Kiat Atasi Kegemukan Saat Hamil

atasi kegemukan saat hamil

Perjuangan seorang perempuan di kala mengandung memang luar biasa. Tidak hanya harus menanggung beban berkilo – kilo di perut selama 9 bulan penuh, namun bertanggung jawab akan kondisi calon buah hati. Tak perlu ditanya lagi, menjaga kesehatan sudah pasti, termasuk harus atasi kegemukan saat hamil saat diperlukan, entah bagaimana caranya. Terdengar egois memang, tapi mau tidak mau perempuan memang diberi kekuatan lebih guna hadapi tantangan tersebut.

Era kegelapan (dark ages), perempuan justru diminta menggemukkan badan dengan anggapan semakin bunda subur maka semakin sehat janin. Kala itu, perempuan diperbolehkan bahkan cenderung dipaksa makan banyak agar semakin membesar terlepas dari stabil atau tidaknya asupan gizi. Untungnya, ilmu medis modern kini berhasil menemukan kesalahan di balik mitos tersebut.

Rahim ibarat tas ransel yang melekat pada bagian perut. Selama 9 bulan atau lebih tas tersebut membawa satu isi saja, yakni janin. Setiap kali bunda bertambah (maaf) gendut diluar batas, muncul item baru dalam rahim yakni lemak. Beberapa ekstra lemak mungkin terasa bak kasur air empuk untuk janin, sayangnya kasur tersebut akan terus membesar. Semakin tumpukan lemak dibiarkan, alih alih membuat bayi nyaman malah memakan ruang.

Persalinan bukan sekedar soal dorong mendorong saja. Bayi harus menemukan jalan keluar untuk hadapi dunia. Bahaya tumpukan lemak tidak hanya berhenti pada masa kandungan saja bahkan sampai masa bersalin. Tumpukan lemak yang terlalu tebal mempersulit pandangan bayi. Rasanya seperti bayi sedang berusaha keluar dari hutan rimba penuh kabut tebal. Nyawa janin dan bunda bisa terancam hanya karena hal sepele seperti kegemukan.

Sebelum menghakimi diri kegendutan, mari definisikan apa itu obesitas sebenarnya. Setiap manusia punya takaran berat masing – masing yang salah satunya, dikenal sebagai body mass index (BMI). Cara ukur BMI berdasarkan ukuran tinggi badan bila dibandingkan dengan berat badan. Energi yang dibutuhkan perempuan setinggi seratus tujuh puluh centi meter tentu berbeda dengan perempuan yang hanya mencapai tinggi seratus lima puluh centi meter saja. Ukuran obesitas menjadi berbeda.

Mengetahui kadar BMI sebetulnya gampang – gampang susah. Cara termudah nan akurat tentu saja, Diskusi dengan dokter atau bunda bisa coba kalkulator BMI online. Biasanya, perempuan yang sudah ukur BMI sebelum hamil, akan lebih mudah menakar apakah kegendutan saat hamil atau tidak. Kalau perempuan tidak mengalami obesitas sebelum hamil, kemungkinan kegendutan kala mengandung akan semakin kecil, kebalikannya, ya, tentu berbeda jauh dan sebaiknya mulai praktek kiat atasi kegendutan saat hamil.

Jangan buru – buru ambil coklat, permen, atau makanan manis lainnya kalau memang keterangan mengenai BMI memicu kadar stress bunda. Makanan ringan dengan pemanis buatan tersebut hanya akan memperparah kondisi. Tenang saja, semua orang tahu betapa enaknya duduk di sofa dengan cemilan berceceran dimana mana, tak perlu menyalahkan diri bila sudah terbiasa, tapi jangan bodoh dan tak mau berubah. Langkah pertama menurunkan kadar obesitas dimulai dari makanan.

Fakta menarik seputar makanan adalah ternyata tubuh tak bisa mencerna makanan ‘sampah’ alias junk food dengan baik. Tubuh hanya bisa menyerap gizi dan nutrisi, jika junk food yang masuk, bunda sebenarnya tidak sedang makan apapun. Lidah, ya, terpuaskan, tapi tubuh berbeda cerita. Kalau bunda perhatikan, setiap kali makan junk food, rasa lapar hanya terpuaskan sesaat dan akan lapar lagi dalam beberapa jam saja. Bukan hal yang bagus baik untuk janin dan ibu sendiri.

Cemilan bukan sesuatu yang jelek bila diarahkan dengan tepat. Pilih cemilan yang memang bernutrisi seperti buah misalnya. Potongan pisang, apel, dan mangga saja sudah cukup menggantikan makanan penuh bahan pengawet tersebut. Bila bunda sudah siap melangkah lebih jauh, cobalah memakan sayur setiap harinya walau bukan berarti meninggalkan daging dan menjadi vegetarian, kecuali memang itulah keputusan bunda.

Setelah bunda paham beda antara makanan sampah dan makanan bernutrisi sekarang saatnya menghitung kalori. Tubuh manusia memerlukan kalori agar mampu beraktivitas. Kebanyakan produsen makanan menetapkan kebutuhan dua ribu kalori per hari, tidak salah namun tidak sepenuhnya benar. Ibarat mobil, tubuh perempuan memiliki kebutuhan kalori yang berbeda. Tinggi yang sama tidak menjamin kebutuhan kalori yang serupa.

Kalori terpecah lagi menjadi kebutuhan nutrisi. Semisal saja perempuan A dan B memang butuh kalori dua ribu per hari, tapi perempuan A kekurangan protein sedangkan perempuan B kekurangan zat besi. Menu makan keduanya harus disesuaikan demi kesehatan janin dan bunda di masa mendatang. Bicarakan dengan ahli gizi supaya mendapat takaran kalori yang paling tepat beserta kebutuhan nutrisi.

Jadwal makanan yang tepat sama pentingnya dengan memenuhi kalori. Hanya karena perempuan kegendutan bukan berarti tidak makan. Idealnya, perempuan mengandung makan sedikit demi sedikit namun sering dibanding makan banyak tapi hanya sesekali. Supaya terbiasa, bunda tetapkan 2 jam sekali harus makan sesuatu meski hanya 5 butir kacang almond saja. Kalau perlu bunda bisa menyiapkan daftar menu sepanjang hari guna menghindari rasa bosan.

Sekarang bunda lebih paham mengenai pentingnya menjaga makanan bila butuh mengurangi beberapa kilo. Syarat sukses turun berat badan adalah disiplin. Kesalahan terbesar pelaku diet yakni melanggar pantangan diet itu sendiri atau istilah penggemar olah raga cheating day. Tiap kali bunda terdorong melakukan cheating day segera ingat kembali alasan melakukan program atasi kegemukan saat hamil.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *