Makanan Bayi 4 Bulan Selain ASI Adakah Bun?

makanan bayi 4 bulan
www.momjunction.com

ASI merupakan makanan bayi 4 bulan yang  pertama bagi bayi anda. Kandungan yang kaya akan berbagai macam kebutuhan yang diperlukan oleh bayibayi, semuanya berada dalam ASI. Sehingga jenis makanan apapun akan sulit menandingi kualitas daripada ASI.

Jangka waktu pemberian ASI ekslusif yang baik bagi bayi anda adalah hingga mencapai usia 6 bulan. Artinya sampai usia 6 bulan tersebut bayi tidak memerlukan makanan lain, Karena segala kebutuhan yang diperlukan oleh bayi terdapat dalam ASI.

Jadi, ASI adalah makanan bayi terbaik. Namun, ada saatnya ASI yang diharapkan dinikmati oleh bayi sampai usia 6 bulan tidak terpenuhi. Kadangkala ASI hanya bisa dinikmati oleh bayi hingga usia 3 bulan atau bahkan kurang. Hal ini disebabkan oleh berbagai kendala, diantaranya ibunya sibuk bekerja atau kurang baiknya produksi ASI yang dihasilkan baik secara kualitas maupun kwantitas. Oleh karena itu, banyak bayi yang berusia kurang dari 6 bulan diberikan makanan selain ASI.

Sebagai penggantinya para ibu memberi bayi mereka dengan susu formula. Memang tidak ada pilihan lain kecuali melakukan hal tersebut, bisakah susu formula bisa memenuhi semua kebutuhan bayi sebaik ASI? untuk melengkapi hal tersebut, maka diperlukan makanan pendamping. Namun, hal ini juga tergantung sensitivitas dan daya tahan sistem pencernaan dari bayi itu sendiri. Karena, banyak kasus bayi belum bisa mencerna makanan pendamping tersebut di bawah usia 6 bulan.

Makanan Bayi 4 Bulan Yang Boleh Dan Tidak Boleh Dikonsumsi

Kali ini kami akan menyampaikan beberapa menu makanan yang dianjurkan dan yang tidak dianjurkan mengenai makanan pendamping pertama bagi bayi selain ASI, khususnya pada usia 4-6 bulan, namun hanya jika ASI memang tidak bisa dinikmati lagi oleh bayi, berikut diantaranya ;

Makanan Yang Boleh Dikonsumsi:

  • Bubur tepung beras atau beras merah yang dimasak dengan menggunakan cairan atau kaldu daging atau sayuran, susu formula (ASI) atau air
  • Buah-buahan yang dihaluskan atau menggunakan blender seperti pepaya, pisang, apple, melon dan alpukat.
  • Sayur-sayuran dan kacang-kacangan yang direbus kemudian di haluskan menggunakan blender. Pada saat diblender sebaiknya ditambah dengan kaldu atau air matang agar lebih halus. Sayuran dan kacang tersebut adalah kacang polong, kacang merah, wortel, tomat, kentang, labu kuning, kacang hijau.
  • Daging piliha yang tidak berlemak, kemudian di blender
  • Ikan yang diblender. Ikan yang digunakan yang tidak berduri seperti fillet salmon, fillet  ikan kakap dan gindara.

Makanan Yang Tidak Boleh Dikonsumsi:

  • Makanan yang mengandung protein gluten yaitu tepung terigu, barley, biji gandum dan kue yang terbuat dari tepung terigu. Semua jenis makanan tersebut dapat membuat perut bayi kembung, mual dan diare pada bayi. Hal ini disebabkan oleh reaksi gluten intolerance.
  • Hindari pemberian gula, garam, bumbu masak atau penyedap rasa terhadapa makanan bayibayi
  • Makanan terlalu berlemak
  • Buah-buahan yang terlalu asam seperti jeruk dan sirsak
  • Makanan terlalu pedas atau bumbu terlalu tajam.
  • Buah-buahan yang mengandung gas, durian, cempedak. Sayuran mengandung gas, kol, kembang kol, lobak. Kedua makanan tersebut dapat membuat perut bayi kembung.
  • Kacang tanah, dapat menyebabkan alergi atau pembengkakan pada tenggorokan sehingga bayi sulit bernafas.
  • Terkadang telur dapat memacu alergi. Berikan secara bertahap dan dengan porsi kecil. Jika bayi alergi segera hentikan
  • Susu sapi dan olahannya yang dapat membuat bayi alergibayi alergi atau lactose intolerance

Makanan Bayi 4 Bulan Keatas Sebagai Pendamping ASI

Meskipun banyak pihak merekomendasikan agar bayi baru diberi makan mulai umur 6 bulan, tetapi pada beberapa kasus, ada juga yang memberikan bayi mereka makanan padat lebih dini mulai dari umur 4 bulan.  Tentu kita tidak bisa sepenuhnya menyalahkan karena bisa jadi sang Ibu sudah berkonsultasi ke dokter. Sebenarnya, menunggu sampai bayi  berumur sekitar enam bulan untuk memperkenalkan makanan padat dapat membantu untuk melindungi kesehatannya.

Hal ini juga bisa mencegah bayi terkena infeksi karena makanna karena di umur itu, sistem kekebalan tubuhnya sudah lebih kuat. Bayi yang lebih muda akan mendorong makanan keluar dari mulut mereka. Hal ini disebut refleks dorong lidah. Bayi mungkin kehilangan refleks ini sekitar empat bulan, tapi itu tidak sellau berarti dia siap untuk makanan padat. Bayi akan merasa jauh lebih mudah untuk menjaga makanan di mulutnya, dan mengunyahnya, dari usia enam bulan.

Namun, jika Ibu merasa bayi sudah siap untuk memulai makanan padat sebelum enam bulan, Ibu bisa mulai memperkenalkan sejumlah makanan bayi yang sederhana. Tapi sebaiknya, Ibu konsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Bisa dimulai dengan sereal beras dan oatmeal. Sereal ini merupakan bahan makanan yang memiliki potensi alergi rendah, sehingga banyak Ibu mulai memberikan sereal untuk bayi mereka. Buah-buahan baru bisa disajikan mentah setelah berusia 8 bulan, untuk bayi lebih muda, maka sebaiknya diberikan dalam bentuk puree.

Makanan bayi 4 bulan bisa dimulai dengan apel, pir, pisang dan alpukat. Pisang dan alpukat tidak perlu dimasak lagi. Tetapi usahakan memberikannya dalam tekstur sangat halus mendekati cair agar tidak membuat bayi tersedak. Anda juga bisa memberikan sayuran, tetapi harus dalam kondisi matang dan tekstur sangat halus. Contoh sayur yang bisa diberikan adalah ubi jalar, labu. Kukus terlebih dahulu, baru kemudian dihaluskan. Tambahkan ASI atau susu formula untuk membuat teksturnya lembut dan cair. Kalau sudah melewati 6 bulan, bayi bisa mencoba Nutripuff dari Nestle rasa pisang oranye.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *