Manfaat Dari Konsultasi Psikologi Anak Untuk Perkembangannya

konsultasi psikologi anak
www.momjunction.com

Konsultasi psikologi anak merupakan tindakan diagnostik untuk menilai keadaan pikiran pasien dan bagaimana keadaan tersebut memengaruhi perilaku dan jalannya kehidupan pasien. Psikolog akan membuat rencana pengobatan yang sesuai dengan keadaan pasien, berdasarkan serangkaian tes dan hasil yang ditunjukkan. Rencana ini dilakukan dan dipantau seluruhnya melalui janji temu antara psikolog dan pasien. Psikologi tidak hanya mempelajari pikiran; namun juga mempelajari hubungan antara pikiran dan pengaruhnya terhadap perilaku, sifat, kemampuan belajar dan kognitif, kemampuan motorik, dan fungsi manusia secara keseluruh. Praktisi psikologi disebut psikolog.

Seringkali, banyak yang bingung antara psikologis dan psikiater atau sebaliknya. Meskipun keduanya sering bekerja bersama dalam berbagai kondisi dan kasus, keduanya berbeda. Psikolog adalah spesialis, sedangkan psikiater adalah dokter. Keduanya menjalani pendidikan sarjana, namun psikolog harus menjalani pendidikan pascasarja atau doktor sebelum bisa membuka praktik. Sementara, psikiater merupakan spesialis dan melewati pelatihan residensi di rumah sakit. Psikolog ditemukan pada beragam industri, tidak hanya terbatas pada pelayanan kesehatan, pendidikan, bisnis, umumnya membantu bagian sumber daya manusia. Beberapa di antaranya memutuskan untuk menjadi psikometris.

Setelah mendapatkan gelar sarjana atau pascasarjana, mereka dapat merancang, mengevaluasi, mengubah, dan menganalisa beragam tes untuk melakukan pengukuran. Seperti psikiater, psikolog terutama psikolog klinis, dapat mendiagnosa gangguan berdasarkan perilaku pasien, sifat, dan performa tes termasuk komunikasi verbal dan nonverbal, seperti kontak mata. Mereka juga diperbolehkan memberikan resep obat Selain terapi-terapi yang diakui untuk memperbaiki, mengendalikan, dan mencegah penyakit mental.

Bagaimanakah Cara Kerja Konsultasi Psikologi Anak?

Seorang anak atau pasien yang percaya bahwa ia mempunyai gangguan mental atau emosional dapat menemui, baik psikiater atau psikolog. Beberapa pasien dirujuk oleh profesional lainnya, seperti guru, dokter umum, atau psikiater mengikuti diagnosis atau perkembangan gejala tertentu. Konsultasi biasanya dilakukan di klinik psikolog, yang dirancang untuk memenangkan dan membuat pasien nyaman sehingga mengurangi tingkat tekanan dan kegelisahan pada pasien. Psikolog memulai konsultasi dengan menanyakan tujuan pasien, diikuti dengan analisis tiap arahan, dan  temuan.

Konsultasi Psikologi Anak Agar Tidak Menjadi Pemarah

Sifat pemarah pada anak dapat muncul karena berbagai alasan. Hal ini dapat bergantung pada umur dan tahapan pertumbuhan yang dilalui si anak. Kendati sifat seperti itu tampaknya kerap dialami oleh sebagian besar balita, beberapa orang tua masih harus menghadapi sikap keras itu bahkan hingga si anak menginjak usia lima atau enam tahun. Anak-anak usia balita memiliki keinginan tertentu yang tidak dapat atau tidak ingin untuk selalu dipenuhi oleh ayah atau ibunya. Umumnya balita tetap bersikeras agar keinginannya itu dipenuhi.

Saat si kecil sudah mengerti apa kemauannya, biasanya orang tua menghadapi masalah ketika harus menjelaskan kepada buah hati mereka itu mengapa mereka tidak dapat memperoleh apa yang diinginkan. Dan saat itu tuntutan si anak dan keinginan orang tua beradu, saat itulah ledakan amarah itu terjadi. Pemicu kemarahan anak bisa beragam, namun yang paling sering adalah perasaan frustasi, keadaan lelah dan penolakan. Pada masa balita umumnya si kecil memiliki keinginan yang kuat untuk bersikap mandiri namun dengan kemampuan yang terbatas. Di satu sisi perkembangan motorik mengalami kemajuan yang pesat namun masih belum disertai pengarahan gerakan yang baik.

 Hal ini biasa menimbulkan frustasi saat anak sedang melakukan suatu aktivitas, sementara ia belum memiliki kemampuan mengendalikan diri untuk menahan amarahnya. Pada saat itu orang tua harus memiliki perencanaan dan harus belajar membaca situasi dan bertindak sesuai dengan kondisi itu.  Misal memberikan banyak kesempatan pada anak untuk melakukan aktivitas yang diinginkan namun tetap mendampinginya. Atau pada keadaan ketika anak balita anda tengah bermain dengan mainannya dan makanan akan siap 10 menit lagi, berilah interval waktu untuk mengingatkannya agar ia tidak kaget dan lebih bisa mempersiapkan diri.

Anak-anak di usia ini telah mengalami perkembangan kemampuan bahasa sehingga mampu mengungkapkan keinginannya , saat si kecilmarah, cari tahu penyebabnya dan cobalah selesaikan masalahnya melalui diskusi dengan bahasa yang mudah dipahami.   Misalnya ketika si anak menolak diajak kedokter. Dengan perlahan katakan bahwa kita memahami mengapa ia menolak. Namun berikan juga alasan yang konkret dan bisa mereka cerna mengenai pentingnya saat itu harus kedokter dengan penjelasan yang positif. Tentunya hal ini dilakukan saat kondisi anak sudah tenang.

Namun jika cara ini tidak berhasil, maka orang tua dapat mencairkan situasi dengan memberikan penghargan  jika ia bersikap baik, misalkan kita akan membacakan buku cerita baru sepulangnya dari dokter dengan kata-kata yang menenangkan untuk meredakan kemarahannya. Sebenarnya intensitas sikap pemarah telah amat menurun saat anak menginjang usia lima tahun keatas. Anak usia lima sampai delapan tahun mungkin saja masih menggunakan senjata tangisan dan hentakan kaki saat marah.

Namun karena ia telah menginjak usia itu, mereka harus diajarkan agar dapat mengendalikan rasa marahnya lebih cepat ketimbang anak dibawah usianya. Pada kondisi ini juga orangtua diharapkan dapat memahami perasaannya dan membiarkan anak mengungkapkan perasaannya. Orang tua juga dapat mengantisipasi konflik yang dialami anak usia sekolah dengan menggunakan perencanaan dan aturan-aturan yang telah didskusikan dan disepakati dengan anak.

Jika kemarahan anak masih meledak, maka orangtua dapat melakukan konsultasi psikolog anak untuk memastikan pemicu kemarahan anak beserta penanggulangannya. Bagi para orang tua, salah satu masalah tersulit dalam menghadapi anak pemarah adalah menahan emosi. Karena amarah dapat memicu siklus respon balik. Kita akan terpancing untuk marah dan anak akan bertambah marah.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *