Melihat Anak Susah Makan dari Sisi Psikologis

anak susah makan
Ibu dan Balita

Anak susah makan tentu menjadi kekhawatiran sendiri bagi Bunda karena akan berdampak bagi tumbuh kembangnya. Selama ini mungkin solusi dalam mengatasi anak yang susah makan adalah dengan memaksanya makan, namun tahukah Bunda bahwa ternyata penyebab anak susah makan karena ada sebab psikologisnya.

Maka, jika dilihat dari sisi psikologisnya, penyebab anak susah makan sebagai berikut:

  1. Rasa Cemas

Bukan hanya orang dewasa, ternyata anak-anak pun dapat merasa cemas. Dalam hal ini, perasaan cemas yang muncul dapat disebabkan karena berbagai faktor, seperti cemas karena takut berpisah dari orangtua karena berpikir bahwa akan terjadi sesuatu yang buruk menimpa orangtuanya. Selain itu, anak bisa cemas karena berada di lingkungan baru atau ketika ia mulai bersekolah dan lainnya. Gejala-gejala fisiologis akan sering muncul seiring dengan kecemasan yang timbul, seperti perilaku gelisah, berkeringat dingin, berdebar-debar, sulit konsentrasi, susah tidur dan sebagainya. Maka ketika anak diberi makan, jika keadaan ini muncul ia akan susah makan. Jadi, sebaiknya Bunda menenangkan sang buah hati ketika ia mulai menunjukkan gejala cemas.

  1. Tertekan atau Depresi

Gejala psikologis lainnya yang membuat pola makan anak berubah adalah ketika ia merasa tertekan atau depresi. Ketika anak sedang depresi, maka ia akan mengalami dua masalah makan, yaitu ia menjadi banyak makan sehingga makannya berlebihan dan mengakibatkan obesitas atau sebaliknya, ia menjadi anak susah makan. Dua hal ini harus segera ditangani jika buah hati Bunda mengalami gejala tersebut. Depresi banyak dialami oleh anak usia sekolah disebabkan oleh berbagai faktor, seperti lingkungan dan teman. Kegiatan bullying yang kerap terjadi pada anak sekolah juga dapat menjadikan anak depresi.

  1. Hubungan yang Tidak Baik dengan Orangtua

Anak susah makan juga dapat berpengaruh dari hubungannya dengan orangtua. Ketika anak menjadi rewel ketika makan dan orangtua merespons dengan tidak sabar dan cenderung memaksa anak untuk tenang dan kembali makan, maka ini akan menjadi hal yang tidak menyenangkan bagi anak. Dalam hal ini, pola asuh orangtua harus diperhatikan. Sebagai contoh, jika orangtua tidak menyediakan makanan yang bervariasi, maka ketika anak diberi makanan yang lain maka ia akan menolak dan memilih makanan yang itu-itu saja sehingga membuatnya menjadi anak yang pilih-pilih makanan. Kedepannya jika ini terus berlanjut maka anak akan susah makan karena ia hanya ingin memakan sesuatu yang ia tahu saja. Selain itu, kondisi rumah tangga yang bermasalah, suasana makan yang kurang menyenangkan, lalu tidak pernah makan bersama dalam satu meja, sampai terus memaksa anak untuk makan walaupun ia tidak mau juga merupakan berbagai faktor psikologis anak susah makan.

Maka dari berbagai faktor psikologis tersebut, alangkah baiknya jika orangtua memperbaiki dan lebih memperhatikan kondisi psikologis anak. Seperti mengajaknya makan bersama dan berbicara dengannya. Selain itu, sediakan makanan yang ia sukai atau yang ia inginkan agar anak bersemangat untuk makan. Karena, anak, terutama yang masih berada dibawah 5 tahun masih belum memiliki pemahaman penuh akan sekitar sehingga butuh lebih banyak bimbingan dan pengertian dari sekitar, terutama orangtua. Jadikan hal ini juga sebagai pembelajaran bagi Bunda dalam menghadapi dan mengenal lebih karakter anak Buatlah perintah menjadi ajakan sehingga anak dapat mengerti dan membuat ia tidak menjadi anak susah makan.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *