Mengatasi Jerawat Usai Melahirkan

mengatasi jerawat
Clean & Clear Indonesia

Menjadi seorang calon ibu adalah kebahagiaan sebagai seorang wanita, menunggu hari lahir bayi sambil mengelus perut membuat leleh hati. Apalagi ketika bayi sudah lahir, rasa sukses dan bahagia tidak dapat digambarkan dengan singkat. Namanya hidup, tidak selamanya indah. Bahkan masa yang seharusnya penuh kebahagiaan datang dengan resiko yang tidak sedikit. Kandungan hormon masa kehamilan bisa mempengaruhi berbagai macam kondisi ibu hamil. Seperti noda hitam, kemerahan dan jerawat muncul di muka sudah menjadi hal umum. Hamil bukanlah alasan berhenti menjadi cantik, tapi mengatasi jerawat menjadi tantangan tersendiri dengan adanya sederetan bahan yang dilarang dokter selama masa kehamilan.  Setelah melahirkan pun belum tentu ‘hiasan’ di wajah akan hilang dengan sendirinya. Ini dia jalan yang bisa ditempuh untuk mengurangi jumlah jerawat di wajah bekas masa kehamilan.

Jangan mencoba merawat sendiri, terutama jika definisi merawat kamu berarti menyentuh atau memencet jerawat. Memang banyak peringatan semacam ini, dan bukan tanpa alasan. Meski jerawat bisa dihindari tapi sekali muncul, masalah satu ini di luar kontrol kamu. Faktanya, jerawat biasa muncul 5 – 7 hari tapi noda bekas memencet jerawat bisa tahan di wajah berminggu minggu bahkan berbulan bulan. Tahan tangan kamu, gatal ingin menyentuh jerawat wajar saja ada, tapi jangan biarkan ia mengontrol kamu.

Sangat sarankan kamu menyerahkan perawatan kulit kamu di tangan professional. Bereksperimen dengan diri sendiri bukan hal baik ditambah dengan kehadiran si kecil, apalagi jika kamu wanita karir dengan jadwal padat, mencoba menemukan cara mengatasi wajah kamu bukan pilihan waktu terbaik kamu. Jadwalkan pertemuan dengan dokter kulit untuk facial, masker, atau perawatan wajah lain yang disarankan. Pastikan dokter kulit kamu berlisensi atau kamu percaya sehingga kamu bisa menyakan tips dan trik mempertahankan kesehatan kulit wajah usai perawatan.

Dokter memakan terlalu banyak biaya dan kamu tetap bersikeras melakukan perawatan sendiri di rumah? Rekomendasi kandungan produk pada umumnya adalah salicylic acid. Memang kandungan BHA tidak dianjurkan saat hamil tapi ketika bayi sudah lahir, bahan ini tidak lagi berbahaya bagi kamu. BHA mampu melembutkan kulit, mengurangi bakteri dan minyak di wajah tanpa menyebabkan iritasi. Sedangkan salicylic acid bisa mencegah jerawat, membersihkan kulit secara menyeluruh, dan mengeluarkan kotoran di wajah. Tidak hanya itu, ia mampu mencegah ‘hidung landak’ usai facial menyeluruh. Umumnya, bahan bahan tersebut cukup umum sehingga bisa kamu temukan di produk pembersih dan pelembab yang dikhususkan untuk jerawat dan bekas luka.

Pada masa menyusui, dehidrasi menjadi sahabat dekat yang tidak diinginkan. Apabila produk yang kamu gunakan membuat kulit terasa kering atau bahkan dehidrasi, segera ganti. Memang pembersih dan toner yang diformulasikan melawan jerawat, bekerja dengan mengeringkan jerawat itu sendiri sehingga mengandung banyak deterjen dan alkohol. Meski produk tersebut bekerja dengan baik, tapi bahan terlalu keras juga bukan hal yang baik bagi area wajah yang tidak terkena jerawat. Area yang tidak bermasalah bisa saja ikut dehidrasi, akibatnya minyak menumpuk dibawah wajah dan malah menimbulkan jerawat di bawah permukaan kulit yang lebih rumit lagi perawatannya. Ketika membeli produk perawatan pastikan telah berlabel bebas sulfate dan hindari produk berbahan sodium laureth atau lauryl , sulfate, dan ammonium laureth sulfate. Bahan bahan tadi sangat berpotensi mengeringkan kulit.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *