Kesehatan Wanita Hamil Terjaga, Tapi Kenapa Persalinan Tetap Harus Secara Caesar?

kesehatan wanita hamil
Ibu dan Balita

Apakah ibu melihat ada keanehan saat ini di mana kebanyakan proses persalinan dilakukan secara Caesar?

Jika ibu merasakan keanehan tersebut, pasti ibu juga pertanya-tanya apakah hal ini disebabkan karena kesehatan wanita hamil di Indonesia memburuk. Atau ada faktor lainnya yang membuat proses kehamilan harus diakhir dengan persalinan secara caesar?

Pertanyaan tersebut di atas tentu tidak dengan sederhana dijawab. Perlu pemahaman mendalam tentang apa itu operasi caesar dan apakah ada kaitannya dengan kesehatan ibu hamil.

Tidakan Operasi Caesar

Pertanyaan pertama yang seharusnya ditanyakan adalah kenapa operasi caesar itu dilakukan.

Yang pasti, operasi persalinan secara caesar ini dilakukan karena adanya kemungkinan di mana ibu atau bayi di dalam kandungan terancam keselamatannya. Karena ada kasus di mana kondisi kesehatan ibu hamil tidak memungkinan untuk melakukan persalinan secara normal. Kondisi seperti inilah yang menjadi pertimbangan akhirnya persalinan dilakukan secara caesar.

Selain itu, ada juga kondisi di mana bayi tidak kunjung keluar padahal usia kehamilan sudah mencapai 9 bulan bahkan lebih. Ada juga posisi bayi yang sungsang sehingga susah untuk dilahirkan secara normal.

Pada kondisi tersebutlah yang membuat operasi caesar dilakukan. Pada kesimpulannya, tindakan ini hanya tindakan alternatif saja, bukan pilihan utama.

Fakta yang Terjadi

Sayang sekali jika melihat fakta di lapangan. Banyak sekali ibu hamil yang akhirnya melakukan proses persalinan dengan operasi caesar padahal kondisi kesehatan kehamilan sangat baik, entah ibu ataupun bayi yang ada di dalam kandungan.

Ada yang disebabkan mereka takut melakukan proses persalinan normal. Ada juga yang diminta oleh suami agar ukuran vagina istri tidak berubah.

Sebagian juga beralasan aneh. Sepasang suami istri memutuskan untuk melahirkan anak secara caesar hanya karena ingin anak mereka lahir di hari dan tanggal yang diinginkan seperti hari atau tanggal yang unik dan mudah diingat atau tanggal bersejarah.

Fakta tersebut tentu sangat disayangkan.

Edukasi Dibutuhkan

Masyarakat perlu mendapatkan edukasi tentang kesehatan kehamilan serta tentang persalinan, terutama ibu hamil. Dengan demikian, mereka tidak mengambil alternatif berupa melahirkan secara caesar.

Namun, yang paling penting juga pihak rumah sakit. Karena ada kecenderungan di mana pihak rumah sakit langsung melakuan tindakan berupa operasi caesar. Padahal masih ada cara lain yang bisa membuat proses persalinan bisa dilakukan secara normal.

ibu-ibu hamil pada waktu dulu menunggu bahkan hingga lebih dari 9 bulan agar bayi lahir secara normal. Namun, sekarang tidak. Jika masa kehamilan 9 bulan dan bahkan lebih, maka dokter akan mulai melakukan pemeriksaan dan biasanya disarankan untuk dilakukan operasi Caesar.

Sekarang ini ada banyak lembaga kesehatan yang mencoba mengudakasi para ibu hamil agar menjaga kesehatan kehamian. Dengan harapan ibu dan janin sehat hingga proses persalinan. Dan tidak ada halangan apapun sehingga bayi lahir secara normal.

Selain itu, lembaga tersebut juga membuat semacam kampanye agar semakin banyak ibu yang berusaha untuk melakukan proses persalinan normal. Sebisa mungkin untuk tidak memilih operasi Caesar.

Bahkan, sudah ada beberapa treatment yang berbeda untuk membantu ibu hamil yang sedikit mengalami masalah ketika berusaha untuk melakukan persalinan normal.

Jadi, apakah ada hubungan antara kesehatan ibu hamil dengan tingginya angka persalinan caesar? Tentu saja ada. Hanya saja, ada juga kesengajaan di mana operasi Caesar memang menjadi pilihan utama.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *