Latih Motorik Anak Dengan Kegiatan Sederhana

latih motorik anak
www.friso.co.id

Tepat sekali jika mulai sekarang ibu sudah memikirkan kegiatan apa yang tepat untuk latih motorik anak. Bahkan, ada juga lho orang yang lebih ekstrim. Mereka menyimpan semua gadget. Mereka tidak mau membiarkan anak mereka berkenalan dengan gadget. Mereka mengerti betul bagaimana balita yang cenderung pasif ketika sudah mengenal gadget. Jadi, tindakan paling awal jika ingin mempermudah proses melatih gerakan motorik anak adalah jangan kenalkan si kecil dengan gadget.

Tentu bukan itu saja yang harus ibu lakukan. Ada kegiatan sederhana yang bisa ibu lakukan di mana kegiatan tersebut sesuai dengan usia balita.

Latihan Motorik Untuk Balita 1 Tahun

Kira-kira apa yang bisa balita usia 1 tahun lakukan ya bu? Tidak sedikit balita 1 tahun yang sudah mulai belajar jalan. Hanya saja, memang secara umum anak usia 1.2 than hingga 1,5 tahun baru lancar berjalan. Namun, jika balita ibu sudah terlihat tegap berdiri dan mulai agak lancar berjalan, tidak ada salahnya jika ibu membelikan permainan yang bisa ia dorong. Permainan ini tidak hanya akan membantu balita dalam proses belajar jalan, tapi juga memperkuat sistem motorik kasarnya.

Sementara itu, bagi balita yang belum bisa berdiri atau belum menunjukkan tanda-tanda mulai belajar jalan, ibu bisa berikan permainan seperti bola yang bisa bebas bergerak. Benda semacam ini akan memotivasi balita untuk bergerak menggapai benda tersebut.

Latihan Motorik Untuk Balita 2 Tahun

Secara umum, balita usia 2 tahun sudah berdiri dan berjalan dengan tegap. Bahkan, seharusnya balita usia 2 tahun sudah bisa berlarian. Untuk latihan motorik anak usia tahun, sepertinya kegiatan sederhana yang tepat adalah bersepeda. Ibu bisa belikan sepeda roda 3 terlebih dahulu. Kegiatan ini tidak hanya untuk melatih ototnya saja tapi juga melatih keseimbangan serta pengendalian organ tubuh terutama koordinasi antara kaki kanan dan kaki kiri ketika ia belajar mengayuh sepeda.

Masih berhubungan dengan sistem koordinasi dan keseimbangan, ibu juga bisa membelikan permainan bola basket dan ranjang yang kecil. Permainan akan memotivasi si kecil untuk bergerak dan meloncat. Ini bagus sekali untuk perkembangan tulang sang buah hati.

Latihan Motorik Untuk Balita 3 Tahun

Pada usia 3 tahun, anak memerlukan tantangan yang baru. Bagaimana jika ibu mengajak si kecil untuk bermain berenang? Olahraga renang akan melatih tiga hal; kesimbangan, keberanian, serta otot. Bukankah ini bagus untuk perkembangan balita?

Tentu saja bukan hanya renang saja. Ibu bisa pilihkan permainan lainnya seperti sepatu roda. Ikuti saja apa yang diinginkan atau apa yang disukai oleh si kecil.

Latihan Motorik Untuk Balita Di Atas 4 Tahun

Secara umum, tidak ada batasan kegiatan untuk balita usia di atas 4 tahun. Semakin menantang kegiatan yang ibu tawarkan, maka itu lebih baik. Yang pasti, kegiatan tersebut positif dan menuntut si kecil untuk bergerak.

Terlepas dari berbagai kegiatan yang bisa ibu pilih untuk melatih motorik anak, ibu harus perhatikan durasi bermain anak juga. Terkadang anak tidak terasa terlalu lama bermain. Ia tidak terasa merasa kelelahan. Bukannya tubuhnya sehat melainkan lemas dan sakit. Oleh sebab itu, ibu harus menjadi time keeper kapan waktunya si kecil berhenti beraktivitas dan ia harus istirahat.

Selain mengatur waktu atau durasi bermain, yang tak kalah penting lagi adalah mengatur energi. Semakin keras kegiatan yang dilakukan oleh anak, maka semakin terkuras energi yang keluar. Contohnya saja kegiatan renang. Ternyata renang itu mengeluarkan banyak energi lho. Jadi, pastikan ibu memberikan menu makanan yang bergizi dan penuh dengan energi terlebih dahulu sebelum anak ibu mulai berenang. Ini sangat penting agar anak tidak lemas ketika atau setelah berenang.

Untuk memenuhi kebutuhan energinya, jangan lupa memberikan susu pertumbuhan setiap hari. Susu pertumbuhan yang terbaik tidak hanya mengandung nutrisi untuk otak, tapi juga untuk otot. Nutrisi seperti protein dan kalsium akan menunjang kegiatan anak yang melibatkan gerakan motorik, terutama motorik kasar.

Yang menjadi permasalahan adalah bagaimana jika balita sejak kecil terlihat lemas dan cenderung pasif. Ada beberapa kemungkinan yang bisa terjadi. Hanya saja, jangan sampai lemas tersebut disebabkan kekurangan gizi. Ibu perlu berkonsultasi dengan pakar perkembangan anak terlebih dahulu untuk mengetahui apa penyebabnya. Ibu bisa tanya langsung dengan pakarnya di www.friso.co.id. Konsultasi secara online bisa ibu lakukan kapan saja dan di mana saja.

Mungkin ibu perlu memberikan stimuliasi berupa permainan yang menarik. Terkadang, anak pasif bukan karena ia tidak memiliki tenaga tapi ia tidak tertarik untuk beraktivitas lantaran kegiatan yang ia hadapi sangat membosankan. Untuk itu, ibu perlu temukan kegiatan menarik yang bisa latih motorik balita.

Meskipun demikian, bukan berarti salah jika ibu memberikan permainan gadget. Boleh saja memberikan mainan gadget asalkan frekuensinya bisa dikontrol. Sayangnya, banyak anak yang mengalami kecanduan permainan gadget sehingga ia cederung pasif. Ia lebih sering menyendiri di rumah. Akibatnya, gerakan motoriknya terbatas, sosialisasi dengan orang lain kurang bagus, dan hal tersebut secara tidak langsung berpengaruh pada perkembangan balita.

Untuk itu, perlu di seimbangkan antara permainan gadget dengan permainan yang menuntut anak untuk aktif. Untuk balita, sebaiknya gadget dihindari terlebih dahulu. Akan lebih baik jika ibu mengenalkan permainan tradisional yang lebih menekankan pada latihan motorik anak.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *