Keluhan Saat Kehamilan Trimester Ketiga Ternyata Semakin Bertambah

kehamilan trimester ketiga
www.infosehatwanita.com

Saat kehamilan trimester ketiga, rasa bahagia pasangan suami istri itu semakin bertambah. Namun, pada saat yang sama, seorang ibu hamil juga akan merasakan keluhan yang semakin bertambah juga.

Tentu saja keluhan tersebut tidak boleh mengurangi kebahagiaan yang ibu rasakan ketika kehamilan sudah mencapai trimester ketiga. Untuk itu, ada baiknya ibu mengetahui apa saja keluhan yang sering dialami saat hamil trimester ketiga. Selain itu, ibu juga perlu mencatat apa saja cara agar mengatasi dan bahkan mengantisipasi terjadinya keluhan tersebut.

Keluhan Yang Paling Mengkhawatirkan

Saat kehamilan mencapai usia trimester ketiga, secara umum beberapa keluhan yang ibu rasakan saat hamil muda sudah tidak ibu rasakan lagi. Contohnya saja mual dan muntah. Apa yang sering disebut dengan morning sickness ini lebih disebabkan pada meningkatkan produksi hormon di dalam tubuh. Sementara itu, ketika usia kehamilan sudah mencapai trimester kedua dan bahkan ketiga, maka produksi hormon tersebut mulai stabil. Itulah mengapa ibu tidak merasa mual dan muntah lagi.

Tentu saja kemungkinan mual dan muntah saat hami trimester ketiga masih ada. Hanya saja kemungkinannya sangat kecil. Keluhan yang paling sering dialami oleh seorang ibu hamil trimester 3 adalah stres. Ini berkaitan dengan psikologis. Umumnya, stres yang dialami saat hamil tua disebabkan karena kekhawatiran, entah itu kekhawatiran saat persalinan atau setelah anak lahir karena merasa tidak sanggup membesarkan anak tersebut.

Akan tetapi, yang perlu diantisipasi adalah stres karena ibu merasa sendiri. Banyak sekali ibu hamil yang harus tinggal sendiri di rumah. Sementara itu, suami mereka harus bekerja di luar kota. Ini kondisi rumah tangga yang sekarang sering terjadi.

Meskipun sudah ada fasilitas kesehatan yang lengkap, akses yang mudah, dan semua hal sudah ada, tetap saja tanpa kehadiran seorang suami menjadi tekanan tersendiri bagi seorang ibu hamil. Apalagi jika kehamilan trimester 3. Rasa khawatir tersebut semakin terasa, entah khawatir jika tiba-tiba bayi lahir lebih cepat padahal suami tidak ada di rumah atau ketika ada hal yang tidak bisa ia selesaikan sendiri di rumah.

Oleh sebab itu, stres yang dialami oleh ibu hamil tua hanya bisa diatasi jika ditemukan apa penyebabnya. Yang pasti, seorang suami harus mengerti bagaimana kondisi istrinya yang sedang hamil.

Selain stres, keluhan lainnya adalah rasa lelah yang luar biasa. Kondisi perut yang semakin membesar membuat seorang ibu hamil mudah sekali merasa lelah. Jangankan beraktivitas setiap hari, berjalan saja rasanya sangat sulit sekali.

Ada baiknya saat ibu hamil tua mengikuti program yoga ibu hamil. Selain untuk menghilangkan stres, yoga ibu hamil juga akan mengendorkan otot yang tegang sehingga ibu tidak mudah merasa lelah.

Atau, ibu bisa minta suami ibu untuk memijat bagian tubuh tertentu seperti kaki dan punggung. Namun, hati-hati jangan sampai memijit pada bagian yang terhubung dengan rahim ya.

Yang lebih parah lagi adalah gangguan susah tidur. Ini menjadi bagian dari serangkaian keluhan lainnya seperti stres, dan kelelahan yang luar biasa. Akibatnya, seorang ibu hamil trimester ketiga sulit tidur. Ini bisa berakibat fatal karena jika ibu susah tidur, maka secara tidak langsung kondisi kesehatan ibu pun terganggu. Bukan tidak mungkin perkembangan bayi di dalam kandungan pun akan terganggu.

Stres, kelelahan, dan gangguan susah tidur menjadi keluhan yang paling sering dialami oleh ibu pada masa kehamilan trimester ketiga. Untuk menghindari hal tersebut, ibu harus biusa mengatur jadwal. Ibu harus secara pasti menentukan kapan waktu beraktivitas dan kapan waktu istirahat. Ini akan membuat tubuh ibu tidak terforsir.

Mengkuti kegiatan untuk ibu hamil seperti yoga ibu hamil atau senam ibu hamil juga sangat membantu. Ibu tidak perlu melakukannya setiap hari. Cukup satu atau dua kali dalam satu minggu. Untuk menjaga kebugaran tubuh, ibu bisa melakukan jalan santai setiap pagi.

Kelahiran Prematur

Ada banyak faktor penyebab kelahiran prematur. Secara umum, jika kondisi badan ibu dan janin sehat, maka kelahiran prematur ini bisa dihindari.

Akan tetapi, ada beberapa hal yang tidak bisa dihindari. Contohnya saja masalah air ketuban yang mau habis. Biasanya, dokter akan menyarankan agar bayi dilahirkan lebih cepat dari HPL atau hari perkiraan lahir jika kondisi air ketuban tidak memungkinkan bertahan hingga HPL.

Selain itu, plasenta yang sudah lepas juga menjadi faktor lain penyebab kelahiran prematur. Plasenta sangat mempengaruhi tumbuh kembang bayi di dalam kandungan. Ini menjadi penyalur nutrisi untuk bayi. Jika plasenta sudah lepas, maka akan terjadi kelahiran prematur.

Lain hal dengan serviks yang melunak. Para ahli kesehatan ibu hamil menyebutnya sebagai kelainan serviks yang ternyata bisa menyebabkan bayi lahir prematur. Untuk mengantisipasi hal tersebut, sebaiknya ibu lebih sering berkonsultasi dengan bidan atau dokter kandungan ketika . Dengan demikian, jika terjadi hal yang tidak diinginkan, ibu bisa melakukan langkah antisipasi.

Kondisi bayi ketika masih di dalam rahim sangat mempengaruhi kesehatan nanti ketika bayi lahir di dunia. Untuk itu, ibu harus memastikan kondisi bayi ibu sejak masih ada di dalam kandungan baik. Dan ketika bayi sudah lahir dan sudah menginjak balita, ibu bisa lebih mudah menjaga kesehatan si kecil. Ibu tinggal memberikan makanan bergizi dan minum susu balita agar perkembangan balita optimal.

Jadi, apakah ibu siap menghadapi masa kehamilan trimester ketiga?

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *