Kenapa Masih Sering Mual Saat Usia Kehamilan Trimester Kedua?

mual saat usia kehamilan trimester kedua
www.ibudanbalita.com

Usia kehamilan yang tidak lagi mudah tidak menjamin ibu terhindar dari mual atau yang sering disebut dengan morning sickness. Banyak orang yang menganggap mual itu sangat wajar ketika masa kehamilan masih sangat muda. Pada kenyataannya tidak demikian.

Memang morning sickness merupakan tanda awal kehamilan. Hal inilah yang membuat mual dikonotasikan sebagai masalah kesehatan yang terjadi pada saat hamil muda. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan lho ibu yang masa kehamilannya sudah masuk usia trimester kedua dan bahkan ketiga masih mengalami mual seperti halnya ketika hamil muda.

Karena Penyebab Mual Berbeda-Beda

Ibu hamil muda yang mengalami mual tentu ada penyebabnya. Secara medis, ibu yang kehamilannya baru berusia beberapa minggu atau bahkan hari sangat mungkin mengalami mual karena hal ini berkaitan dengan janin yang mulai ada di dalam rahim. Saat sudah ada janin di dalam rahim, maka badan akan memberikan respon berupa rasa mual.

Selain itu, para ahli kesehatan ibu hamil juga menemukan bawasannya usia kehamilan muda merupakan masa di mana perubahan hormon terjadi. Artinya, produksi hormon meningkat sehingga badan memberikan reaksi berupa mual dan bahkan rasa muntah.

Yang menjadi pertanyaan adalah kapan sehingga produksi hormon menjadi stabil? Ternyata, antara ibu hamil satu dengan yang lainnya berbeda. Ada ibu hamil yang hanya menunggu hingga usia kandungan 1 – 2 bulan saja sehingga produksi hormon stabil. Namun, tidak jarang juga yang hingga usia kehamilan mencapai 6-7 bulan masih saja tidak stabil. Sebenarnya inilah yang menyebabkan mual meskipun kehamilan sudah mencapai trimester kedua atau ketiga.

Pemicu Dari Luar

Ibu pernah dengar tips mengatasi mual atau muntah saat hamil? Jika dilihat dari penyebabnya yang berupa faktor hormonal, sepertinya tidak mungkin untuk mengatasi mual dan muntah. Akan tetapi, tips tersebut memang ada. Hanya saja, jika faktor penyebabnya bersifat hormonal, maka tips tersebut hanya untuk meringankan saja.

Sebenarnya, ada pemicu lainnya yang berasal dari luar yang menyebabkan mual dan muntah ketika hamil. Contohnya saja minuman yang terlalu manis. Para ahli kesehatan ibu hamil menemukan bawasannya mengkonsumsi minuman yang terlalu manis bisa memicu rasa mual dan bahkan muntah. Oleh sebab itu, sebaiknya selama masa kehamilan, ibu tidak mengkonsumsi minuman yang terlalu manis.

Ada juga yang bilang susu menjadi pemicu mual. Sebenarnya, hal tersebut tidak sepenuhnya benar. Pasalnya, ada juga susu ibu hamil yang tidak menyebabkan mual dan muntah lho. Contohnya saja susu Frisian Flag Mama. Susu ibu hamil ini tidak menyebabkan mual. Ibu tahu kenapa? Karena kadar gulanya yang rendah.

Jadi, pada intinya, jika ada yang merasakan mual setiap kali minum susu, itu sebenarnya disebabkan oleh kandungan gula yang terlalu banyak. Kandungan gula tersebut membuat rasa eneg sehingga mengakibatkan mual.

Selain itu, morning sickness juga bisa disebabkan oleh makanan dengan bau yang menyengat lho. Jadi, bisa disimpulkan banyak faktor yang menyebabkan mual saat hamil. Sangat bisa dipahami jika ibu yang masa kehamilannya sudah tidak lagi muda tetap saja mengalami mual.

Mungkinkah Selama Hamil Tidak Mengalami Morning Sickness?

Apa ada ibu hamil yang selama masa kehamilan tidak pernah merasa mual? Jawabannya ada. Sangat mungkin ibu hamil tidak merasa mual. Hal ini disebabkan ibu hamil tersebut bisa toleran terhadap pemicu mual. Atau, mual yang ia rasakan tidak terlalu parah sehingga tidak ia rasakan.

Yang pasti, faktor hormonal sangat mempengaruhi mual yang dirasakan seorang ibu hamil. Hanya saja, bagaimana efek yang ditimbulkan itu yang berbeda-beda. Ada yang biasa-biasa saja sehingga mual tidak terasa. Ada juga yang ekstrim sehingga ibu hamil mengalami mual yang luar biasa sehinga harus bedrest. Kasus seperti inipun tidak jarang terjadi.

Jadi, jika ada pertanyaan apakah ada ibu hamil yang sama sekali tidak mengalami morning sickness, jawabannya sangat mungkin. Apalagi sekarang ini sudah banyak tips yang bisa diterapkan untuk meredakan atau meringankan rasa mual, seperti yang sudah bahas di forum ibu dan balita. Contoh, mengkonsumsi buah-buah segar khususnya di pagi hari di mana rasa mual sering muncul. Ternyata, buah bisa membuat tubuh segar, terutama sistem pencernaan. Dengan demikian, rasa mual bisa diredam.

Selain itu, mengatur waktu makan juga bisa menjadi cara lain untuk meringankan mual lho. Makan lebih dari 3 kali sehari sangat disarankan. Akan tetapi, porsinya dikurangi. Jadi, sebaiknya seorang ibu di usia kehamilan muda mengkonsumsi makanan dengan porsi kecil namun sering. Hal ini akan membantu ibu hamil tersebut meringankan mual.

Mengatur waktu antara makan dengan minum susu juga penting lho. Banyak yang salah sangka tentang minum susu ibu hamil. Banyak yang bilang susu merupakan penyebab mual. Pada dasarnya kurang tepat. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, susu yang kandungan gulanya rendah tidak membuat eneg sehingga tidak menyebabkan mual. Namun, tidak berhenti di situ saja. Sebaiknya ada jarak waktu antara makan dan minum susu sekitar 20 menit. Jadi, jangan makan dan minum susu secara bersamaan. Makan dan jeda sekitar 20 menit baru minum susu. Ini yang akan mencegah rasa mual berlebihan.

Dari penjelasan ini, bisa diambil kesimpulan bawasannya mual tidak hanya dialami oleh ibu yang sedang hamil muda saja. Mual tidak memandang usia kehamilan.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *