Kesehatan Gigi dan Mulut Bagi Ibu Hamil

kesehatan gigi dan mulut
Listerine Indonesia

Saat masa kehamilan ternyata masalah kesehatan gigi dan mulut juga harus senantiasa diperhatikan. Hal ini terjadi karena perubahan secara fisik, hormonal dan perilaku pada ibu hamil dapat mempengaruhi keadaan mulut dan gigi Anda. Bagi ibu hamil yang sudah mengalami masalah pada gigi dan mulut tidak menutup kemungkinan akan bertambah parah ketika hamil, maka dari itu sebaiknya berkonsultasi ke dokter gigi untuk melakukan pencegahan dan perawatan.

Bagi ibu hamil tentu akan bertanya-tanya akan bagaimana hubungan antara kehamilan dengan kesehatan gigi dan mulut. Kenapa harus dijadikan perhatian utama saat kehamilan? Apakah ada faktor-faktor tertentu? Maka, berikut akan dijelaskan akan alasan sebenarnya permasalahan gigi dan mulut perlu diperhatikan saat kehamillan.

  1. Pada masa kehamilan, tentunya ibu membutuhkan asupan nutrisi dan gizi makanan yang cukup sehingga jika ibu mengalami gangguan kesehatan pada mulut dan gigi, asupan nutrisi yang dikonsumsi pun akan berkurang dan terganggu. Ketika asupan nutrisi berkurang karena ibu sulit untuk mengunyah tentunya akan berpengaruh pada perkembangan janin dalam kandungan bukan?
  2. Ketika hamil pun terdapat beberapa perubahan hormon, baik itu hormon progesterone ataupun estrogen. Karena dampak perubahan hormon inilah yang mempengaruhi kesehatan gigi dan mulut. Sebagai contoh, ketika hamil pada masa trimester pertama, ibu akan cenderung sering muntah dan kelebihan air liur. Jika ibu tidak rajin menyikat gigi dan berkumur, akan mengakibatkan kuman dan bakteri berkembang di dalam mulut ibu dan menyebabkan sariawan yang tentunya tidak nyaman bagi ibu hamil.
  3. Kalsium dalam tubuh ibu akan terbagi dengan janin yang menyebabkan sakit gigi dan ngilu. Tentunya ini menjadi masalah bagi ibu ketika ingin beristirahat, sehingga hal ini harus segera ditangani. Salah satu cara yang dapat digunakan dalam memenuhi kebutuhan kalsium ibu hamil adalah dengan meminum susu ibu hamil.
  4. Lebih serius lagi jika ibu hamil mengalami keadaan gigi yang rusak cukup parah yang akan merusak keluarnya hormone prostaglandin yang merangsang timbulnya kontraksi pada rahim. Jika rahim terus menerus berkontraksi, maka kelahiran prematur maupun keguguran dapat terjadi.
  5. Selain keadaan gigi yang rusak, infeksi pada gigi ibu hamil dapat mempengaruhi janin dalam kandungan. Dalam sebuah penelitian dari Journal of Obstetrics Gynecology, didapatkan hasil bahwa ibu yang gusinya terinfeksi kemungkinan besar dapat menularkan infeksi pada janin melalui peredaran darah plasenta. Selain itu, sebuah fakta menyatakan bahwa bakteri Streptococcus mutans, penyebab gigi berlubang dapat menyebar ke seluruh tubuh melalui sirkulasi darah sehingga kemungkinan terburuk dapat mencapai jantung da menyebabkan gangguan pada jantung ibu hamil.

Dari ke lima penjelasan diatas, para dokter gigi memiliki pertimbangan mengenai perawatan gigi dan mulut bagi ibu hamil. Sehingga trimester kedua merupakan waktu yang tepat untuk melakukan perawatan. Dalam perawatannya pun dibatasi pada prosedur operasi yang sederhana seperti penambalan karies gigi dan lainnya yang tidak menyebabkan komplikasi.

Maka dari itu, sebelum melakukan perawatan, sebaiknya ibu hamil memelihara kesehatan gigi dan mulut dengan menyikat gigi dua kali sehari untuk mencegah munculnya plak pada gigi, menggunakan dental floss atau benang gigiĀ untuk membersihkan sisa makanan pada sela-sela gigi, membersihkan lidah dengan sikat gigi atau alat khusus pembersih lidah dan tentunya jangan lupa untuk berkumur dengan mouthwash terbaik untuk mencegah terjadinya gingivitis.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *