Mencegah Balita Keracuanan Dan Pertolongan Pertama Ketika Balita Keracunan

cara-merawat-anak-730x430Sebagai orang tua bagaimanpun caranya harus bisa mencegah balita keracunan. Apalagi keracunan ini bisa terjadi kapan saja dan juga kepada siapa saja, termasuk juga pada balita.

Sebenarnya pengertian dari keracunan sendiri ada dua, pertama ada bahan beracun yang masuk ke tubuh, kedua karena mengkonsumsi jenis makanan tertentu dan tubuh memberikan reaksi penolakan (dikenal dengan keracunan  makanan).

Saat usia si kecil sudah milai mengekplorasi lingkungan yang ada di sekitarnya, potensi bahaya keracunan menjadi lebih besar. Saat ini si kecil sudah mulai berjalan, memegang, mengambil, kemudian menelannya.

Tetapi di sisi lain si kecil belum tahu apakah benda yang ditelan tersebut berbahaya ataupun tidak, beracun ataupun tidak, bisa mengancamnya ataupun tidak. Maka dari itu kenapa dalam situasi ini Bunda harus tahu bagaimana cara mencegah batita keracunan.

Apalagi dalam fase ini, potensi bayi mengalami keracunan sangatlah besar. Dan tentunya Bunda tidak menginginkan terjadi sesuatu yang bisa membahayakan si kecil dan hal seperti itu terjadi dikarenakan keteledoran dari Bunda sendiri.

Mengatasi Keracunan Makanan Pada Balita

Keracunan makanan ini bisa terjadi ketika makanan atupun minuman tercampur racun maupun zat-zat yang berbahaya. Umumnya banyak yang berpikir jika keracunan makanan erat kaitannya dengan gastroenteritis atau yang sering disebut dengan infeksi usus.

Infeksi usus seperti ini umumnya akan menyebabkan diare dan muntah-muntah. Tetapi yang perlu Bunda pahami adalah gejala keracunan tidak hanya itu saja, terkadang ada gejala lain timbul akibat dari keracunan, seperti halnya mual dan kram perut.

Jika hal seperti ini sampai terjadi pada bayi Anda, tentunya akan sangat menyakitkan untuk si kecil. Untuk itulah jangan sampai Bunda memberikan jenis makanan yang bisa membuat bayi keracunan. Dan mencegah bayi keracunan lebih baik dari pada mengobati bayi yang keracunan.

Gejala Keracunan Makanan Pada Anak

Ketika anak mengalami keracunan makanan, umumnya beberapa gelaja yang akan muncul adalah perut anak menjadi sakit yang diikuti dengan mual dan muntah-muntah. Selain itu umumnya anak juga akan mengalami diare sehingga harus bolak-balik ke toilet.

Anak yang sedang keracunan makanan umumnya juga akan mengalami demam serta banyak berkeringat. Selain itu ada darah pada tinja. Jika kondisi anak Anda persis seperti itu, maka potensi anak mengalami keracunan makanan sangatlah besar.

Cara Mengobati Anak Keracunan Makanan

Dikaranakan Anda belum bisa mencegah anak keracunan makanan dan pada akhirnya si kecil harus mengalami keracunan makanan, maka langkah selanjutnya adalah cara mengobatinya.

Jika Bunda membawanya ke dokter, umumnya dokter akan langsung menanyakan makanan apa saja yang dimakan oleh si kecil dan sejak kapan gejala keracunan ini terjadi.

Setelah itu dokter akan memeriksa si kecil mulai dari mengambil sampel darahnya, tinja, dan air seni untuk diperiksa di laboratorium. Barulah nantinya dokter tahu penyebab sebenarnya dari keracunan tersebut.

Biasanya, keracunan makanan seperti ini bisa sembuh dengan sendirinya. Oleh sebab itu, dokter umumnya akan memberikan resep antibiotik guna mamatikan bakteri penyebab dari keracunan tadi.

Perawatan di Rumah Anak Yang Mengalami Keracunan

Anak keracunan makanan umumnya akan sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari. Supaya keadaan anak menjadi lebih baik lagi, pastikan agar si kecil:

  1. Intirahat yang cukup dan mengkonsumsi banyak cairan supaya terhindar dari dehidrasi.
  2. Minum sedikit-sedikit tetapi teratur supaya mempermudah tubuh menyerap cairan.
  3. Dan jangan memakan makanan padat terlebih dahulu selama diare belum sembuh.

Selain itu, jangan pernah memberikan obat diare tanpa resep. Hal seperti ini berpotensi akan membuat gejala keracunan bertahan lebih lama lagi. Ketika diare dan muntah sudah berhenti, berikan jenis makanan rendah lemak dan juga hambar selama beberapa hari guna mencegah perut bereaksi.

Tips Mencegah Balita Keracunan Makanan

Guna mencegah Batita keracunan makanan, ikuti beberapa tips berikut ini. Diantaranya adalah:

  1. Biasakan keluarga Anda selalu mencuci tangan, terutama sebelum makan, setelah menyentuh makanan mentah, dan setelah buang air. Gunakan sabun dan juga air hangat kemudian cuci tangan selama 15 detik.
  2. Jangan memberikan susu yang belum dipasteurisasi (diolah) pada balita Anda.
  3. Bersihkan semua peralatan memasak yang digunakan dengan sabun dan air panas.
  4. Jangan lupa untuk mencuci semua sayur dan buah yang tidak dikupas sampai bersih.
  5. Masak bahan makanan hewani dengan menggunakan suhu aman. 71 derajat celcius untuk daging sapi. Sedangkan untuk pemotongan daging yang tebal suhu amannya adalah 63 derajat celcius. Untuk ayam setidaknya 74 derajat celcius dan untuk ikan adalah 63 derajat celcius.
  6. Setelah mengeluarkan makanan yang disimpan di freezer, usahakan untuk meletakkannya di lemari es, microwave, maupun air dingin. Jadi makanan tersebut tidak boleh dicairkan atau dilunakkan pada suhu ruangan.

Jangan sampai bayi keracunan makanan, ingat bahwa mencegah lebih baik dari pada mengobati. Pilihlah jenis makanan yang tepat untuk si kecil. Selain itu pemilihan susu bayi juga sangat penting untuk diperhatikan.

Kenapa demikian? Sebab pemilihan jenis susu yang tepat bisa dikatakan sebagai salah satu cara untuk mencegah balita mengalami keracunan. Oleh sebab itu jangan sampai memilih produk susu yang sembarangan.

Jadi pada intinya, dalam hal ini Bunda memiliki andil yang sangat besar dalam hal memastikan tumbuh kembang si kecil. Oleh sebab itu jangan sampai Bunda tidak tahu apa saja yang bisa mengancam kesehatan tubuhnya. Maka dari itu mengetahui cara mencegah balita keracunan menjadi salah satu hal penting untuk Bunda ketahui.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *