Memahami Tips Anak Susah Makan Yang Harus Bunda Ketahui

Anak Susah Makan
cosmomom.com

Tips anak usah makan adalah salah satu hal yang penting untuk mengatasi masalah yang biasa dijumpai pada anak. Biasanya para orangtua akan dibuat bingung dan cemas dengan sikap anaknya yang tidak mau makan. Ada saatnya orangtua tidak paham dengan kemauan anak sehingga cara pemberian makan sehari-hari menjadi kegiatan yang membosankan untuk anak.

Sebagai orangtua, Bunda perlu tahu di kategori mana usia anak Bunda sebab kebutuhan dan selera yang berbeda-beda di setiap usia anak. Susah makan merupakan segala sesuatu yang berhubungan dengan tidak nafsunya anak untuk mengkonsumsi sejumlah makanan yang dibutuhkannya.

Berbagai tanda anak sulit makan umumnya mudah dikenali oleh Bunda sebab orangtua umumnya paham tentang kebiasaan makan anak setiap harinya. Setiap anak akan memperlihatkan tanda yang berbeda sesuai dengan usia dan keinginan mereka masing-masing. Pada anak yang masih menyusui umumnya akan menunjukkan bahwa ia tidak mau untuk menyusu, terkadang juga disertai gumoh atau muntah. Pada bayi yang telah memperoleh makanan tambahan selain ASI umumnya akan melepeh dan menyemburkan makanan yang diberikan padanya. Bayi akan melepeh makanan sebab belum terbiasa makan dengan sendok sehingga memerlukan waktu untuk melatih kemampuannya untuk makan menggunakan sendok.

Mengenali Tips Anak Susah Makan

Sulit makan adalah masalah individu anak sehingga usaha untuk mengatasinya juga bersikap individual tergantung kepada beratnya dan berbagai faktor yang menjadi penyebab sulit  makan pada anak. Berikut ini beberapa tips yang dapat Bunda lakukan untuk mengatasi sulit makan pada anak

  • Berikan pujian bila anak menghabiskan porsi makanan yang diberikan padanya.
  • Berikan makan sembari bermain atau bercerita untuk si kecil.
  • Ajak  anak makan bersama keluarga, biarkan anak makan sendiri tanpa disuapi.
  • Perhatikan makanan yang anak sukai dan gabungkan dengan menu keluarga.
  • Bunda dapat membuati makanan yang bervariasi secara sederhana sekedar mampu menarik perhatian anak Anda.
  • Bunda bisa memberikan anak kasih sayang yang besar dengan bersikap lemah lembut saat menyuapkan makanan atau merayunya agar mau makan.
  • Berikan makan saat anak tidak sedang lelah dan biarkan anak istirahat dulu sebelum diberi makan.
  • Jadwal makan harus disesuaikan dengan waktu lapar anak dan pengosongan lambungnya , selain itu perhatikan pula jarak waktu pemberian makan agar anak tidak diberi makan saat masih kenyang.
  • Porsi disesuaikan dengan keperluan anak, dapat dengan porsi kecil namun harus lebih sering.
  • Ibu perlu tenang saat menemani anak makan, sebaiknya tidak dalam kondisi terdesak atau banyak kegiatan.

Dampak Yang Terjadi Jika Tips Anak Tidak Mau Makan Diabaikan

Tidak mau makan yang sifatnya sederhana seperti  karena sedang sakit, umumnya tidak sampai memperlihatkan dampak yang berarti pada kesehatan dan tumbuh kembang si kecil. Dampak yang paling berarti baru akan datang pada kondisi sulit makan yang cukup berat. Dalam jangka pendek, dampak yang dapat terjadi seperti keadaan kekurangan energi akut dan hipoglikemia, kejang, berkeringat dingin, hingga pingsan. Sedangkan dalam jangka waktu lama, sulit makan akan menyebabkan terjadinya hambatan tumbuh kembang anak, kurang asupan gizi, kekurangan vitamin A, anemia defisiensi besi, kekurangan yodium dan mineral yang lain, kecerdasan dan kekebalan tubuh akan menurun.

Ada berbagai penyebab tidak mau makan pada anak yang masing-masing memerlukan kontrol dan penanganan sesuai dengan masalah tersebut. Beberapa penyebab yang biasa ditemui yaitu:

  • Pemberian ASI tidak benar.
  • Pemilihan makanan tidak sesuai dengan tahapan tumbuh kembang anak.
  • Usia pemberian makanan tambahan belum tepat, bisa terlalu dini atau malah  terlambat.
  • Jadwal yang sangat ketat atau tidak fleksibel.
  • Cara pemberian  makanan yang tidak  tepat, contohnya terlalu memaksakan waktu dan jumlah makanan untuk anak, tidak sabar saat membujuk sehingga mereka akan  melawan.
  • Faktor waktu atau kesempatan untuk makan yang tidak mencukupi.
  • Adanya kelainan atau penyakit pada gigi saluran pencernaan, geligi dan rongga mulut, infeksi secara umum ataupun non infeksi.
  • Faktor gangguan atau kelainan psikologis karena distorsi dalam hal pemberian makan, seperti penolakan makan, nafsu makan berkurang, nafsu makan berlebihan, sengaja memuntahkan makanan yang telah dimakan, dan adanya rasa cemas.

ASI sebaiknya diberikan dari bayi lahir hingga usia 6 bulan, sedangkan makanan pendamping bisa diberikan setelah 6 bulan sebab sistem pencernaan anak mulai membaik untuk menerima makanan padat untuk pertama kalinya. Saat pertama kali Bunda bisa memberikan tekstur yang tidak padat terlebih dahulu. Lalu setelah anak mulai suka dengan yang sedikit kental maka Bunda bisa memberikan tekstur yang lebih padat sesuai dengan porsi si kecil. Pada usia ini Bunda juga bisa mulai memberikan buah-buahan, misalnya saja pisang, tomat, jeruk dan lain sebagainya.  Pada usia 6 sampai 7 bulan si kecil mulai bisa diperkenalkan nasi tim saring dengan bahan makanan yang lebih beragam dengan jenis protein hewani seperti ikan, hati, dan daging.

Nasi tim bisa disaring menggunakan blender, saringan, atau bisa dengan dihaluskan. Dalam sehari Bunda bisa memberikan tim ini 1 kali, bubur susu 2 kali, buah 1 kali, dan sisanya yaitu ASI untuk diberikan pada si kecil. Mulai usia 8 dan 9 bulan tim tidak lagi disaring namun dibuat dengan tekstur yang sedikit padat sesuai dengan pertumbuhan gigi si kecil. Pemberian tim pada usia 9 sampai 12 bulan diberikan secara bertahap, bisa diberikan 3 kali sehari sebagai makan pagi, makan siang, dan juga makan malam. Nasi tim juga merupakan tips anak susah makan yang ampuh supaya si kecil mau untuk makan.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *