Menu Sahur Dan Berbuka Strategis Guna Menjaga Kadar Vitamin Untuk Ibu Hamil

vitamin untuk ibu hamil
www.duniamommy.com

Dalam waktu dekat, Ramadan akan tiba. Minggu lalu saja malam nifsu sya’ban sudah berlalu, masa berpuasa sudah semakin dekat. Bagi bunda yang sedang mengandung akan timbul pertanyaan besar di kepala, apakah akan melewati Ramadan kali ini atau tidak. Kebingungan bunda sangat dimaklumi mengingat kadar vitamin untuk ibu hamil harus dalam kondisi prima atau janin tidak akan bisa berkembang dengan baik.

Perlu diketahui, ayat Al Qur’an dan para ulama telah menjelaskan dengan mantap bahwa hukum ibu bayar fidyah. Makna dari bayar fidyah adalah perempuan hamil dipersilahkan melewatkan puasa pada bulan Ramadan namun harus membayar fidyah atau qadha. Fidyah umumnya sebesar 1,5 kilo gram beras atau makanan pokok lain, diberikan kepada orang miskin sejumlah hari tanpa berpuasa. Pelaksanaan juga bisa dilakukan setelah bulan Ramadhan atau sesudah idul Fitri.

Istilah Qadha cukup populer di kalangan perempuan berhalangan puasa saat Ramadan yakni mengganti puasa yang bolong kala halangan sudah usai. Imam syafi’I berpendapat apabila seorang perempuan hamil melewati puasa karena khawatir akan bayinya maka harus membayar fidyah. Kekhawatiran akan diri sendiri maupun diri sendiri dan bayinya, maka hukum berubah menjadi qadha tanpa perlu membayar fidyah.

Keputusan untuk berpuasa maupun tidak sepenuhnya hak bunda. Perlu ditekankan, langkah apapun yang ditempuh, bunda harus menyusun strategi asupan vitamin ibu hamil agar kondisi janin tetap aman terlepas berpuasa atau tidak. Terdapat beberapa asupan vitamin wajib yang harus diperoleh ibu hamil setiap harinya sampai dengan masa persalinan. Dengan menu berbuka dan sahur penuh vitamin tentu menempatkan bunda dan janin dalam posisi yang cukup aman.

Sebelum melangkah ke tahap menu yang tepat saat berbuka sahur, terlebih dahulu membahas seputar vitamin apa saja yang dibutuhkan oleh ibu hamil. Vitamin E, vitamin C, vitamin B12, dan vitamin D merupakan 4 vitamin wajib untuk masa kehamilan. Kadar vitamin yang diperlukan dalam sehari tentu beragam, sangat tergantung pada tubuh bunda sendiri. Tubuh bisa butuh lebih banyak vitamin C dibanding ibu hamil yang lain, dan kasus semacamnya.

Vitamin B12 banyak ditemukan dalam produk hewan seperti daging ayam sapi, keju, telur, dan kerang. Tubuh membutuhkan vitamin B12 untuk membuat sel darah baru dengan fungsi yang baik. Salah satu resiko kehamilan adalah pembuluh darah pecah karena tidak mampu ‘matang’ dengan baik tanpa bantuan vitamin B12. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang gemar memakan produk hewani kaya akan B12 memiliki resiko terkena anemia lebih sedikit dibanding mereka yang tidak mendapat asupan yang cukup. Rata – rata ibu hamil membutuhkan 6 mikro gram vitamin B12 setiap harinya.

Rasa panas di dada pada usia mengandung tertentu merupakan hal lumrah, pasalnya manusia tidak boleh menyerah dengan kondisi meskipun banyak yang mengalami sekalipun. Penyempitan pembuluh dada, sakit jantung, dan semacamnya ternyata dapat diatasi dengan vitamin E. Memang, vitamin E jauh lebih terkenal di kalangan dunia kecantikan dibanding dunia kesehatan namun demikian faktanya. Beragam masalah masa kehamilan termasuk menstruasi sekalipun bisa berkurang dengan asupan vitamin E yang cukup, paling tidak 10 mikro gram per hari.

Umumnya dokter tidak menyarankan memakan hidangan asam selama masa kehamilan, akan tetapi ada 1 vitamin yang umumnya berasa asam disenangi oleh tubuh ibu mengandung. Vitamin C biasanya hanya dikaitkan dalam mencegah demam atau flu, padahal vitamin C memiliki kemampuan lebih dari itu. Serangan depresi, ADHD (penyakit mental dimana penderita kesulitan berkonsentrasi) justru dapat terbantu dengan kehadiran vitamin C. Hormon kehamilan yang kerap mendorong rasa amarah pasti bisa diredakan dengan konsumsi vitamin C yang cukup yakni 70 mili gram sehari.

Vitamin terakhir namun bukan berarti paling tidak penting jatuh pada vitamin D. Berbeda dengan vitamin lainnya, vitamin D ibarat pendorong kinerja kalsium. Ketidak hadiran vitamin D bisa memperlambat tubuh dalam menyerap kalsium yang diperlukan. Seperti yang telah banyak diketahui, kalsium sejatinya berfungsi dalam menjaga tulang tetap kokoh. Beban kala kehamilan menuntut kerangka tubuh kuat baik untuk bunda maupun perkembangan janin. Tidak tanggung, rata – rata kebutuhan vitamin D mencapai 200 IU dengan 300 mili gram kalsium dalam sehari !

Sekarang bunda sudah lebih paham kebutuhan vitamin ibu hamil baik saat puasa maupun di luar puasa. Kembali pada pembahasan inti yakni strategi sahur dan berbuka ibu hamil , sudah saatnya membahas menu yang sebaiknya tersedia apabila bunda memilih untuk tetap menjalankan ibadah puasa. Harap diingat, strategi yang akan diluncurkan akan kembali lagi pada selera bunda. Beberapa makanan bisa jadi kurang cocok di lidah, mencari pengganti dengan kadar yang sama tentu bukan masalah.

Dalam melakukan perjalanan, sangat penting untuk mempersiapkan bahan bakar yang tahan lama, dan disinilah fungsi sahur. Dari sekian banyak bahan makanan, paling ideal adalah karbohidrat untuk sahur. Mengapa? dari sekian banyak makanan yang ada, karbohidrat termasuk makanan yang cukup lama dicerna sehingga mencegah datangnya rasa lapar. Jangan lupa memilih sumber karbohidrat yang sehat seperti nasi merah, dan roti gandum.

Waktu berbuka biasanya membuat kalap. Tidak perlu buru – buru menyerobot semua makanan, tenangkan diri terlebih dahulu. Makan 3 buah kurma dan lanjutkan dengan hidangan yang berasal dari sumber vitamin ibu hamil sesuai keterangan diatas.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *