Mengenal Gejala Campak Pada Bayi Dan Cara Perawatan Yang Benar

cara-merawat-anak-730x430Dikarenakan penyakit campak ini sering menyerang bayi maka bunda harus tahu betul seperti apa gejala campak ini. Kesalahan yang sangat besar jika sampai Bunda tidak menyadari bahwa penyakit yang sedang diderita si kecil adalah penyakit campak.

Campak, morbili, tampek, atau measles ini merupakan salah satu penyakit yang berbahaya yang disebabkan oleh adanya infeksi virus morbili atau rubeola. Sebenarnya penyakit campak ini jarang dialami oleh bayi usia 5 bulan ke bawah, sebab pada usianya ini umumnya bayi masih memiliki kekebalan tubuh yang diturunkan dari ibunya.

Namun berbeda situasi bagi para ibu yang sebelumnya pernah menderita penyakit campak atau para ibu yang belum pernah mendapatkan imunisasi campak. Akan tetapi terlepas dari semua itu, sebenarnya seperti apa gejala dari campak ini?

Gelaja Campak Pada Bayi

Perlu Bunda pahami, bahwa penyakit campak pada bayi ini memang sangatlah menakutkan. Meskpun pada dasarnya penyakit ini sering terjadi, terutama pada bayi yang tidak mendapatkan vaksin campak, namun dampak kompilikasi dari penyakit ini bisa menyebabkan permasalahan yang serius.

Bayi ataupun anak-anak yang belum pernah mendapatkan vaksin campak berpotensi besar terkena penyakit ini. Tentunya dengan mengenali gejala awal campak bisa membuat para orang tua lebih waspada dan tanggap jika sewaktu-waktu penyakiy ini terjadi pada anak Anda.

Berikut ini merupakan gejala awal penyakit campak pada bayi yang harus diperhatikan oleh para orang tua:

  1. Demam

Seringnya, pada awalnya bayi akan demam terlebih dahulu. Perhatikan suhu normal bayi dan juga perubahan suhu bayi pada saat demam. Jika demam berlangsung lebih dari 24 jam, Anda perlu waspada. Bisa jadi si kecil sedang terkena campak.

  1. Hidung Meler

Hidung meler dan berair umumnya sering dianggap sebagai penyakit flu atau pilek yang biasa. Bahkan bisa saja dianggap bayi sedang mengalami alergi. Namun ternyata hidung meler ini bisa saja merupakan gejala dari penyakit campak yang umumnya muncul pada hari kedua setelah demam.

  1. Batuk

Batuk terus menerus bisa saja merupakan gejala dari penyakit ini. Umumnya bayi akan batuk pada saat hidung masih meler.

  1. Mata Berair dan Merah

Mata merah dan juga berair menjadi gejala lain dari penyakit ini. Gejala ini umumnya muncul pada saat bayi masih batuk atau flu. Pada saat itu umumnya kondisi bayi akan semakin lemah dan sering menangis.

  1. Tidak Nafsu Makan

Umumnya semau gejala di atas tadi juga akan dibarengi dengan nafus makan bayi menurun. Pada bayi yang sudah menerima MPASI umumnya tidak nafsu jika diberikan MPASI. Dan pada bayi yang belum menerima MPASI umumnya masih tetap minum ASI namun jumlahnya jauh menurun.

  1. Tubuh Lemah

Selang beberapa hari setelah berbagai gejala campak mulai keluar, selanjutnya tubuh bayi akan menjadi semakin lemah. Bayi tidak berminat lagi untuk bermain dan seringnya hanya ingin berada di atas tempat tidur. Selain itu, bayi juga akan menjadi sangat rewel sebab merasa ada yang tidak nyaman pada tubuhnya. Pada kasus tertentu, bayi akan selau minta untuk digendong.

  1. Muntah dan Diare

Setelah itu umumnya bayi akan mual, muntah, dan juga diare. Selanjutnya kondisi bayi akan semakin lemah sebab kekurangan cairan jika ASI tidak Bunda cukupi. Apalagi bayi yang menerima susu formula, umumnya kondisinya bisa lebih lemah lagi.

  1. Keluar Bintik Koplik

Selang beberapa hari selanjutnya, akan ada beberapa bagian tubuh bayi yang mulai keluar bintik koplik. Bintik koplik ini merupakan bintik merah pada kulit bayi yang berbentuk kecil-kecil, merah, atau bisa juga putih yang tampak seperti pasir yang muncul dari dalam kulit bayi.

Seringnya, bagian pertama kali yang terkena bintik koplik ini adalah pipi dan selaput lendir yang ada pada bagian dalam pipi. Ingat, bintik merah ini berbeda dengan biduran pada bayi.

  1. Ruam Campak

Setelah keluar bintik koplik, gejala penyakit campak selanjutnya adalah mulai keluar ruam campak. Umumnya ruam campak ini ada pada bagian wajah, leher, lengan, tangan, punggung, dan akhirnya sampai ke kaki. Saat ruam campak ini muncul, umumnya gejala lain dari campak sudah mulai berkurang dan tubuh bayi juga sudah tidak terlalu demam.

  1. Ruam Campak Terasa Gatal

Setelah keluarnya ruam campak, seringnya ruam campak akan terasa gatal. Tentunya bayi akan mulai rewel lagi. Ruam campak yang menjadi gatal ini seringnya berlangsung 2 sampai dengan 3 hari.

Bunda bisa meredakan rasa gatal dari ruam campak ini dengan cara memberikan bedak dingin yang alami. Selain itu sebisa mungkin untuk menghindari memberikan selep atau benda cair pada kulit bayi, sebab pada kondisi ini kulit bayi masih sangat sensitif.

  1. Kulit Kering dan Bersisik

Setelah ruam merah dan juga gatal yang biasanya berlangsung selama 5 hari, maka biasanya semua tanda-tanda campak akan menurun. Hal ini menjadi pertanda jika penyakit campak akan segera sembuh dan kondisi bayi akan pulih seperti semula.

Ruam merah tadi akan berubah menajdi coklat. Ada beberapa kasus kulit bayi menjadi bersisik dan kering. Untuk memulihkannya, Bunda bisa memberikan bedak dingin sampai sembuh.

Seperti itulah gejala dari penyakit campak yang harus Bunda ketahui. Supaya penyakit campak ini tidak terjadi pada bayi Anda maka penting untuk memberikan vaksin campak pada bayi. Namun meskipun demikian, Bunda tentunya masih harus tetap tahu seperti apa gejala campak ini.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *