Membayangkan Tumbuh Kembang Balita Tanpa Gadget

Apa yang mungkin terjadi dengan tumbuh kembang balita jika ia tidak mengenal gadget? Apakah ia akan menjadi anak yang kurang dalam perkembangan?

Gadget selalu diidentikkan dengan hal yang modern yang bisa membantu banyak hal. Dan gadget sekarang bisa digunakan agar balita berkembang lebih optimal. Hal ini disebabkan adanya permainan edukatif yang ada di dalam gadget.

Apakah hal tersebut sepenuhnya benar?

Memang pada awalnya gadget itu sangat membantu, khusus untuk perkembangan balita. Setidaknya ada konsep di mana gadget didesain untuk membantu balita mengenal lebih banyak hal seperti bahasa, warna, hewan, dan lain sebagainya.

Namun, apakah pada kenyataannya seperti itu?

Ternyata konsep jauh sekali dengan realita. Sekarang, ibu bisa bayangkan bagaimana tumbuh kembang anak tanpa gadget.

Balita Lebih Aktif

Coba ibu sebutkan jenis permainan tradisional yang dulu ibu mainkan ketika masih kecil di mana pada waktu itu belum ada gadget seperti saat ini.

Hampir semua permainan tradisional itu menuntut balita untuk bergerak dan bergerak. Dan ini sangat baik sekali untuk perkembangan balita.

Berbeda dengan gadget. Memang ada banyak permainan edukatif di dalam gadget. Sayangnya, anak cenderung pasif, diam, dan tidak beraktivitas karena mereka beraktivitas di dalam dunia gadget atau juga di dalam dunia virtual jika ia bermain game online.

Apa yang terjadi? Lihat saja. anak-anak sekarang cenderung tidak mau bergerak. Susah jika diajak untuk olahraga. Mereka lebih suka berdiam diri dengan gadgetnya.

Nah, sekarang ibu bisa bayangkan bagaimana tumbuh kembang sang buah hati ibu tanpa gadget?

Mudah Bersosialisasi

Sebenarnya bukan aktivitas gerak saja yang menjadi yang menjadi permasalahan yang besar, tapi kemampuan untuk bersosialisasi.

Karena anak sekarang ini sudah kecanduan bermain gadget, ia cenderung susah untuk bersosialisasi dengan orang lain, bahkan dengan teman seumurannya sendiri. Hal ini dipengaruhi oleh kebiasannya dan banyaknya waktu yang ia habiskan untuk bermain gadget sendiri.

Jika si kecil mengalami hal tersebut, ibu patut untuk khawatir. Karena kecerdasan anak itu tidak hanya yang berkaitan dengan kognitif saja, tapi juga berkaitan dengan hubungan dengan orang lain.

Maka tidak kaget jika balita saat ini susah sekali untuk diajarkan tepo seliro dan berbagi dengan orang lain. Mereka cenderung tumbuh menjadi anak yang egois. Tidak lain salah satu penyebabnya adalah gadget yang membuat mereka menjadi anak yang egois atau mementingkan diri sendiri.

Apakah mungkin si kecil bisa berkembang tanpa gadget? Sangat mungkin. Yang perlu ibu lakukan hanya kemauan yang kuat.

Ibu bisa memulai dengan hal-hal yang sepele. Setiap kali ibu mengasuh dan bersama sang buah hati, usahakan agar ibu tidak memegang gadget. Ini cara yang paling mudah agar anak tidak mengenal gadget.

Ada waktu di mana ibu bisa memagang gadget, yaitu ketika tidak sedang bersama si kecil atau si kecil sedang tidur. Dan jika ibu melakukan hal tersebut, ibu akan memastikan bawasannya ibu memiliki quality time yang sesungguhnya dengan sang buah hati. Karena ibu fokus mengurus balita ibu, bukan bermain dengan gadget ibu. Bukankah itu yang seharusnya dilakukan oleh orang tua yaitu memberikan perhatian sepenuhnya untuk si kecil?

Selain itu, ibu juga sebaiknya menawarkan permainan alternatif selain gadget seperti bermain kelereng, bermain sepeda, jalan sehat, bermain ayunan di taman bermain, dan lain sebagainya.

Dengan demikian, ibu bisa menghindarikan si kecil dari gadget. Dan lihatlah bagaimana perkembangan balita akan lebih optimal tanpa gadget.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *