Mengajarkan Agar Anak Mengucapkan Kata-Kata Sopan Itu Tidak Mudah

konsultasi psikologi anak
www.momjunction.com

Memastikan anak hanya menggunakan kata-kata sopan itu tidak mudah lho bu. Apalagi jika ibu tinggal di daerah perkotaan di mana kehidupan sosial kurang begitu mendukung. Seperti yang ibu ketahui, anak itu peniru ulung. Ia tidak hanya menirukan apa yang ibu ucapkan tapi juga orang sekitar katakan. Maka dari itu, lingkungan sangat menentukan kesopanan anak.

Lalu, apakah ibu harus pindah ke lingkungan yang bagus? Jika memang itu urgen dan harus dilakukan, maka sebaiknya ibu memutuskan untuk pindah ke tempat yang bagus untuk tumbuh kembang anak. Maka dari itu, banyak tanah atau rumah dijual dengan harga yang sangat tinggi bukan karena kondisinya yang bagus tapi lingkungan yang baik dan mendukung perkembangan anak.

Tentu bukan hanya pindah dan tinggal di daerah yang bagus yang harus ibu lakukan. Ibu juga harus melakukan hal lain agar anak hanya belajar mengucapkan kata-kata yang baik dan sopan.

Memilihkan Komunitas

Komunitas ini artinya sangat luas. Bisa saja komunitas di lingkungan rumah, yaitu teman bermain. Bisa juga komunitas di sekolah di mana anak bersekolah.

Maka yang paling penting untuk dipertimbangkan adalah komunitas sekolah. Ada banyak sekali sekolah yang biaya SPP nya sangat mahal. Itu bukan karena fasilitasnya yang mewah atau kurikulumnya bagus. Mereka biasanya juga menawarkan sebuah komunitas belajar yang kondusif dan baik untuk tumbuh kembang anak. Ini yang harus menjadi prioritas utama mengingat anak menghabiskan banyak waktu di sekolah. Lebih dari itu, ia juga lebih banyak berinteraksi dengan anak-anak di sana. Bisa dikatakan teman-temannya ya di sekolah tersebut.

Orang tua yang memikirkan tentang komunitas yang baik ini juga mereka yang akan memilih sekolah yang baik sekalipun itu mahal. Sayangnya, sekolah seperti ini tidak bisa ditiru oleh semua sekolah. Kebanyakan sekolah terlalu banyak anak didik sehingga sulit untuk mengontrol anak. Guru tidak begitu bisa mengawasi anak dalam sebuah komunitas.

Jadi, sekolah itu sebenarnya bukan hanya tempat untuk mengembangkan bakat dan menggali potensi serta kecerdasan. Lebih dar itu, sekolah merupakan tempat untuk membentuk karakter. Dan karakter yang baik itu ditunjukkan dengan mengucapkan perkataan yang sopan. Ibu pasti setuju dengan hal ini, bukan?

Menjadi Teladan Yang Baik

Bukan hanya komunitas sekolah saja yang perlu untuk diperhatikan. Komunitas kecil, dalam hal ini keluarga, juga sangat berpengeruh. Bahkan, ini lebih berpengaruh dibandingkan dengan komunitas sekolah. Maka dari itu, para psikolog anak mengatakan karakter anak itu bsia dilihat dari keluarganya. Apabila ia tinggal dengan orang tua yang baik, maka anak akan tumbuh menjadi pribadi yang baik, sopan dalam bicara, serta tidak mau berbuat jahat kepada orang lain.

Maka dari itu, wajib hukumnya bagi ibu dan suami untuk bisa menjadi teladan yang baik. Jangan pernah mengucapkan kata-kata yang kasar dan tidak sopan. Di dalam rumah tangga, pertengkaran antara suami istri sangat mungkin terjadi. Hanya saja, jangan sampai ibu bertengkar di depan anak, apalagi di dalam pertengkaran tersebut keluar kata-kata yang tidak sopan. Ingat, anak itu peniru yang baik. Memorinya sangat kuat sehingga ia bisa menirukan apa saja yang ibu sering katakan, terutma kata-kata yang tidak sopan.

Tidak hanya pertengkaran. Terkadang ibu atau suami ibu stres karena masalah kantor. Jangan sampai hal tersebut menimbulkan kemarahan yang diluapkan melalui kata-kata kasar kepada anak.

Pada intinya, orang tua harus menahan diri agar tidak mengeluarkan sepatah katapun yang tidak sopan kepada anak. Itu harus dilakukan.

Hati-Hati Dengan Tontonan TV

Ibu sering menonton lawak di TV? Ini merupakan tontonan yang bagus penghilang stres. Akan tetapi, ini bukan tontonan yang bagus untuk anak kecil. Apalagi model lawakannya seperti yang hit saat ini di mana pelawak menggunakan kata-kata kotor, makian, hinaan, dan lain sebagainya. Ini kata-kata yang menjadikan lawakan lucu. Namun, bagaimana jadinya jika kata-kata tersebut diucapkan juga oleh si kecil.

Maka dari itu, ibu harus hati-hati ketika mengajak anak menonton tayangan TV. Sebaiknya, ibu mengalah. Pilihkan channel yang menayangkan tontonan untuk anak-anak. Sementara itu, ketika ibu tidak dengan anak, ibu bisa menonton lawak atau tontonan lainnya.

Sebenarya, tidak ada yang salah dengan lawakan. Hanya saja, anak belum memiliki filter untuk mengetahui lawakan dan juga kata-kata yang digunakan itu bukan sekedar untuk hinaan, tapi sebagai bahan penyampai ide dengan cara yang memang menggukan kata-kata kotor. Yang pasti, jangan sampai anak menonton lawakan seperti itu sampai usianya sudah dewasa.

Jadi, sulitnya bukan main untuk mengajarkan anak berkata sopan. Lebih ngeri lagi jika melihat banyak komunitas anak-anak di sekolah yang terdiri dari anak-anak yang kesopannnya tidak begitu diperhatikan oleh orang tua. Maka dari itu, pilihkan komunitas yang tepat. Selain sebagai sarana mengajarkan kesopanan, ini juga penting untuk membangun karakter anak.

Sulit tapi tidak berarti tidak bisa dilakukan. Jika ada masalah, pasti ada solusinya. Yang pasti, sekalipun anak sudah sekolah, ibu tetap harus ekstra waspada. Ibu harus tetap menaru perhatian. Kenali dengan siapa saja anak bermain di sekolah. Siapa saja teman-teman akrabnya. Akan lebih baik juga jika ibu memahami bagaimana cara mengajar guru di sekolah tersebut. Jangan sampai seperti yang diberitakan di TV di mana ada guru yang mengajarkan dengan cara kekerasan kepada anak didiknya. Bagaimana anak bisa mempraktikkan keseponan jika ia diajar oleh guru yang seperti ini?

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *