Mitos Seputar Susu Ibu Menyusui yang Tak Seharusnya Kamu Percaya

susu ibu menyusui
Friso Indonesia

Di Indonesia, masih banyak orang menerima kabar tanpa melakukan klarifikasi secara ilmiah. Itulah mengapa mitos menjadi konsumsi yang sangat mudah dicerna oleh masyarakat. Mereka percaya begitu saja apapun berita yang mereka dengar orang lain. Apalagi orang yang mengatakan tersebuat adalah orang yang sudah tua. Maka mereka dengan mudah mengamininya.

Mitos ini juga bisa seputar susu ibu menyusui. Mulai saat ini, ibu tidak perlu percaya mitos-mitos seputar susu untuk ibu menyusui.

Susu Kedelai Bisa Membuat Bayi Putih

Pernah mendengar mitos yang satu ini? Mitos ini masih dipercaya oleh sebagian orang di mana seorang ibu yang menyusui bisa membuat buah hati memiliki kulit yang putih dan bersih hanya dengan cara mengkonsumsi susu kedelai.

Faktnya tidak demikian. Kulit yang putih, sawo, matang, atau hitam itu ditentukan oleh melanin, bukan karena susu yang ibu konsumsi. Melanin merupakan pigmen warna kulit yang disebabkan oleh faktor keturunan. Itulah mengapa kebanyakan orang Indonesia memiliki kulit wajah sawo matang. Hal ini disebabkan orang asli Indonesia terutama Jawa pada zaman dahulu memang miliki kulit sawo matang.

Jadi, jangan percaya dengan mitos yang satu ini ya. Jika ibu dan suami ibu memiliki kulit yang putih, maka besar kemungkinan anak ibu juga akan memiliki kulit putih. Tentu warna kulit anak ibu nanti ditentukan oleh faktor lain selain faktor genetik dari ibu dan suami.

Susu Penyebab Diare

Tidak hanya susu ibu hamil, susu untuk ibu menyusui juga sering dianggap sebagai penyebab diare. Ternyata, ini hanyalah mitos. Tahukah ibu diare itu disebabkan oleh apa? Betul sekali. Diare disebabkan bakteri yang mengganggu sistem pencernaan.

Namun, jika ibu diare setiap kali minum susu untuk ibu menyusui, hal tersebut disebbakan oleh penambah rasa, bukan karena susunya. Sangat disarankan agar ibu mengganti susu dengan rasa yang berbeda. Biasanya, rasa plain tidak mengakibatkan efek samping seperti diare, mual, dan juga muntah.

Selain itu, ada juga kemungkinan di mana ibu alergi terhadap rasa tertentu. Jadi, ibu perlu melakukan sedikit percobaan. Ibu bisa mencoba berbagai rasa susu dan lihat reaksi tubuh ibu. Pilihlah susu untuk ibu menyusui dengan rasa yang enak dan tidak membuat ibu diare.

Jadi, masih percaya dengan mitos? Setelah ibu tahu bawasannya apa yang selama ini ibu percaya hanyalah sebuah mitos, maka ibu harus mulai rutin mengkonsumsi susu. Karena dengan minum susu, nutrisi akan tercukupi dan keluhan kesehatan bisa dihindari.

Menjadi ibu memang sangat berat. Setidaknya hingga usia si kecil 2 tahun, ibu bisa terus memberikan ASI. Dan ASI bisa tubuh ibu produksi hanya jika kesehatan ibu terjaga. Oleh sebab itulah tidak ada alasan seorang ibu tidak mau minum susu.

Karena rendahnya kesadaran para ibu untuk menjaga kesehatan, tidak sedikit ibu hamil gagal memberikan ASI ekslusif. Padahal, ASI merupakan sumber nutrisi terbaik bayi. Tidak ada minuman yang lebih bergizi untuk bayi selain ASI. Untuk memastikan si kecil selalu mendapatkan ASI, maka ibu perlu menjaga kesehatan. Selain makan makanan yang sehat serta menerapkan pola hidup yang baik, ibu juga perlu minum susu selama ibu menyusui.

Sudah siap jadi ibu yang baik untuk sang buah hati? Cara pertama yang paling mudah untuk menunjukkan bahwa ibu memberikan yang terbaik adalah senantiasa memberikan ASI untuk si kecil.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *