Mengajak Si Kecil Berpuasa Tanpa Harus Khawatir dengan Perkembangan Balita

perkembangan balita
Ibu dan Balita

Sejak umur berapakah si kecil bisa diajak berpuasa? Apakah ketika masih balita ibu boleh mengajaknya untuk ikut menjalankan ibadah puasa?

Pertanyaan yang cukup sulit. Namun pada umumnya sejak balita ibu tidak perlu khawatir untuk mengajak balita ibu untuk berpuasa. Hanya saja, ada beberapa pengecualian.

Setiap orang tua pasti ingin mengenalkan ibadah wajib kepada anaknya sedini mungkin. Dan bulan puasa ini merupakan bulan yang tepat untuk mengenalkan sekaligus mengajarkan salah satu ibadah wajib bagi umat islam, yaitu berpuasa.

Usia Ideal Anak Mampu Berpuasa

Jika tidak ada masalah dengan kesehatan sang buah hati ibu, maka ibu tidak perlu ragu untuk mengajaknya menjalankan ibadah puasa. Anak sudah mampu menahan lapar sejak usianya mencapai 4 tahun. Jadi, saat ia masih balita, sebenarnya ia sudah mampu untuk berpuasa.

Hanya saja, ibu tidak boleh memaksakan. Jika tahun adalah tahun pertama si kecil ikut puasa, ajarkanlah untuk berpuasa setengah hari. Ini cara yang paling tepat untuk memperkenalkan serta mengajarkan berpuasa kepada sang buah hati.

Akan tetapi, jika kondisi kesehatannya tidak memungkinkan, maka sebaiknya ibu tunda dulu mengajarkan berpuasa kepada si kecil. Ada beberapa anak yang hingga usia 4 tahun belum bisa mengkonsumsi nasi. Ia hanya minum susu. Itupun susu yang khusus. Karena masalah kesehatan tertentu, balita tersebut harus mendapatkan gizi hanya dari susu tersebut.

Contoh kasus seperti itu sepertinya tidak memungkinkan balita tersebut diajak berpuasa. Yang jelas, jangan sampai berpuasa justru membuat kesehatan balita semakin buruk.

Tips Agar Balita Mau Berpuasa

Ada balita yang dengan senang hati ingin ikut menjalankan puasa. Justru mereka marah jika dilarang orang tua mereka agar tidak usah ikut berpuasa. Alasannya sama. Orang tua mereka belum tega membiarkan balita berpuasa. Khawatir jika terjadi hal buruk terhadap perkembangan balita.

Namun tidak sedikit balita yang enggan untuk berpuasa. Bahkan diminta untuk puasa setengah hari pun mereka tidak mau. Jika usianya sudah mencapai 4 tahun dan kondisi kesehatanya sangat baik, sebagai orang tua ibu harus bertindak agar si kecil mau mencoba untuk menjalankan ibadah puasa.

Ibu bisa menjelaskan jika tidak berpuasa maka tidak boleh ikut shalat bersama-sama di masjid, terutama shalat idul fitri. Atau, ibu bisa janjikan membelikan baju baru jika mau menjalankan puasa walaupun setengah hari. Bujukan bisa menjadi cara yang paling ampuh agar anak mau mulai berpuasa.

Namun, jika ia sudah sedikit lebih dewasa misalnya ia sudah berusia5 tahun, ajaklah untuk berbicara. Kenalkan tentang Tuhan dan jelaskan kenapa sebagai umat islam ia harus berpuasa.

Agar si kecil tidak sering mengeluh lapar dan haus di siang hari, ibu bisa ajak si kecil untuk melupakan waktu seperti menemaninya bermain permainan yang paling ia suka. Atau, ibu ajak si kecil untuk menyiapkan hidangan berbuka di dapur.

Saat sore hari tiba, ibu bisa ajak jalan-jalan sebentar. Pasalnya, terkadang sore hari membuat anak tak sabar untuk segera berbuka.

Menciptakan kegiatan yang menyenangkan akan membuat balita ibu lupa lapar dan dahaga. Hal ini harus ibu usahakan agar si kecil semakin merasa bawasannya puasa itu menyenangkan. Puasa sama sekali tidak berat. Bahkan dengan puasa mereka semakin senang.

Dengan demikian, ibu pun tidak perlu mengkhawatirkan dengan tumbuh kembang balita walaupun si kecil ikut berpuasa.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *