dan Rob Knight menyebutkan kalau kuman bisa melindungi anak dari penyakit.

Disebutkan pula kalau paparan kuman ataupun mikroorganisme ketika anak masih berusi dini sangat baik. Hal ini dikarenakan paparannya bisa meningkatkan sistem imun bayi. Maksudnya, kekebalan tubuh bayi juga akan mulai meningkat.

Dengan kata lain, info seputar kesehatan balita ini menunjukkan jika kehigienisan rumah tidaklah baik. Rumh yang terlalu bersih akan mematikan kuman di sekitar. Balita yang biasanya beraktifitas akan jarang sekali berpaparan dengan kuman ataupun bakteri.

Padahal, paparan kuman ini nantinya akan mengajari sistem imum bayi dalam mengontrol reaksi yang baik ketika bersinggungan langsungnya dengannya. Entah itu kuman yang berasal dari debu ataupun kotoran lainnya.

Fakta lain mengenai baiknya bersingungan langsung dengan kuman ketika masih usia dini adalah terdukungnya perkembangan syaraf serta sistem endokrin di dalam tubuh. Tak salah bila kuman juga peran baik meskipun kadang membuat balita mudah sakit.

Intinya, terbiasanya anak dalam berpapasan dengan kuman, maka sistem imun anak juga akan terbiasa dalam menangkalnya. Sebaliknya, jika sistem imun tidak terbiasa, maka anak akan mudah jatuh sakit. Misalnya anak terkena alergi ketika berada di lingkungan tidak sehat saat dewasa.

Apakah Salah Jika Orang Tua Menjaga Kebersihan Rumahnya?

Melihat informasi seputar kesehatan bayi ini, tentu banyak orang tua yang bertanya mengenai kebersihan rumahnya. Apakah rumah perlu dibiarkan begitu saja?

Tentu saja tidak. Orang tua tetap harus menjaga kebersihan rumahnya. Pasalnya, kebersihan menjadi langkah awal untuk mencegah terjadinya masalah kesehatan pada bayi maupun anggota keluarga.

Yang perlu diperhatikan tentunya adalah orang tua agaknya tidak terlalu banyak melarang anaknya ketika suka bermain kotor-kotoran di lingkungannya. Misalnya tidak selalu melarang anak ketika bermain lumpur dan lain sebagainya.

Cara Ibu Dalam Menjaga Kesehatan Anak Yang Suka Beraktifitas Di Luar Ruangan

Beraktifitas di luar ruangan memiliki hal yang positif untuk sistem imun balita. Informasi mengenai kesehatan balita ini menunjukkan kalau sistem imun akan terbentuk dengan baik ketika ada paparan dengan bakteri.

Menyadari akan aktifitas anak dengan kontak langsung pada bakteri, cara terbaik untuk ibu lakukan adalah mengupayakan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh anak. Ini menjadi langkah terbaik untuk menjaga kesehatan anak. Bagaimana cara ibu melakukannya?

  • Berikan makanan sehat di tiap harinya

Ibu bisa menjaga kesehatan balita dengan memberikan asupan makanan yang sehat. Asupan yang sehat ditujukan untuk meningkatkan sistem imun bayi. Bila masih dalam usia di bawah 6 bulan, pastikan bayi diberikan asi ekslusif.

Sementara ketika bayi sudah mulai bisa mengkonsumsi makanan pendamping, berikan makanan yang sehat. Caranya adalah menyeleksi makanan, dan memberikannya pada waktu yang tepat.

Mengenai makanan yang bagus untuk menjaga imunitas bayi antara lain madu, makanan bervitamin C, susu kedelai, ikan maupun telur. Biasakan anak untuk mengkonsumsinya. Dan atur pemberiannya agar anak tidak kekurangan nutrisinya.

  • Berikan jam istirahat sekitar 10 jam di tiap harinya.

Meningkatkan daya tahan tubuh balita bisa dilakukan dengan memberikan waktu istirahat lebih lama dari orang dewasa. Istirahat yang cukup akan meningkatkan daya tahan tubuh anak. Setidaknya, cukupkan waktu istirahat anak sekitar 10 jam perharinya.

  • Kurangi pemberian antibiotik ketika anak jatuh sakit

Pemberian antibiotik diperlukan ketika anak sakit parah. Bila anak mengalami sakit ringan, hindari pemakaian antibiotik ini. Pasalnya, antibiotik sendiri akan melemahkan sistem kekebalan tubuh anak.

Ketiga cara di atas memang cukup mumpuni untuk mencegah dari serangan bakteri dari luar. Pasalnya, sistem kekebalan tubuh meningkat. Hasilnya, sistem kekebalan bisa bereaksi positif bila ada serangan bakteri dari luar.

Kesimpulannya, paparan kuman tidak sepenuhnya buruk untuk aktifitas balita. Oleh karenanya, tidak ada salahnya untuk membiarkan anak beraktifitas di lingkungan yang kurang bersih sewajarnya. Itulah sekilas mengenai info kesehatan balita kali ini.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *