Mengajarkan Balita Tentang Sopan Santun

mengajari anak sopan santun
www.ibudanbalita.com

Kapan si kecil bisa mulai diajari tentang sopan santun? Menurut ahli psikologi anak, balita usia 1 tahun sudah bisa diajari tentang sopan santun. Hal ini disebabkan balita sudah bisa memahami apa yang ibu katakan. Ibu bisa memberi nasehat dan balita pun bisa memahami apa yang ibu katakan.

Akan tetapi, bagaimana cara mengajari balita sopan santun? Berikut ini tips untuk ibu terapkan.

  1. Menjadi Contoh Yang Baik

Ibu harus mengerti proses belajar balita itu proses meniru. Artinya, ia meniru apa yang ia dengarkan untuk bisa belajar bicara. Ia meniru apa yang ia lihat untuk belajar bertindak atau berperilaku.

Inilah mengapa rumah dianggap sebagai tempat belajar pertama si kecil. Sementara itu, ibu sebagai orang tua adalah gurunya.

Oleh sebab itu, penting sekali bagi ibu untuk menunjukkan atau mempratekkan hal yang baik. Tujuannya agar akan meniru hal-hal yang baik tersebut.

Tidak lain ibu adalah tauladan bagi anak. Dan dengan cara ini, maka ibu secara tidak langsung sudah mengajarkan sopan santun kepada balita.

  1. Mulai Dengan Hal Yang Kecil

Banyak hal yang terkait dengan sopan santun. Namun, ibu hanya perlu memilih hal-hal yang kecil dan sepele.

Contohnya, ibu bisa mengajarkan bagaimana berjabat tangan dengan tamu atau orang yang si kecil temuai, mengucapkan salam, dan hal kecil lainnya. Lakukan terus menerus hingga si kecil terbiasa.

Selain itu, yang tak kalah penting adalah mengajarkan balita agar terbiasa mengucapkan terima kasih dan tolong.

  1. Belajar Dari Cerita

Kenapa ibu perlu meluangkan waktu untuk membacakan cerita ketika balita akan tidur? Ini yang tidak banyak orang tahu.

Ternyata, proses belajar yang tepat adalah ketika balita sedang masuk ke alam bawah sadar, yaitu ketika ia mulai tertidur lelap. Pada saat itulah, ibu sebagai orang tua bisa memberikan nasehat terkait dengan tata karma yang baik.

Menurut ahli psikologi, pada saat balita berada di antara alam sadar dan alam bawah sadar, pada waktu itulah otaknya bekerja. Ia menyerap apa yang ia dengar dan ketika dewasa nanti, hal tersebut akan terbuka.

Bisa dikatakan, nasehat yang ibu berikan tidak bisa dipahami saat ini juga, tapi ketika anak ibu sudah dewasa. Itulah mengapa selain membacakan cerita, ibu sebagai orang tua harus memberikan intisari atau pesan moral dari cerita tersebut ketika ia sudah mulai terlelap atau sedang menuju ke alam bawah sadarnya.

Sekarang ibu sudah tahu bukan bagaimana cara mengajarkan tata krama atau sopan santu kepada balita?

Banyak anak yang cerdas. Akan tetapi, yang tak kalah penting adalah anak harus memiliki sopan santun. Tentu saja ibu sangat bangga kan jika memiliki anak dengan karakter yang baik?

Dan ini akan sulit dilakukan jika anak sudah dewasa. Ibu harus mengajarkan sopan santun mulai ketika anak ibu masih kecil.

Mungkin ibu bisa tukar pengalaman dengan orang tua yang lain di forum ibu dan balita. Ibu bisa bertanya apa kendala yang orang tua hadapi, bagaimana mengatasi anak yang nakal, bagaimana mengendalikan anak, dan lain sebagainya.

Membesarkan anak bukanlah perkara yang mudah. Banyak orang tua yang gagal. Lihat saja bagaimana anak susah diatur, cenderung nakal, dan bahkan berani melawan hukum. Bagaimanapun juga, apa yang dilakukan oleh anak tidak lepas dari bagaimana cara orang tua membesarkan serta mendidiknya di rumah.

Oleh sebab itu, penting sekali ibu mengajarkan sopan santun kepada balita.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus
One Comment

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *