Meningkatkan Kemampuan Kognitif Melalui Permainan

Permainan Meningkatkan Kemampuan Kognitif
www.friso.co.id

Orang tua mana saja pasti ingin melihat anaknya cerdas. Dan kecerdasan tersebut berhubungan erat sekali dengan kemampuan kognitif.

Itulah mengapa banyak orang tua yang selalu berupaya agar kemampuan kognitif anak terus berkembang. Lihat saja banyak dari mereka yang rela mengeluarkan banyak uang untuk memasukkan anak mereka ke sekolah yang terbaik dan termahal sekalipun.

Tidak cukup sampai di situ saja. Anak mereka juga dimasukkan ke dalam tempat kursus agar ia tumbuh menjadi anak yang cerdas.

Apakah ibu juga melakukan hal yang sama.

Coba Ibu Bayangkan

Berapa lama si kecil mempunyai waktu untuk bermain?

Sepertinya ibu sudah puas jika semua waktu digunakan untuk belajar. Karena ibu bisa memastikan tidak ada waktu yang digunakan untuk hal-hal yang tidak perlu. Anak terus belajar hal-hal yang baru dan diharapkan ia akan menjadi anak yang tahu segalanya.

Namun, coba ibu bayangkan bagaimana jika ibu menjadi anak. Apakah ibu akan lelah dan jenuh?

Orang dewasa saja jika dipaksa untuk belajat terus menerus pasti akan jenuh, bukan?

Mesin jika digunakan terus menerus maka ada saatnya mesin tersebut tidak bisa bekerja dengan optimal.

Lalu, apakah benar dengan memasukkan ke sekolah terbaik serta ke tempat kursus akan membuat akan cerdas? Apakah cara tersebut bisa meningkatkan kemampuan kognitif?

Ibu pasti tidak setuju dengan cara tersebut.

Para pakar perkembangan anak sepakat bawasannya pada saat masih kecil, anak harus memiliki waktu untuk bermain. Ia harus bahagia bermain dengan teman-temannya yang lain. Ia tidak harus terus belajar.

Memang keinginan itu sangat baik. Mereka ingin anak mereka tahu banyak hal sehingga ketika dewasa nanti anak mereka menjadi anak yang cerdas.

Tapi, kebanyakan justru sebaliknya. Bukannya ia tumbuh menjadi anak yang cerdas, tapi anak yang tidak bahagia dan jenuh dengan kehidupan yang penuh dengan tekanan.

Lain hal jika kehidupan anak tersebut diwarnai dengan hal-hal yang menyenangkan. Bukankah ada ide permainan menyenangkan yang juga bisa meningkatkan sisi kognitifnya anak seperti yang sudah dijelaskan di www.friso.co.id? Jelas cara tersebut lebih baik daripada ibu mengirimkan anak ke sekolah atau kursus yang membosankan bagi anak ibu tersebut.

Anak Pintar Itu Bonus, Anak Baik Itu Harus

Mana yang ibu inginkan? Memiliki anak yang baik atau anak yang pintar? Banyak sekali anak pintar tapi tidak memiliki kelakuan yang baik. Mereka cenderung menjadi anak yang egois, kurang bagus dalam bersosialisasi. Hal inilah yang menjadi efek dari sistem pendidikan yang hanya menitikberatkan pada sisi kognitif saja, dan menyepelekan sisi yang lain.

Lain hal jika ibu berhasil mendidik si kecil menjadi anak yang baik. Anak yang baik artinya anak yang patuh dengan orang tua, suka menolong sesama, serta anak yang tahu tanggungjawabnya. Dengan kelakuan yang baik tersebut, sudah dipastikan ia bisa menjadi anak yang sesuai dengan keinginannya. Ia bisa menjadi anak yang cerdas juga karena kepribadiannya yang bagus seperti disiplin dan patuh terhadap orang tua.

Itulah mengapa pendidikan karakter dari rumah sangat diperlukan. Bukan orang lain melainkan ibu sendiri yang harus menjadi guru pendidikan karakter anak.

Berikan contoh kepada si kecil dan ia akan meniru contoh yang baik tersebut. Buat ia terbiasa berbuat baik dan itu akan menjadi karakter yang menempel hingga dewasa nanti. Cara mendidik anak inilah yang dijelaskan oleh pakar perkembangan anak di situs Friso supaya dipraktekkan oleh setiap orang tua.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *