Menjaga Kesehatan Anak Balita Agar Terhindar dari Gangguan Pencernaan

kesehatan anak balita
Friso Indonesia

Menjaga kesehatan anak balita terkadang bisa jadi hal yang sedikit membingungkan. Masalahnya, anak yang masih berusia balita belum tentu dapat menjelaskan keluhannya dengan jelas, sehingga kami sebagai orang tua pun bisa – bisa kesulitan dalam mencari solusi dari masalah kesehatan yang dialami anak balita.

Salah satu masalah kesehatan balita yang seringkali harus dihadapi oleh orang tua adalah masalah pencernaan. Tentunya, masalah pencernaan ini akan sangat berhubungan dengan apa yang dikonsumsi anak. Dari bahan makanan yang dikonsumsi hingga bagaimana bahan makanan tersebut diolah, jangan sampai makanan tersebut menyebabkan gangguan pencernaan pada anak. Ada beberapa saran yang bisa diikuti para orang tua agar pencernaan anak terhindar dari segala macam gangguan.

Sebelum membahas bahan makanan dan cara mengolah makanan yang tepat, ada hal yang sangat penting untuk diingat sebelum mempersiapkan makanan untuk anak dan bahkan orang dewasa. Hal ini adalah untuk menjaga kebersihan lingkungan dimana makanan akan diolah.

Cuci tangan yang dengan menggunakan air bersih dan sabun tangan yang cukup, karena makanan akan sangat mudah terkontaminasi jika tangan kotor. Jika memungkinkan, menggunakan sarung tangan juga bisa dilakukan. Tapi mencuci tangan tentunya bukan hal yg sulit, kan?

Pastikan juga peratalan masak seperti pisau dan alat memasak juga bersih dan tidak terapat sisa sisa makanan atau kotoran yang tertinggal. Ada baiknya jika piring atau panci yang sudah lama tersimpan di dalam lemari pun dibilas dengan air sebelum digunakan untuk memasak.

Jika semua hal diatas sudah dilakukan, yang perlu dilakukan berikutnya adalah untuk memilih makanan yang tepat. Selain menggunakan bahan makanan yang masih segar dan disimpan dengan benar, memperhatikan tanggal produksi dan kadaluarsa bahan makanan jugalah penting jika tidak ingin kesehatan anak terganggu.

Jika menemukan bahan makanan yang sudah mendekati tanggal kadaluarsa, sebaiknya buang dan jangan digunakan, karena pencernaan anak lah yang akan terkena akibatnya. Walaupun tidak disarankan, pencernaan orang dewasa mungkin akan lebih kuat dalam menghadapi bahan makanan yang mungkin sudah mendekati kadaluarsa, tetapi jika perlu berpikir “apakah makanan ini masih baik untuk dikonsumsi?” maka sebaiknya jangan dikonsumsi, ya.

Selanjutnya, hal lain yang perlu dihindari ketika mempersiapkan makanan untuk balita supaya terhindar dari masalah pencernaan adalah untuk tidak memberikan makanan setengah matang. Contohnya seperti telur atau daging yang setengah matang atau dimasak tidak matang secara menyeluruh. Nasi hangat dengan telur mata sapi setengah matang dan margarin memang terdengar enak sekali, tapi sebaiknya jangan disajikan untuk si kecil.

Banyak sekali kuman, bakteri, dan lain lain yang terkandung pada daging dan telur yang bisa menyebabkan sakit perut atau gangguan – bahkan infeksi pencernaan pada anak. Jadi sebaiknya masaklah hingga benar – benar matang.

Terutama jika menyajikan ayam, karena ayam yang tidak dimasak secara menyeluruh bisa menimbulkan bakteri salmonella, yang akan menyebabkan masalah pencernaan dan sakit perut yang cukup parah. Jangankan untuk anak balita, orang dewasa pun dapat dengan mudah terinfeksi salmonella ini.

Saran ini mungkin merupakan hal yang sudah masuk akal setiap kali akan mengolah atau membuat makanan, untuk orang dewasa maupun anak-anak. Akan tetapi, tidak ada salahnya kan untuk mengingatkan lagi hal apa saja yang perlu dipastikan agar kesehatan anak balita terjaga dan terhindar dari segala macam gangguan pencernaan yang dapat terjadi jika salah memberi makanan?

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *