Mengatasi Tantrum untuk Kebaikan Perkembangan Balita

Perkembangan Balita
Ibu & Balita

Perkembangan balita dan cara ibu mengatasi tantrum ini sangat berketerkaitan. Oleh sebab itu, ibu harus berhati-hati dalam mengatasi tantrum. Pasalnya, cara yang ibu lakukan bisa sangat berhubungan dengan bagaimana tumbuh kembang sang buah hati ke depan nanti.

Apa itu Tantrum?

Bagi ibu yang belum begitu familiar dengan istilah tantrum, ibu perlu tahu terlebih dahulu apa itu yang disebut dengan tantrum.

Menurut para pakar psikologi balita, tantrum merupakan bentuk komunikasi yang dilakukan oleh balita kepada orang lain seperti ibu sebagai orang tua. Hanya saja, bagi orang dewasa, bentuk komunikasi tersebut terdengar seperti tangisan dan rengekan. Oleh sebab itu, kebanyakan orang mengatakan tantrum itu tangisan, bukan bentuk komunikasi balita kepada orang dewasa.

Terlepas dari hal tersebut, jelas sekali ada hubungan antara bagaimana ibu mengatasi tantrum dengan perkembangan balita. Apa yang ibu lakukan saat si kecil merengek dan menangis?

3 Hal yang Sebaiknya Ibu Hindari

Pernah ibu melihat balita merengek dan menangis karena mengingikan suatu hal? Itulah yang disebut dengan tantrum. Jadi, si kecil mencoba untuk menyampaikan apa yang ia inginkan namun tidak didengar atau tidak dimengerti oleh orang tua sehingga ia merengek dan menangis. Dalam dunia psikologi, hal tersebut disebut dengan tantrum.

Lalu, jika balita ibu melakukan hal tersebut, apa yang ibu lakukan? Tiga hal yang tidak boleh ibu lakukan, yaitu Membentak, melarang, menyerah.

Membentak sering dilakukan oleh orang tua karena merasa rengekan si kecil membuatnya terganggu. Apalagi ketika orang tua sedang dalam keadaan stres. Rengekan si kecil bukannya membuatnya luluh tapi terkadang justru membuatnya semakin stres.

Namun, jangan sekali-kali ibu membentak si kecil karena hal tersebut tidak baik bagi tumbuh kembang balita.

Melarang dengan mengatakan “jangan” atau kata-kata senada lainnya juga tidak boleh ibu lakukan. Hal tersebut tidak akan membuat si kecil diam. Dan yang lebih parah lagi, jika ibu sering mengulang kata-kata larangan, maka ia akan tumbuh menjadi anak yang penakut. Tentu ibu tidak ingin melihat perkembangan balita seperti itu, bukan?

Satu hal lagi yang juga tidak boleh ibu lakukan adalah menyerah. Sayangnya, ini yang sering dilakukan oleh para orang tua. Saat si kecil merengek, maka ia langsung menyerah dan melakukan atau memberikan apa yang ia inginkan. Mungkin pada saat itu ia akan berhenti menangis. Namun, dikemudian hari, ia akan melakukannya lagi dan hal tersebut akan membuatnya menjadi anak yang manja.

Hal yang Sebaiknya Ibu Lakukan Saat Si Kecil Tantrum

Hal paling pertama yang ibu bisa lakukan adalah membiarkan si kecil menangis. Memang tidak mudah untuk mempraktekkan tips ini. Namun, inilah yang terbaik untuk si kecil khususnya untuk perkembangan balita.

Diamkan sejenak hingga si kecil meluapkan emosi dengan cara menangis sekeras mungkin. Jika ibu merasa si kecil sudah meluapkan emosinya, maka ibu bisa mulai membuatnya diam. Berikan susu agar ia tenang. Setelah ia diam dan tenang, baru kemudian ibu mengajak si kecil bicara.

Mengajak berkomunikasi kepada si kecil merupakan intinya. Hanya saja, pastikan komunikasi tersebut ibu lakukan setelah ia tidak emosi. Ajaklah ia untuk berbicara agar tahu apa yang seharusnya dan tidak seharusnya ia lakukan.

Cara ini sangat tepat untuk sekaligus mendidik si kecil. Jadi, ibu tidak membentaknya atau menyerah dengan apa yang ia inginkan. Dua-duanya jelas bukan cara yang baik jika ibu ingin memastikan tidak ada masalah dengan perkembangan balita.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *