Langkah Jitu Diet Saat Hamil

langkah diet saat hamil
www.momjunction.com

Diet saat hamil rasanya bukan hal aneh lagi. Bayangkan saja, pada saat mengandung, perut perempuan membesar hingga dua sampai tiga kali lipat. Tulang pingul melebar, dengan janin yang kian besar membuat kenaikan berat badan tidak terelakkan. Hormon kehamilan menghasilkan rasa ngidam yang mau tidak mau harus dipenuhi makin memperparah kondisi perempuan.

Rasa tak percaya diri kehilangan tubuh langsing, ramping, sesuai standar kecantikan membuat banyak perempuan mengambil langkah diet saat hamil sembarangan saja, yang penting turun. Padahal, seperti halnya keputusan tak berdasar lainnya, resiko yang ditanggung jauh lebih besar dibanding keberhasilan. Menempatkan janin sebagai ‘taruhan’ tentu bukan hal yang bijak mengingat usaha program kehamilan yang telah dijalankan.

Sebelum membuat asumsi bahwa bunda kelebihan berat badan, ada baiknya mengetahui terlebih dahulu batas berat badan untuk dikatakan obesitas. Semua perempuan hamil akan mengalami kenaikan berat badan, justru bunda harus khawatir apabila berat badan terus menurun. Pikirkan saja, hanya dalam 3 bulan kehamilan, bayi sudah tumbuh dua kali lipat bersamaan dengan berat badan janin, bagaimana mungkin bunda tidak ikut naik padahal janin makin membesar. Guna mempermudah penilaian, ada suatu standar yang ditetapkan yakni body mass index atau disingkat BMI.

Berbeda dengan standar yang dibawa oleh model – model majalah, body mass index tidak mementingkan tipe badan harus kurus dan tinggi melainkan berat badan berapa yang pantas untuk individu. Cara menghitungnya dengan membandingkan tinggi dengan berat badan sehingga diperoleh persen. Saat ini sudah banyak kalkulator body mass index dengan konten menghitung kadar BMI seseorang tanpa repot dan cepat. Berdasarkan ilmu medis, sebelum kehamilan, perempuan seharusnya berada pada rentang body mass index normal alias tidak berlebih. Kekhawatiran obesitas semakin meninggi jika memang berat badan sudah berlebih dari awal dan masih diperparah dalam kondisi mengandung. Sebagai contoh saja, apabila seseorang bertubuh tinggi 164 centi meter, dengan berat badan 57 kilo gram, artinya body mass index masih dalam batas normal yakni 21.2 mengingat batas obesitas ada pada body mass index sebesar 25.0 sampai 29.

Memastikan perkembangan janin sehat betul bisa dilihat dari body mass index dibanding dengan kenaikan berat badan kehamilan. Jaman dahulu kala, banyak orang percaya bahwa semakin gendut seorang perempuan kala mengandung berarti semakin sehat. Perempuan – perempuan pada jaman itu diharapkan makan banyak seperti bebek foie grass, tanpa menyadari resiko saat bersalin nantinya. Terlalu banyak lemak dalam tubuh kian mempersempit ruang janin berkembang, sehingga, pertumbuhan janin jadi tidak sehat ditambah dengan masa bersalin yang menyakitkan. Bukan berarti terlalu kurus juga baik karena janin tidak mampu mendapat penopang yang kuat, dengan sumber nutrisi yang terbatas. Pada suatu penelitian, apabila body mass index hanya mencapai 21 sampai dengan 25, penambahan berat badan bunda diharapkan hanya sekitar 0.9 kilo gram, lebih dari itu, lebih baik bunda memeriksakan kondisi pada dokter.

Secara garis besar ada 2 hal yang harus diperhatikan mengenai diet selama masa mengandung, yakni makanan dan olah raga. Berbicara mengenai makanan bukan berarti bunda harus membatasi atau bahkan mengurasi menu makanan sehari – hari. Calon bayi sangat bergantung pada ibunda, sehingga pengurangan jatah makanan akan berdampak cukup signifikan terhadap kadar nutrisi yang diperoleh janin. Sebagai contoh saja, saat bunda kekurangan kalsium sampai janin tidak mendapat porsi, secara otomatis tubuh mengambil kalsium dalam tulang ibu untuk diberikan pada janin. Semakin besar jarak antar jatah bunda dengan janin, maka semakin membahayakan nyawa ibu maupun janin. Bunda sebagai wadah janin diharapkan selalu dalam kondisi sehat sampai dengan hari persalinan.

Beberapa nutrisi diperlukan oleh tubuh guna memastikan perkembangan janin lebih baik dan berjalan dengan lancar. Protein, zat besi, kalsium, dan asam folat, tanpa kehadiran 4 nutrisi tersebut, kemungkinan perkembangan janin terhambat akan sangat besar. Sumber makanan dengan kandungan yang diperlukan akan sangat penting berada dalam menu diet saat hamil. Misalkan saja, protein, nutrisi satu ini diperlukan dalam membangun sel tubuh pada janin. Sumber protein termasuk namun tidak terbatas pada telur, daging, dan ikan. Beberapa ahli kesehatan menyarankan untuk paling tidak memakan daging sekali sampai dua kali dalam seminggu. Buah – buahan juga patut diacungi jempol guna memenuhi serat, zat besi, dan protein. Konsultasi dengan ahli gizi kepercayaan ayah bunda bisa menjadi langkah tepat guna memenuhi kebutuhan selama masa mengandung tanpa perlu menambah berat badan tidak perlu. Makanan instant seperti es krim adalah contoh makanan yang tidak diperlukan dan hanya memuaskan lidah belaka. Jangan sampai, menu yang dipilih mencelakakan calon bayi dibanding mendorong pertumbuhan janin.

Olahraga merupakan jalan terbaik dalam menurunkan berat badan atau sekedar membangun kebugaran. Masa kehamilan memiliki efek sama dengan berolah raga plus bonus manfaat. Madsud dari bonus manfaat termasuk namun tidak terbatas pada masa persalinan lebih cepat, dengan persentase lancar lebih besar dibanding bunda yang hanya duduk di rumah. Lemak tidak perlu yang hanya menganggu pertumbuhan janin turut terbakar pada saat berolah raga ditambah dengan tulang serta sendi yang terlatih baik. Pilih olah raga yang disukai bunda namun tidak terlalu memberatkan janin, jangan lupa untuk konfirmasi dengan dokter. Menu makanan tepat dan olah raga cukup bisa menjadi strategi diet saat hamil paling tepat.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *