Menyapih Anak Tidak Lagi Hal Yang Sulit

menyapih asi anak
www.facebook.com/FrisoIndonesia

Balita ibu sudah berusia 2 tahun? Jika ya, sudah saatnya ibu menyapih. Artinya, ibu tidak lagi memberikan ASI kepada si kecil.

Sebenarnya boleh-boleh saja memberikan ASI hingga lebih dari 2 tahun. Hanya saja, jika hal ini terus dilakukan, maka akan semakin sulit si kecil tidak lagi minum ASI. Dan ini menjadi masalah tersendiri ketika balita sudah masuk sekolah tapi tetap ingin minum ASI.

Itulah mengapa sebaiknya ibu mulai menyapih. Menurut pakar kesehatan balita, menyapih juga sangat dianjurkan ketika usia balita sudah mencapai 2 tahun.

Sulit Sekali Menyapih

Kebanyakan ibu akan mengalami kesulitan ketika harus menyapih. Umumnya balita akan rewel dan menangis ketika tidak mendapatkan ASI. Terutama ketika ia mengantuk dan ingin tidur. Ia sudah terbiasa minum ASI saat akan tertidur.

Belum lagi dengan masalah yang lain. Saat ibu mulai menyapih, si kecil tidak hanya akan rewel. Ia akan mengalami kesulitan tidur di malam hari. Ia terbiasa dengan minum ASI sehingga ia mudah tertidur. Sementara itu ketika ibu sudah mulai menyapih, si kecil akan kesulitan tidur.

Ibu bisa saja memberikan susu balita ke dalam botol. Akan tetapi, bagi balita yang terbiasa tidur dengan minum ASI, tentu saja hal tersebut sangat berbeda.

Rewel, menangis, dan susah tidur di malam hari akan ibu hadapi hingga beberapa hari ketika ibu mulai menyapih. Untuk itu, diperlukan teknik tertentu agar menyapih bisa lebih mudah dan efektif.

Cara Menyapih Anak

Yang harus menjadi catatan, balita rewel saat ibu mulai tidak memperkenankan dirinya untuk minum ASI itu hal yang wajar. Yang perlu ibu lakukan hanyalah beberapa hal berikut ini.

1. Sounding

Sounding ini merupakan teknik berbicara dengan anak. Berikan kata-kata yang positif seperti, “Adik sudah besar. Kalau haus minum susu dari gelas ya”

Sounding ini perlu waktu lama sehingga dipahami dan diterima oleh balita. Dan teknik ini bisa dipadukan dengan teknik yang lainnya.

2. Mengalihkan Perhatian

Balita rewel biasanya ketika ia mengantuk. Padahal, kebiasaan memberikan ASI agar ia tidak rewel dan mudah tidur tidak lagi boleh ibu lakukan ketika ibu mulai menyapih.

Sebaiknya ibu alihkan dengan hal yang lain. Ibu bisa gendong sambil berkeliling sekitar rumah atau sambil mengerjakan pekerjaan ringan di rumah. Dengan demikian, si kecil akan lelah sendiri dan akhirnya tertidur tanpa harus minum ASI.

3. Mengurangi Pemberian ASI Sedikit Demi Sedikit

Perubahan tidak bisa terjadi secara signifikan. Begitu juga ketika ibu mulai menyapih. Sangat jarang seorang balita langsung tidak lagi mau minum ASI jika selama 2 tahun sudah terbiasa minum ASI.

Menyapih bisa dilakukan secara bertahap. Ibu bisa mengurangi pemberian ASI sedikit demi sedikit. Hingga suatu saat nanti ibu benar-benar tidak perlu lagi memberikan ASI, terutama ketika si kecil akan tertidur.

Tiga hal tersebut bisa ibu terapkan jika ingin menyapih anak. Hal ini harus segera dilakukan agar si kecil tidak terus menerus minum ASI. Jika hingga usia 3 tahun nanti ia masih minum ASI, ibu pasti malu, bukan?

Dan semakin terlambat ibu menyapih, maka menyapih akan semakin sulit. Ini yang perlu diperhatikan.

Menyapih ini juga berkaitan dengan psikologi anak. Dengan memahami psikologi balita, maka ibu akan semakin mudah menerapkan program menyapih. Ibu bisa lebih jauh tahu tentang psikologi balita dengan cara berkonsultasi di www.friso.co.id atau baca saja artikel tentang psikologi anak di situs tersebut.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *