Langkah – Langkah Penting Dalam Menjaga Kesehatan Anak

konsultasi perkembangan balita
www.prosehat.com

Usaha menjaga kesehatan anak dapat dilakukan melalui perilaku sehari-hari. Membiasakan si Kecil makan makanan bergizi atau mencuci tangan sebelum dan sesudah makan merupakan kebiasaan-kebiasaan sehat yang berperan penting dalam melindungi si Kecil dari intaian berbagai bibit penyakit. Kebiasaan yang ditanamkan sejak dini akan menjadi dasar pola hidup anak hingga kelak ia dewasa.

Tips Menjaga Kesehatan Si Kecil

Berikut ini beberapa tips yang bisa ibu lakukan dalam menjaga kesehatan dan perkembangan anak;

-Mengonsumsi asupan bergizi

Salah satu cara menjaga kesehatan anak adalah dengan memastikan ia selalu mengonsumsi asupan bergizi. Hidangkan selalu makanan yang bernutrisi yang memang baik untuk kesehatan, baik dalam menu utama maupun camilan. Batasi frekuensi si Kecil jajan di luar rumah. Lebih baik bila Mam membuat sendiri camilan untuk si Kecil, sehingga asupan gizi maupun kebersihannya lebih terjamin. Berikan pengertian yang tepat mengenai alasan ia tak boleh jajan sembarangan, misalnya, makanan yang tidak dimasak oleh Mam tidak terjamin kebersihannya, sehingga ia berisiko sakit perut, batuk, pilek, sakit tenggorokan, dan lain-lain.

-Mengurangi asupan bergula tinggi

Anak-anak memang senang menyantap makanan manis, seperti kue, permen, cokelat, roti, dan lain sebagainya. Hal ini wajar, sebab kandungan gula pada makanan dapat merangsang pengeluaran endorfin yang membuat si Kecil merasa rileks dan senang. Akibat efek itu, ia jadi ingin makan makanan serta minuman manis. Namun, Bunda perlu tahu bahwa terlalu banyak makan makanan manis dapat berakibat buruk pada kesehatan si Kecil. Ia berisiko menderita kegemukan dan kekurangan zat gizi lain akibat terlalu sering mengonsumsi gula.

Konsumsi gula secara berlebih juga dapat merusak kesehatan giginya. Jadi, batasi asupan makanan maupun minuman bergula tinggi untuk menjaga kesehatan anak. Bila si Kecil memang menyenangi makanan dan minuman manis, Bunda dapat memberikan buah yang rasanya manis sebagai penggantinya. Atau, membuatkan camilan manis dengan kadar gula yang tidak berlebihan, ketimbang membeli makanan olahan bergula tinggi.

-Melakukan imunisasi sesuai jadwal

Jaga kesehatan anak dengan melakukan imunisasi, terutama yang wajib, sesuai jadwal. Imunisasi terbukti dapat membantu memperkuat daya tahan tubuh anak terhadap sejumlah penyakit, seperti tifoid, polio, influenza, hepatitis A, dan lain-lain.

Oleh sebab itu, pastikan Bunda membawa si Kecil ke posyandu atau rumah sakit untuk mendapatkan imunisasi sesuai jadwal, termasuk untuk pengulangannya.

– Tidur teratur

Anak membutuhkan waktu tidur yang jauh lebih banyak dibandingkan orang dewasa. Memenuhi kebutuhan tidur si Kecil merupakan salah satu cara efektif untuk menjaga kesehatan anak. Kebutuhan tidur anak usia 1-3 tahun misalnya, adalah 12-14 jam per hari. Sementara, anak usia 4-6 tahun membutuhkan waktu tidur sebanyak 11-13 jam per hari. Penuhi kebutuhan tidur si Kecil dan ciptakan pola tidur yang teratur  sebagai bagian dari pembentukan pola hidup sehatnya.

-Rajin mencuci tangan

Lembaga Kesehatan Dunia menganjurkan setiap orang untuk mencuci tangan memakai sabun untuk mencegah kuman masuk ke dalam tubuh. Ajak ia untuk mencuci tangan pada waktu-waktu tertentu, seperti saat sebelum dan sesudah makan, setelah menggunakan toilet, saat baru pulang dari bepergian, dan saat hendak tidur. Idealnya, aktivitas mencuci tangan dilakukan di bawah air mengalir selama 20 detik menggunakan sabun, serta dengan teknik yang benar. Kebiasaan ini dapat mencegah kuman masuk ke dalam tubuh, sehingga melindunginya dari penyakit.

Efek Buruk Menonton TV Untuk Kesehatan Anak

Meskipun sarat dengan tayangan edukatif seperti membantu para balita belajar abjad, menyerap informasi seputar dunia, dan lainnya, menonton televisi terlalu sering tetap saja akan memberikan dampak buruk pada kesehatan anak, misalnya saja;

-Berisiko Membuat Anak Alami Kegemukan

Anak yang secara konsisten menghabiskan lebih dari 4 jam menonton televisi setiap harinya, punya kecenderungan memiliki masalah berat badan berlebih. Ingat, saat makan anak perlu fokus pada makanan yang disantap. Bila makan dilakukan sambil menonton, maka tubuh kesulitan memberikan sinyal kenyang, sehingga anak akan makan dan terus makan. Berat badan berlebih jelas tidak baik karena kelak dapat terjangkit penyakit degeneratif seperti diabetes, hipertensi, jantung, dan lainnya.

 

-Mengganggu Kesehatan Mental dan Emosi

Penelitian jangka panjang di Selandia Baru menunjukkan hubungan durasi menonton televisi dengan perilaku antisosial dan kriminal saat anak-anak tersebut dewasa. Peneliti menemukan adanya peningkatan risiko seseorang melakukan tindakan kriminal sebanyak 30% dengan setiap jam yang dilalui dengan menonton televisi.

Studi tersebut juga menemukan bahwa anak-anak yang lebih banyak menonton televisi memiliki peningkatan kecenderungan memiliki emosi negatif dan peningkatan risiko gangguan kepribadian antisosial.

-Menyebabkan Anak Alami Gangguan Tidur

Televisi memiliki gelombang yang dapat bepengaruh pada rutinitas tidur anak. Sebab, sinar yang dipancarkannya dapat mengurangi kadar melatonin otak. Akibatnya, bila anak menonton televisi terlalu lama, maka ritme tubuhnya akan terganggu sehingga membuat anak sering terbangun, bahkan menyebabkan kelelahan.

-Gangguan penglihatan

Kesehatan  anak pada bagian mata dapat terganggu karena menonton televisi terlalu lama. Apalagi bila pencahayaan ruangan di area anak menonton kurang terang. Semua itu dapat menyebabkan kelelahan pada mata.  Selain itu, sinar biru pada televisi juga tidak baik  bagi kesehatan mata anak.  Sinar biru adalah sinar dengan panjang gelombang cahaya 400-500 nm yang dapat berpotensi terbentuknya radikal bebas dan menimbulkan fotokimia ada retina mata anak.  Lensa mata anak masih peka dan belum dapat menyaring bahaya sinar biru. Karena itulah risiko terbesar kerusakan akibat sinar biru terdapat pada usia dini.

 

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *