Manfaat ASI Ekslusif Dan Fakta Menyusui Kala Ramadan

manfaat asi ekslusif
Source: Makchic

Ramadan sedikit lagi tiba, itu artinya banyak hal yang harus dipersiapkan maupun keputusan yang harus dibuat. Persiapan dari segi rohani yakni ibadah maupun persiapan duniawi seperti menu berbuka puasa minimal beberapa hari di awal puasa. Keputusan bisa dalam berbagai hal, salah satunya keputusan berpuasa atau tidak padahal sedang menyusui, harap diketahui manfaat asi ekslusif sendiri tidak bisa diremehkan.

Manfaat asi ekslusif untuk bunda maupun bayi sangatlah beragam. Hubungan persusuan bak simbiosis mutualisme dimana kedua pihak diuntungkan secara alami. Dunia medis menyarankan bayi dibawah umur 6 bulan sebaiknya hanya diberi air susu ibu, tanpa menambahkan elemen makanan lain. Air susu ibu memang ajaib meski jarang dimuat di berita utama, bagaimana tidak, setiap menit kadar nutrisi di dalamnya akan berubah sesuai dengan kebutuhan bayi. Salah satunya adalah kolestum.

Beberapa penelitian menggunakan tiga tipe subjek yakni bayi yang tidak diberi air susu ibu, bayi yang diberi air susu ibu dengan tambahan makanan eksternal, dan bayi asi ekslusif dimana bayi tidak diberi apapun kecuali air susu bunda. Hasil penelitian menunjukkan bayi yang diberi air susu ibu jauh lebih kebal dari penyakit umum seperti diare dibanding bayi yang tidak diberikan air susu ibu sama sekali.

Asma, dan alergi merupakan dua penyakit paling umum di antara populasi bayi. Air susu ibu mengandung begitu banyak nutrisi sehingga kemungkinan terkena penyakit semakin menurun. Belum lagi, ternyata nutrisi – nutrisi dalam air susu bunda sangat berguna bagi perkembangan otak. Bayi yang sering disusui cenderung lebih pintar dibandingkan bayi yang tidak.

Berat badan bayi memiliki standar masing – masing. Banyak orang tua memilih menaikkan berat supaya mencapai standart tersebut dengan memberikan beragam asupan eksternal. Ternyata, air susu ibu tetap bisa menaikkan berat badan bayi ke angka ideal tanpa menimbulkan obesitas. Lebih baik berat badan pas – pasan namun padat berisi dibanding berat diatas rata – rata tapi tong kosong bukan ?

Dari segi bunda, ada sederetan manfaat menggiurkan yang bisa bikin bunda tergoda buat rajin menyusui. Salah satunya, nih, kenaikan berat badan pasca kehamilan bukan hal aneh lagi kan, tapi olah raga rutin di pusat kebugaran dengan kesibukan merawat anak tidak pernah sinkron. Menyusui ternyata mampu membakar kalori meski kelihatannya cukup ‘santai’. 1 jam menyusui saja sudah mampu membakar sekitar 300 kalori. Kalau 1 burger berjumlah paling tidak 500 kalori, artinya bunda cukup duduk manis, menyusui 2 jam saja dan kalori bisa luntur.

Masa menopause atau habisnya sel telur ibu sehingga tidak bisa lagi hamil, merupakan salah satu fase yang kurang menyenangkan bagi perempuan. Rasa sakit di seluruh tubuh hanya sebagian kecil dari resiko saat menopause. Menyusui bayi mampu meringankan ketidak nyamanan ketika masa menopause tiba. Bahkan, kebanyakan bunda yang gemar menyusui bayinya cenderung tidak sadar ketika masa menopause terlewati.

Sama halnya dengan manfaat asi ekslusif untuk bayi, bunda bisa memperoleh keuntungan dari menyusui berupa penurunan kemungkinan terkena penyakit. Osteoporosis yakni kelainan tulang bungkuk serta mudah patah di usia ‘senior’, dan kanker indung telur adalah 2 penyakit yang cukup berbahaya dan tentu saja tidak diinginkan di kalangan bayi. Nah, bagi bunda yang ingin tetap sehat hingga hari tua, menyusui bisa menjadi langkah pertama.

Dari bunda dan bayis sendiri, hanya dengan kegiatan menyusui memiliki dampak besar secara psikologis. Sentuhan hangat ibu pada kulit bayi ternyata menyalurkan suatu insting dan melepaskan endorphin diantara keduanya. Cinta yang tak bisa diungkapkan dengan kata – kata dan hanya bisa dirasakan oleh bunda dan bayi menjadi kunci perkembangan hubungan antar bunda dan bayi. Survei menunjukkan anak lebih dekat dengan orang tua terutama bunda yang menyusui bayinya.

Menimbang beberapa manfaat air susu ibu diatas, tentu keputusan tetap menyusui selama bulan puasa kian menggoda. Sebelumnya membahas fakta menyusui di bulan Ramadan ada baiknya mengetahui terlebih dahulu hukum islam seputar menyusui di bulan suci. Tidak ada kewajiban bagi perempuan menyusui untuk tetap berpuasa, selama di akhir Ramadan, membayar fidyah yang mana hukumnya sesuai dengan ulama pilihan masing – masing.

Secara ilmu pengetahuan, belum ada penelitian yang benar – benar membuktikan korelasi negatif antara menyusui dan berpuasa. Memang, ada kemungkinan asupan air susu ibu berkurang selama bulan puasa namun faktanya hal ini belum berpengaruh signifikan terhadap kualitas maupun kesehatan si kecil. Bunda sendiri, mungkin merasa sedikit lelah karena tidak adanya pasokan makanan maupun minuman, namun secara keseluruhan tidak ada bahaya signifikan dari bayi.

Dehidrasi pada bayi sangat jarang ditemukan, karena bayi akan meminta susu terlepas dari kondisi ibu. Beberapa bayi yang pernah diamati selama penelitian menunjukkan bahwa pola minum air susu ibu tidak berubah selama bulan Ramadan. Kesimpulan yang pernah diperoleh hanyalah berpuasa dalam jangka waktu pendek kemungkinan besar tidak berbahay bagi bunda maupun bayi. Selama nutrisi terpenuhi berpuasa di bulan Ramadan seharusnya bukan masalah.

Harap diingat, teori mengenai puasa dan menyusui akan kembali pada masing – masing. Keputusan bunda untuk menyusui atau tidak merupakan hal mutlak dari diri bunda sendiri. Jangan sampai, bunda merasa bertanggung jawab akan sesuatu dan mengambil keputusan yang salah. Pertimbangkan saja antara manfaat asi ekslusif dengan daya tahan tubuh selama puasa sesuai hasil konsultasi dengan ahlinya.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *