Menggali Bakat Anak Semenjak Masih Kecil

Ibu dan balita
www.ibudanbalita.com

Sejak usia berapa bakat anak bisa diketahui? Ini pertanyaan yang sering ditanyakan oleh para orang tua. Mungkin ibu juga bertanya tentang hal tersebut. Menurut para pakar perkembangan anak, ketika usianya 4 tahun, pada saat itulah sebenarnya bakat anak sudah mulai terlihat.

Hanya saja, bakat tersebut samar sekali. Kelihatannya bakat tapi ternyata beberapa waktu kemudian ternyata si kecil tidak suka melakukan hal yang sebelumnya dikira sebuah bakat.

Itulah mengapa ketika usianya masih kecil maka cara mencari bakat semakin sulit. Semakin mudah jika usianya sudah belasan tahun. Dan inilah yang paling sering dilakukan oleh orang tua.

Dan ini yang paling disayangkan. Ketika usianya sudah belasan tahun dan baru terlihat bakat yang ada pada diri anak, maka bakat tersebut tidak bisa dioptmalkan. Akan lebih baik jika usianya masih balita.

Lalu, apa yang sebaiknya ibu lakukan jika anak ibu baru berusia 4 tahun atau lebih sedikit? Tentu saja ibu harus tahu cara menggali bakat anak.

Perhatikan Potensi Anak

Suka dengan jenis permainan atau kegiatan tertentu belum bisa dikatakan potensi lho bu. Karena bisa saja suatu saat nanti ia bosan dengan kegiatan atau permainan tersebut. Sementara potensi itu hal yang membuat si kecil semangat dan tidak merasa terbebani ketika melakukan hal tersebut.

Potensi bisa dibagi menjadi 8 kategori.

  1. Linguistik atau Bahasa
  2. Visual
  3. Kinestetik
  4. Musik
  5. Intra-personal
  6. Interpersonal
  7. Matematika
  8. Alam

Coba ibu perhatikan di kategori apa potensi anak?

Melakukan Prosentase

Ada kemungkinan si kecil memiliki potensi pada satu bidang kecerdasan dan banyak jenis kegiatan yang ia suka lakukan. Contohnya, anak ibu memiliki potensi pada bidang musik dan suka bermain piano, gitar, dan drum. Bukan berarti dia berbakat dalam memainkan tiga permainan tersebut lho bu. Pasti ada level yang berbeda antara berbakat pada tiap alat musik.

Oleh sebab itu, ibu perlu membuat prosentase untuk menentukan seberapa suka si kecil memainkan alat-alat musik tersebut dan lihat mana yang paling menonjol.

Hal ini kelihatannya mudah. Namun, pada kenyataannya cukup sulit. Dibutuhkan kesabaran serta ketelitian dalam melakukan pengamatan dan membuat prosentase.

Berikan Stimulus

Stimulus itu sangat penting. Stimulus bisa dari mana saja. Salah satunya dengan mengikutkan si kecil pada komunitas yang sesuai dengan bakatnya tersebut. Ini juga termasuk stimulus yang tepat lho. Karena dengan cara tersebut, ibu bisa benar-benar melihat apakah si kecil memang punya bakat di bidang tersebut atau hanya sekedar suka saja.

Yang harus jadi catatan adalah bawasannya bakat itu berbeda dengan kesukaan, meskipun bukan tidak mungkin karena suka maka anak akan menjadi berbakat pada bidang yang ia sukai tersebut.

Namun, jika ibu melihat dari bakat dalam arti potensi dari dalam diri, maka ibu akan lebih mudah untuk mengembangkan bakat tersebut.

Sebaliknya, jika ibu tahu kesukaan si kecil namun potensinya sangat kecil, maka ia akan sedikit kesulitan untuk mengembangkan potensi tersebut.

Untuk lebih memudahkan ibu dalam mengetahui bakat si kecil, ahli perkembangan anak sudah menjelaskan tentang cara mengenali bakat anak di www.ibudanbalita.com.

Di sana, ibu juga bisa langsung berkonsultasi secara online dengan pakar perkembangan anak jika ibu menginginkan. Yang pasti, akan lebih baik jika ibu tahu bakat anak di bidang apa sehingga ibu lebih mudah dalam mengarahkan si kecil untuk menggapai masa depan yang cerah sesuai dengan potensi yang ia miliki.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *