Makanan Penyebab Gemuk di Era Modern

Anak Susah Makan
cosmomom.com

Jaman modern memang serba instant. Tuntutan hidup yang semakin padat dengan inovasi tinggi membuat hidup manusia semakin mudah meski hanya diam di rumah. Bahkan, badan melar sepertinya sudah biasa. Ironis memang, saat seseorang sudah berusaha olah tubuh semaksimal mungkin namun karena rajin konsumsi makanan penyebab gemuk, diet sia-sia belaka.

Keringat menetes bagai bulir jagung, disertai rasa sakit di sekujur tubuh tidak sepantasnya berujung nihil. Dengan mengubah pola makan dapat dipastikan bahwa tubuh juga mampu persiapkan diri ke arah yang lebih baik. Cukup ingat saja untuk hindari makanan dibawah ini, yang sering menggoda iman karena kenikmatannya. Apa sajakah?

  1. Soda
    Teriknya sinar matahari di tanah air Indonesia membuat soda menjadi sahabat yang cocok dalam segala situasi. Rasa manis memikat lidah disertai letupan kesegaran hasil karbonasi membuat mata melek kembali. Bahkan, pada jaman dulu, soda diyakini menjadi minuman pembalik stamina usai olah tubuh. Siapa sangka bahwa nyatanya, soda termasuk daftar minuman dan makanan bikin gemuk?

    Apabila pembaca termasuk penggemar Youtube, alias situs penyetel video ternama yang telah menelurkan muda mudi berbakat, maka setidaknya pernah mendengar percobaan merebus minuman soda. Layaknya air, ketika dihadapkan pada panas yang tinggi, otomatis akan menguap. Hal yang sama terjadi pada minuman soda yang direbus.

    Usai menunggu rebusan, dapat terlihat sisa kandungan minuman bersoda yang tertinggal dalam panci. Alangkah mengejutkan betapa banyak gula yang terkandung di dalamnya. Lebih mencengangkan lagi bahwa minuman berlabel diet justru memiliki kadar gula sangat tinggi dibanding minuman soda biasa, dan berbahaya.

    Gula yang digunakan soda diet adalah tipe sintetis alias buatan. Berbeda dengan gula alami, gula sintetis tidak memiliki gizi yang sepadan dengan gula alami, serta beresiko memicu kecanduan. Padahal, apabila ditilik lebih lanjut, demi mempertahankan rasa soda, perusahaan sengaja menambahkan gula sintetis lebih banyak dalam soda diet. Manapun itu, baik soda diet atau tidak, keduanya membahayakan jiwa.

  2. Kopi bergula
    Pecinta kopi sepertinya bertebaran di seluruh dunia. Wajar saja, aroma dan kehangatan kopi menjadi teman terbaik di pagi, siang, bahkan mungkin malam hari. Rasanya yang beragam, mulai ringan sampai berat, membuat kopi digemari untuk aktivitas lowong seperti nongkrong. Walaupun, kopi ternyata tidak selalu baik.

    Bagi pembaca yang mendukung keberadaan kopi, jangan buru-buru marah. Ada kalanya, mengetahui fakta lebih baik dibanding menunggu bencana yang akan datang.

    Salah satu kesalahan terbesar orang yang entah pecinta kopi atau sok minum kopi adalah gula. Pada dasarnya kopi itu pahit, dan asam, seharusnya mereka yang minum kopi sadar akan citarasa tersebut. Anehnya, banyak orang tidak mau menerima rasa alami kopi sehingga merasa perlu menambahkan gula, dan disinilah masalah dimulai.

    Layaknya minuman soda, terkadang gula bisa mengacaukan segalanya, termasuk berat badan. Bahkan, tak jarang penikmat kopi menambahkan gula entah dalam bentuk cair atau padat demi menyembunyikan rasa pahit. Lambat laun, ketergantungan yang disebabkan kafein dalam kopi disertai kebiasaan minum kopi menggunakan gula. Bisa dibayangkan bencana yang bisa menyerang tipe peminum kopi satu ini.

  3. Pizza cepat saji
    Itali menjadi negara yang memperlakukan pizza layaknya nasi. Ya, memang pizza mengenyangkan dengan toping menyenangkan buat ayah bunda tersenyum senang. Sayang, kadang demi peroleh makanan yang cepat memuaskan rasa lapar, instant jadi pilihan utama.

    Demi mempertahankan keawetan hingga masuk mulut konsumen, pizza cepat saji dimodifikasi sedemikian rupa. Tak jarang hasilnya adalah kalori dua kali lipat disertai karbohidrat yang terlalu tinggi. Lemak jahat atau lemak yang sulit dicerna oleh tubuh, diam-diam bersembunyi di balik lezatnya pizza.

  4. Es krim
    Duh, rasanya tidak lengkap bila melewatkan sesi makan es krim saat liburan ke daerah tropis. Lagipula, Indonesia tergolong daerah kaya akan suhu tinggi, sehingga makan es krim rasanya tidak perlu menunggu acara khusus. Ya, penjualan es krim selalu menempati batas aman mengingat tingginya permintaan di pasar.

    Es krim yang alami memang tidak bersalah, toh hanyalah makanan biasa yang dibekukan. Namun, kenyataannya, namanya enak kerap tak disertai sehat. Termasuk dalam konteks cemilan seperti es krim sekalipun. Kandungan gula, dan terkadang, perasa buatan membuat es krim patut dipertimbangkan. Bahkan, bisa jadi es krim favorit pembaca yang mengaku buah asli sekalipun ternyata mengandung gula lebih banyak dibanding batas standar.

  5. Selai kacang
    Makan roti dilapisi selai kacang, sungguh nikmat rasanya. Klaim dari ahli kesehatan bahwa selai kacang bisa menurunkan berat badan, buat banyak orang tergoda untuk konsumsi setiap hari. Bukankah kacang sudah terbukti memiliki banyak kandungan bermanfaat?

    Jangan buru-buru menarik kesimpulan secara umum. Selai kacang yang sehat adalah produk dengan kandungan kacang dan garam saja. Sayangnya, demi memenangkan persaingan rasa, produsen kerap menambahkan gula, dan bahan lain supaya lebih ‘nendang’ di lidah. Hati-hati pilih produk, ya.

Membaca daftar makanan yang harus dihindari sepertinya mudah. Layaknya semua niat dan usaha di dunia ini, kerap kali berujung gagal. Salah satunya adalah motivasi yang kurang atau malah tidak ada sama sekali.

Bergaul dengan mereka yang sedang berusaha merubah gaya hidup menjadi lebih sehat mungkin ada baiknya. Terkadang, kemauan sosialisasi manusia menjadikan perubahan yang tak disangka. Pokoknya, selalu ingat olahraga dan katakan tidak pada makanan penyebab gemuk.(HN)

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *