Maksimalkan Senam Hamil Dengan Persiapan Tepat!

Senam Ibu Hamil 9 BulanSenam hamil, kian populer di era modern kini. Peningkatan kesadaran akan gaya hidup sehat mendorong banyak bunda mempertimbangkan untuk daftar diri ke kelas-kelas olah raga. Kendati demikian, sebagian peserta atau pelaku olah tubuh di kala hamil justru melupakan persiapan sebelum aktivitas. Akibatnya, manfaat senam ibu hamil justru tertutupi kondisi tubuh yang kurang optimal. Sungguh bahaya yang patut dipertimbangkan. Apa sajakah? Mari simak penjelasan berikut.

  1. Pilihan pakaian dalam kurang tepat

Umumnya topik pakaian dalam tidak akan jadi buah pembicaraan di tempat umum, akan tetapi sebetulnya hal ini layak untuk bahan diskusi. Tubuh perempuan memerlukan ragam ‘urusan’, tidak hanya demi tampil cantik di depan orang tersayang, termasuk diri sendiri, namun juga untuk kenyamanan. Inovasi pakaian dalam tak pernah berhenti merancang jenis pakaian dalam yang memang cocok di tiap aktivitas.

Olah raga, tentu saja, butuh yang namanya gerak bebas. Tak jarang, meloncat, atau memaksa tubuh dalam posisi aneh seperti angkat tangan ke samping kian tambah kerjaan otot penopang tubuh. Apalagi, bukan hanya payudara bunda yang jadi fokus utama otot tubuh melainkan bagian perut yang menonjol. Inilah kenapa, ringankan beban otot dengan memilih pakaian dalam yang pas di badan, walaupun model kurang oke sekalipun.

  1. Lapang datar dan mulus biar nyaman

Perut akan otomatis menggelembung di kala berbadan dua. Dilihat dari luar sepertinya hanya tambahan benjolan di tengah, namun ditilik lebih lanjut begitu banyak penopangnya. Mulai dari tulang pinggul, punggung, sampai dengan kemaluan semua berusaha jadi fondasi terbaik janin terlebih yang masuk usia tua.

Dataran berat dan tak rata seringkali membenani tubuh bunda. Bayangkan saja, tanpa ada rintangan saja sudah berat, bagaimana kalau ada rintangan? Maka dari itu, selalu pastikan olahraga yang dilakukan tidak akan menganggu fungsi tubuh. Pilih tempat datar dan lapang supaya proses senam lebih oke.

  1. Kenali lagi sendi tubuh selama mengandung

Sistem tubuh ketika mengandung memang sedikit unik. Pandangan awam mungkin hanya mengira tubuh siap begitu saja begitu masuk ruang persalinan. Bisa dibilang, keajaiban tubuh perempuan yang buat dirinya mampu dorong bayi dua kali ukuran kelaminnya. Kenyataannya, proses persiapan kelahiran di dalam tubuh tak semudah itu.

Tubuh terdiri dari sendi dan otot, keduanya membuat gerak sehari-hari lebih mudah. Kesadaran akan sulitnya kehamilan dan keperluan ruang ekstra untuk jalur keluar janin buat tubuh gelar ‘proyek besar’. Dari luar memang tak terlihat, namun di dalam susunan tubuh sengaja dibentuk lebih rileks sehingga memudahkan bunda di kemudian hari.

Proses satu ini, secara teknis membantu bunda, sayangnya, sendi menjadi lebih lemah. Gerakan berat yang menempatkan tekanan pada sendi kemungkinan besar ancam tubuh bunda. Selalu pastikan bunda melakukan pemeriksaan rutin dan konsultasi dengan dokter mengenai kondisi sendi.

  1. Tak tahu diri

Mantan atlet, atau pecinta olah tubuh, senang menambah target diri. Anggapan bahwa hari ini lebih baik dari hari kemarin sebetulnya tidak salah. Hanya saja, prinsip hidup tersebut agak buat cemas kalau dipraktekkan pada saat mengandung.

Misalkan saja ada bunda hamil yang hobi angkat beban. Hanya karena hari ini angkat beban Cuma bisa dua kali saja dan sudah merasa cape melebihi biasanya, penyesalan tiba. Akibatnya, tubuh dipaksa dan janin terancam. Ingat, olahraga di kala hamil untuk sehat, bukan ajang membuktikkan diri.

  1. Ambil nafas, keluarkan, jalani dengan tenang

Oksigen telah dikenal sebagai sumber kehidupan manusia. Bahkan, banyak kisah memanfaatkan fungsi oksigen untuk mematikan tubuh. Janin yang masih calon bayi saja sudah mulai menghirup oksigen guna bertahan hidup, darimana lagi sumber oksigen janin kalau bukan dari ibunda.

Ibu memang perlu mengelurkan pengorbanan yang cukup berat. Di masa kandungan nafas akan sangat mudah habis walaupun fisik bunda pada umumnya terasa mumpuni. Pembaca yang pernah hamil atau minimal dekat dengan bunda mengandung pasti paham bedanya. Tak ada salahnya berlatih nafas, supaya saat olah tubuh, keterbatasan oksigen tak lagi masalah.

  1. Jarak olah raga dan makan terlalu dekat
    Mitos jangan makan sebelum renang ternyata dapat diberlakukan untuk semua jenis olahraga. Ya memang, namanya gerak tubuh akan berlawanan dengan pencernaan. Harusnya, saat makan dicerna badan butuh kondisi tenang dimana dirinya bisa mengurus makanan yang masuk, tentunya dengan waktu yang mumpuni. Jangan salahkan sumber lain kalau sakit perut karena belum sejam usai makan sudah dibawa gerak berat.

Bunda mengandung rentan dengan yang namanya muntah dan mual. Salah satu trik mengatasi hal tersebut adalah makan sedikit namun sering agar pencernaan tak terbebani. Namun, bukan berarti jarak antar senam dengan makan begitu dekat hanya karena bukan makan besar. Lebih baik mencegah dibanding mengobati, bukan?

  1. Nutrisi bukan jadi bahan pikiran

Kesalahan olah raga, baik senam maupun jenis lain adalah anggapan bahwa kesehatan akan dicapai dengan rutin olah tubuh. Padahal, begitu sampai rumah, tersedia hidangan-hidangan kurang bersahabat dengan tubuh. Fenomena yang sungguh lucu ini muncul di banyak tempat, bahkan pada olahragawan sekalipun.

Apapun yang dilakukan saat hamil seharusnya memang bertujuan kelancaran pertumbuhan janin. Termasuk mengeluarkan keringat saat senam hamil juga untuk calon buah hati. Kalau memang mual muntah menghalangi keinginan mengkunyah makanan, ini saatnya memakai produk khusus membantu kandungan, seperti susu Frisian flag mama.(HN)

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *