Makanan Sehat Untuk Balita Demi Berat Badan Ideal

makanan sehat untuk balita
fokusriau.com

Dilema berat badan tidak hanya dialami perempuan jaman sekarang. Anak kecil sekalipun bisa mengalami masalah berat badan. Bedanya, pada orang dewasa, justru penurunan berat badan demi tercapainya badan langsing bak model di majalah dan koran diincar, sedangkan bayi ingin terlihat gemuk dengan pipi gempal menggemaskan. Hasil kenaikan berat badan tentu saja dari makanan sehat untuk balita.

Menurut ilmu kedokteran ada kenaikan berat badan yang dianggap lumrah pada balita. Usia 5 bulan berat bayi seharusnya naik dua kali lipat. Selama tahun pertama, bayi naik setidaknya 400 gram setiap bulannya. Ulang tahun pertama hingga kedua, seharusnya berat badan balita naik 4 kali lipat, baru kemudian stabil naik 5, 6, hingga 7 kali lipat di ulang tahun ketujuh.

Bicara mengenai berat badan balita memang tidak ada habisnya. Pertumbuhan si kecil sangat bergantung pada asupan kalori dan nutrisi sehari – hari. Tanpa keseimbangan keduanya, tentu balita tidak mampu berkembang dengan baik. Kondisi menggemukkan tubuh buah hati bisa bikin pusing kepala, pasalnya balita paling anti kalau urusan makan.

Langkah termudah menaikkan berat badan balita ke tahap standard yakni memberikan makanan manis seperti coklat kemasan dan permen. Masalahnya, kenaikan berat badan yang didasari manisan tidak akan membantu tubuh berkembang dengan baik. Gula dalam makanan ‘sampah’ hanya menaikkan level gula darah dalam beberapa waktu kemudian menurunkan secara drastis. Gampangnya, gula hanya energi tambahan dalam waktu singkat.

Pengetahuan makanan sehat untuk kenaikan berat badan balita penting bagi orang tua. Usaha menaikkan berat badan seharusnya berbuah manis nan berisi, bukan janji kosong yang berdetik bagai bom waktu. Tenang saja, tetap ada beberapa makanan sehat yang bisa menaikkan berat badan menjanjikan sekaligus memenuhi gizi harian anak.

Medis mengatakan tidak ada salahnya menyusui balita. Batas memberikan air susu ibu pada balita berhenti kala si kecil ulang tahun kedua. Justru, air susu ibu telah menakar kebutuhan balita bahkan tanpa disadari oleh bunda sendiri. Kebanyakan balita mendapati tubuh dalam kondisi ideal berkat air susu ibu. Tidak ada rewel, dan kesulitan memasak di dapur dengan memberikan air susu ibu.

Umumnya, bayi diperkenalkan makanan di luar air susu bunda pada usia 6 bulan. Tidak ada yang salah, memang di usia 6 bulan, bayi merasa kurang puas hanya minum air susu ibu. Catatan penting, ayah dan bunda harus setuju bahwa pemberian makanan pendamping air susu ibu (MPASI) diberikan. Pasalnya, balita akan kesulitan kembali minum air susu ibu begitu terbiasa dengan makanan padat.

Namanya telanjur basah, tidak perlu menyesali yang sudah lalu. Meskipun balita tidak lagi menginginkan air susu ibu, masih ada jenis susu lain. Salah satu susu paling umum adalah susu sapi, dimana kenaikan berat badan lebih terjamin. Bila orang tua memang bingung memberi jenis susu sapi macam apa, sekarang ini sudah banyak produk susu untuk balita dan orang tua tinggal pilih berdasarkan gizi yang terkandung maupun selera buah hati.

Beragam buah kaya akan gula alami. Buatan dan alami tentu saja lain, mengingat kebanyakan coklat dan jajanan berfokus pada gula sintetis, kebiasaan jelek anak makan tanpa kontrol bisa terbangun. Gula dalam buah memberikan energy tambahan tanpa menambahkan rasa ketagihan. Tiba waktu kudapan, selalu siap dengan buah untuk balita tidak jelek juga.

Salah satu buah yang naik daun di kalangan perbaikan berat badan adalah pisang. Kebanyakan orang hanya mengenal pisang sebagai buah penurun berat badan saja, padahal ada juga efek kebalikannya. Pisang mampu memberikan energy yang besar, ditambah serat tinggi pada pisang menjadikan efek pada tubuh cukup sempurna terlebih balita.

Balita cenderung suka makanan dengan tekstur renyah, tidak heran, banyak jajanan untuk balita dibentuk gorengan atau sesuatu yang butuh usaha mengkunyah. Buah pir tidak kalah dengan beragam jajanan di luar sana. Tekstur keras, dan air yang menyegarkan membuat buah pir favorit banyak anak. Penyajian pir dengan tepat perlu dipelajari oleh ayah dan bunda, misalkan menggabungkan pisang dan pir dalam satu mangkuk sebagai kudapan.

Tidak hanya buah saja, ada sumber nutrisi lain demi menaikkan berat badan bagi balita. Ingat 4 sehat 5 sempurna ? ya, susunan menu makanan berbasis lauk pauk, sayur, buah, nasi, dan susu sudah sering dikumandangkan pada era Sembilan puluh. Seperti semboyan tersebut, daging termasuk makanan penambah berat badan yang cukup alami dan nikmat.

Pemilihan daging cukup penting. Kebanyakan orang tua memilih daging ayam, mengingat harga daging ayam cukup terjangkau, dan alergi pada ayam sangat minim ditemukan. Pilih bagian ayam yang sesuai selera bunda, kebanyak pecinta sehat akan memilih bagian dada karena tidak banyak lemak dan kaya akan nutrisi.

Sejauh ini daftar makanan penambah berat badan balita terdapat pisang, pir dari elemen buah, susu, dan daging. Percaya tidak percaya, semuanya bisa digabungkan dengan rekomendasi bahan makanan terakhir. Susu banyak diincar karena manfaatnya yang besar dan mampu diolah kembali menjadi bentuk lain.

Keju, berhasil merenggut hati pecinta kuliner dengan rasa manis asam, dan tekstur lengketnya. Tak perlu berdebat lagi, keju sudah pasti mampu menaikkan berat badan anak ke arah yang lebih baik. Sisanya, bunda tinggal menghitung kebutuhan gizi guna memastikan pendapatan manfaat makanan sehat untuk balita memang sempurna.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *