Menjaga Kesehatan Balita Dengan Tanpa Antibiotik

kenali-berbagai-penyebab-anak-sakit-perut
www.friso.co.id

Banyak orang luar negeri yang khawatir jika sakit di Indonesia. Mereka takut diberi antibiotik. Karena memang kebanyakan perawatan medis di Indonesia selalu mengandalkan antibiotik agar pasien cepat sembuh.

Jika berbicara tentang kesehatan balita, ternyata pemberian antibiotik bukanlah cara yang tepat untuk menyembuhkan dari penyakit apapun yang ia derita lho. Jangankan balita, untuk orang dewasa saja harus hati-hati ketika diberi antibiotik.

Antibiotik Dan Kesehatan Anak

Ibu bisa cek sendiri apa yang dilakukan oleh tenaga medis ketika balita mengalami masalah kesehatan dan ibu membawanya ke rumah sakit. Sebelum dilakukan penanganan, sebaiknya ibu tanyakan dulu apakah balita ibu akan diberi antibiotik atau tidak. Tindakan memberikan antibiotik memang sering dilakukan karena membuat balita cepat sembuh. Namun, ini bertentangan dengan cara tepat menjaga kesehatan anak.

Di satu sisi, memberikan antibiotik artinya mengirinkan microorganisme dalam konsentrasi yang sangat rendah agar mampu menyerang microorganisme yang menjadi penyebab penyakit. Pada tataran ini, tentu tidak ada masalah. Hanya saja, dalam jangka panjang, ternyata hal ini bisa membuat sistem kekebalan tubuh alami anak tidak meningkat. Ia cenderung pasif. Akhirnya, balita ibu akan sangat bergantung pada antibiotik setiap kali ia sakit.

Hal ini akan semakin parah jika ternyata antibiotik yang diberikan tidak sesuai dengan standar. Justru bakteri atau virus yang menjadi penyebab balita ibu sakit akan semakin kebal dengan antibiotik. Jadi, tidak ada cara lain selain memberikan antibiotik yang semakin kuat jika balita sedang sakit.

Itulah mengapa antibiotik sebenarnya tidak selaras dengan cara menjaga kesehatan balita. Seharusnya, ibu fokus kepada cara bagaimana agar sistem kekebalan tubuh anak meningkat sehingga tubuh membuat proteksi sendiri dari serangan virus atau bakteri yang menjadi penyebab penyakit.

Kapan Balita Boleh Mendapatkan Antibiotik?

Anak yang terkena flu atau demam sebaiknya tidak langsung diberi antibiotik. Ibu hanya perlu membantu meringankan flu yang ia alami dan menurunkan suhu badannya saja. Makanya, sebenarnya tidak masalah jika ibu memberikan obat-obatan ketika anak sakit. Hanya saja, untuk penyakit ringan seperti flu dan demam, ibu jangan perbolehkan memberikan antibiotik.

Lalu, penyakit seperti apa yang akhirnya balita boleh mendapatkan antibiotik? Sebenarnya hanya dokter yang tahu. Namun, kebanyakan balita akan mengalami demam yang sangat tinggi akan diberikan antibiotik. Pasalnya, balita tersebut bisa saja terkena tifus. Jika tidak segera mendapatkan penanganan cepat, maka demam akan semakin tinggi dan bakteri semakin menyebar.

Demam yang sangat tinggi bisa menyebabkan kejang-kejang. Dan untuk menghindari hal terburuk seperti ini, maka tindakan emergency diberikan yaitu dengan memberikan antibiotik. Yang pasti, menjaga kesehatan jangka panjang sangat diperlukan. Terlalu sering memberikan antibiotik membahayakan kesehatan anak di masa depan. Anak akan menjadi kebal sehingga obat apapun tidak bisa menghentikan penyebaran mikroorganisme di dalam tubuh penyebab penyakit.

Ibu perlu lebih fokus terhadap peningkatan kekebalan tubuh balita, bukan pengobatan. Dengan meningkatkan kekebalan tubuh anak, sehingga tidak mudah sakit.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *