Mendisiplinkan Anak Tanpa Harus Melakukan Kekerasan

mendisiplinkan anak
Friso Indonesia

Tidak mudah untuk mendisiplinkan anak. Hal ini terlihat dari banyaknya orang tua yang harus mengajarkan tentang disiplin dengan kekerasan, entah itu kekerasan verbal atau fisik.

Mungkin ini yang dilakukan oleh orang tua secara turun temurun. Dengan harapan agar anak menjadi penurut dan disiplin, mereka mengajarkan dengan cara kekerasan. Dan ini dianggap sebagai hal yang benar.

Sayangnya tidak. Justru jika cara mendisiplinkan anak dilakukan dengan kekerasan, maka anak cenderung akan berontak dan susah diatur. Kalau tidak sekarang, ketika dewasa nanti ia akan menjadi anak yang sangat sulit diatur.

Mengucapkan Kalimat Positif

Sering kali orang tua menggunakan kalimat negatif. Seperti contoh, “Jangan pulang terlalu sore karena ada PR yang harus dikerjakan” atau “tidak boleh jajan di luar”. Bukankah kalimat tersebut bisa diubah menjadi kalimat positif menjadi “Nanti adik pulang cepat ya” dan “nanti makan di rumah saja, ibu sudah buatkan makanan kesukaan”.

Sepertinya tidak ada bedanya antara penggunaan kalimat positif dengan kalimat negatif. Akan tetapi, menurut pakar perkembangan anak, anak akan memiliki perkembangan yang baik jika lebih sering mendengarkan kalimat positif daripada kalimat negatif.

Ibu bisa belajar tentang psikologi perkembangan anak dengan pakarnya langsung di www.friso.co.id. Silakan ibu bertanya langsung kepada ahlinya melalui situs tersebut, tak terkecuali tentang bagaimana menerapkan kedisiplinan pada anak tanpa kekerasan.

Berdiskusi

Yang sering dilakukna oleh orang tua adalah komunikasi satu arah. Mereka hanya menyampaikan apa yang ingin mereka sampaikan kepada anak. Dan marah juga salah satu wujud interaksi satu arah orang tua kepada anak.

Hal ini membuat anak merasa terkekang. Ia selalu diperintah atau dimarahi. Tidak pernah sekalipun ia mendapatkan kesempatan untuk berbicara. Padahal, ini yang terpenting dalam menerapkan kedisiplinan pada anak.

Diskusi ini menjadi sangat diperlukan jika ibu ingin membuat anak disiplin. Diskusikan tentang pelajaran, bukan hanya ibu meminta anak belajar. Nasehati apa yang sebaiknya anakk ibu lakukan untuk mencapai cita-cita.

Memberikan Reward

Kebanyakan orang tua memberikan hukuman jika anak berbuat kesalahan. Atau jika anak tidak disiplin dan akhirnya mendapatkan nilai jelek di sekolah, maka orang tua akan marah.

Namun, sangat jarang sekali orang tua memberikan reward terhadap hal baik yang anak lakukan. Ini yang tidak banyak orang sadari. Mungkin ibu juga mengalami hal yang sama.

Padahal, cara membuat anak disiplin bisa dilakukan dengan memberikan reward terhadap hal baik yang ia lakukan. Reward inilah yang menjadi pengingat agar anak selalu disiplin dalam melakukan hal baik. Ia belajar dengan disiplin setiap malam, bermain tidak hingga sore hari, dan apa saja kedisplinan yang ibu terapkan akan ia ingat. Dan itu yang diperlukan hanyalah reward.

Jadi, apakah mendisiplinkan anak harus dengan kekerasan? Kalaupun itu yang dilakukan oleh orang tua zaman dahulu, itu sudah tidak berlaku lagi pada saat sekarang. Parenting atau cara mendidik anak harus jauh dari kekerasan. Dan hal tersebut bisa ibu pelajari sendiri. Ibu bisa baca beberapa referensi tentang bagaimana mendidik dan mengasuh anak tanpa kekerasan di www.friso.co.id.

Banyak hal yang perlu dipelajari oleh orang tua jika ingin melihat anak mereka berkembang secara optimal. Itulah mengapa parenting harus ibu kuasai. Asuh anak dengan benar dan biarkan anak berkembang secara optimal. Temukan bakat pada dirinya dan terapkan kedisiplinan. Maka anak akan siap menghadap masa depan.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *