Menyediakan Internet Sehat untuk Anak, Blokir Saja Tidak Cukup

Ibu dan balita
www.ibudanbalita.com

Perkembangan teknologi sepertinya tidak bisa dibendung lagi. Jika anak tidak mendapatkan sumber informasi yang cepat, maka sudah bisa dipastikan ia akan tertinggal dari anak-anak lainnya. Dan sumber informasi bisa didapatkan tidak lain dari internet.

Sayangnya, banyak hal yang kurang enak didengar justru gara-gara internet. Adanya anak yang secara bebas membuka situs porno merupakan berita yang tak jarang ibu dengar.

Menyediakan akses internet di rumah dengan memblokir situs-situs yang menyediakan konten yang berbau porno bisa jadi solusi. Akan tetapi, bagaimana jika ia sudah menggunakan gadget sendiri?

Itulah mengapa menyediakan akses internet yang sehat untuk anak saja tidak cukup. Pemblokiran situs tertentu hanya secuil cara agar hal buruk seperti kasus di atas tidak terjadi pada anak ibu.

Namun, jika pondasi dan kepribadian tidak dibangun dengan baik, internet yang sehat hanya sekedar istilah saja.

Lalu, apa saja yang harus ibu lakukan agar anak tidak membuka situs yang berbau pornografi setelah ibu sudah menyediakan internet sehat untuk anak? Berikut beberapa poin yang bisa ibu lakukan.

  • Awasi

Keterlibatan orang tua itu sangat penting. Sebenarnya hal ini harus dilakukan oleh setiap orang pada waktu dulu ketika belum ada internet. Karena orang tua lah yang bertanggungjawab dan bisa mengarahkan ke mana arah masa depan sang anak, mulai dari mengawasi dengan siapa ia berteman, pemilihan permainan, dan lain sebagainya.

Dan ketika ibu harus menyediakan akses internet karena memang itu sekarang menjadi sebuah kebutuhan, kehadiran ibu juga sangat amat penting. Awasi ketika anak berselancar di dunia maya. Jika perlu, ibu bisa tempatkan komputer di ruang keluar, bukan di kamar anak sehingga ibu bisa lebih mudah untuk mengawasi.

  • Jangan Biarkan Si Kecil Punya Akun Media Sosial

Sebenarnya hampir semua akun media sosial sudah memberikan batasan anak usia berapa diperbolehkan mendaftarkan di sebuah akun media sosial.

Media sosial itu seperti sepeda motor. Hanya yang sudah bisa mengontrol yang bisa menggunakan. Jika belum bisa, maka bisa sangat berbahaya. Karena di akun media sosial, pengguna bisa upload dan share informasi. Dan anak yang masih kecil belum bisa bertanggungjawab atas apa yang ia upload atau share tersebut. Ini sangat berbahaya jika ia mengupload atau share hal yang negatif.

Itulah mengapa sebaiknya ibu larang si kecil membuat akun media sosial. Ibu juga tidak boleh justru membuatkan akun media sosial untuk si kecil. Anak yang sudah duduk di bangku SMA baru diperbolehkan memiliki akun media sosial.

  • Biasakan Agar Si Kecil Minta Ijin

Ini yang sulit. Namun untuk menambah keamanan, ibu bisa membiasakan si kecil agar meminta ijin dulu sebelum mengakses internet.

Bagaimana jika ia sudah memiliki gadget sendiri? Ini yang menjadi masalah. Sayangnya, banyak orang tua yang justru terkesan buru-buru memberikan gadget sendiri untuk anak sehingga ia tidak bisa dikontrol atau diawasi. Ia bisa mengakses internet kapan saja.

Efek negatif serta efek positif gadget serta internet sangat debatable. Namun, jika anak ibu masih kecil, sepertinya manfaat gadget dan juga internet tidak begitu bisa didaptkan oleh si kecil.

Untuk memastikan perkembangan anak baik, seharusnya ibu memilihkan jenis permainan yang edukatif yang memicu anak untuk aktif bergerak. Ada beberapa ide permainan edukatif untuk si kecil yang bisa ibu pilih di www.ibudanbalita.

Biarkan si kecil belajar dan berkembang sesuai dengan usianya ya bu. Jangan paksa ia belajar hal-hal yang sebenarnya melampaui usianya dengan memberikan gadget dan membiarkan ia mengakses internet.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *