Mengatur Jadwal Makan Bayi 6 Bulan Yang Tepat

perawatkulit.blogspot.com
perawatkulit.blogspot.com

Saat anak Anda menginjak usia 6 bulan, maka Anda perlu mengetahui jadwal makan bayi 6 bulan. Usia 6 bulan adalah masa penting untuk bayi Anda. Usia ini umumnya ditandai dengan berbagai macam perubahan pada pertumbuhan dan perkembangan sang anak. Kemampuan bergerak, mengatur posisi tubuh, menggenggam serta kemampuan bersosialisasi akan mengalami banyak perubahan di usia 6 bulan ini. Salah satu perubahan yang paling penting lainnya yaitu perubahan pemberian jenis makanan.

Program ASI eksklusif akan berkahir ketika  bayi menginjak usia 6 bulan. Itu artinya Anda perlu memberikan makanan pendamping ASI pada bayi. Anda juga mulai bisa memberikan makanan dengan konsistensi yang lebih padat. Saat ini Anda benar-benar bisa memberikan jenis makanan sehat yang dimakan orang dewasa untuk diberikan kepada bayinya. Kali  ini kami akan membahas tentang jadwal makan bayi saat berusia 6 bulan terutama berguna untuk ibu yang baru mempunyai anak pertama.

Mengetahui Jadwal Makan Bayi 6 Bulan Berdasarkan Perkembangannya

Mulai memperkenalkan makanan dengan konsistensi lebih padat akan membantu bayi Anda berkembang dengan optimal. Makanan yang lebih padat akan bertahan lama di mulut bayi sebelum ditelan, dan melatih insting bayi untuk mengunyah makanan. Pemberian makanan padat merupakan hal penting yang akan mendukung pertumbuhan gigi Anda. Gigi bayi akan terangsang untuk tumbuh dan muncul ke permukaan gusi dengan terus melatih bayi mengkonsumsi makanan yang lebih padat.

Salah satu tujuan yang ingin dicapai dari pengaturan jadwal makan bayi 6 bulan adalah nantinya anak dapat mempunyai jadwal makan seperti orang dewasa. Berbeda pada masa pemberian ASI eksklusif dimana bayi minum ASI dengan frekuensi yang sering, pemberian MPASI pada umur ini harus dicocokkan dengan jadwal makan orang dewasa. Pada tahap awal cobalah berikan makanan tambahan sebanyak satu kali per hari sampai bayi terbiasa, lalu secara bertahap naikkan sampai pemberian makanan tiga kali per harinya. Tentunya jadwal makan bayi 6 bulan disesuaikan dengan jam makan keluarga.

Kendala yang dihadapi ibu saat memperkenalkan makanan padat adalah bayi seringkali menolak makanan baru yang ibu berikan. Untuk mengatasi hal  ini ibu harus mengerti beberapa prinsip. Pertama, makanan padat adalah makanan pendamping ASI, jadi jangan khawatir bila bayi hanya makan sedikit dari porsi yang ibu sajikan karena nutrisi utama yang bayi dapatkan ialah tetap dari ASI. Kedua, jangan paksa anak untuk menghabiskan semua makanan yang diberikan, biarkan anak bila hanya mau mencoba 1 sampai 2 sendok teh saja. Namun jangan menyerah untuk terus memperkenalkan makanan tersebut, terutama saat bayi merasa lapar jangan beri ASI atau susu sebelum mencoba memberikan makanan padat.

Libatkan berbagai jenis makanan dalam usaha ibu memperkenalkan MPASI ke buah hati. Berbagai macam nutrisi seperti karbohidrat, lemak, protein serta sayur dan buah-buahan merupakan sasaran utama yang harus buah hati dapatkan di MPASI. Dahulu, para ibu lebih mengutamakan memberikan menu dengan kandungan karbohidrat sebagai prioritas, dan cenderung memberikan makanan berprotein ketika anak sudah mulai terbiasa dengan makanan padat. Kini, banyak dokter anak yang merekomendasikan pemberian protein hewani sebagai menu pertama MPASI. Pada usia 6 bulan, zat besi cadangan di tubuh bayi semakin menipis sehingga sangat penting menyelipkan makanan berprotein yang mengandung zat besi seperti pada daging, hati atau marus pada jadwal makan bayi 6 bulan.

Setelah berhasil memberikan makanan padat pada anak, ibu haruslah menunggu 1-2 hari sebelum memperkenalkan jenis makanan baru pada bayi. Hal ini penting dilakukan untuk melihat apakah bayi mempunyai alergi terhadap makanan yang ibu berikan. Tanda-tanda alergi yang dapat timbul pada bayi adalah kemerahan pada kulit, bengkak pada bagian tubuh tertentu misalnya bibir, diare, bersin dan batuk serta bentol-bentol pada kulit.

Pemberian MPASI harus dilakukan bertahap. Hindari pemberian makanan terlalu padat tahap awal, karena dapat menimbulkan masalah kesehatan. Jenis makanan yang dapat ibu berikan pada awal perkenalan adalah bubur susu. Setelah 1-2 minggu, perkenalkanlah bubur saring berkarbohidrat atau berprotein. Ibu dapat mengkombinasikan bubur saring dengan sayuran atau buah. Setelah terbiasa dengan berbagai macam menu makanan bubur saring, mulailah memberikan bubur biasa pada bayi, potongan buah, potongan keju yang sangat kecil dan yogurt. Terakhir, di umur mendekati 1 tahun, ibu dapat memberikan nasi tim.

Jadwal Makan Bayi 6 Bulan Yang Disarankan

Jika Anda masih bingung tentang  jadwal makan bayi usia 6 bulan. Untuk mencobanya Anda bisa memberikan satu kali makanan dahulu pada awal perkenalan, selipkan di jam makan keluarga. Seiring berjalannya waktu, tingkatkan menjadi 2 kali sehari dan akhirnya 3 kali sehari.  Contohnya adalah sebagai berikut ;

Pagi setelah bangun tidur minum ASI , jam 9 pagi di berikan MPASI misalnya bubur susu, jam 11 pagi diberikan bubur susu atau saring, jam 3 sore diberikan ASI,  jam 6 sore diberikan MPASI misalnya bubur susu lalu jam 8 malam diberikan ASI.  Itulah jadwal makan bayi 6 bulan yang paling baik. Metode paling baik untuk memperkenalkan MPASI pada si kecil yaitu dengan  memberinya bubur saring dasar yang terdiri dari 1 jenis nutrisi, misalnya karbohidrat saja. Cara membuat bubur dengan protein sama seperti bubur beras bedanya Anda hanya perlu menambahkan air kaldu atau kuning telur ke dalam bubur ini. Kuning telur atau air kaldu dapat ditambahkan saat ibu merebus air putih sebelum ditambahkan larutan beras.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *