Mungkin Ibu Yang Harus Disalahkan Ketika Balita Tidak Suka Sayur

anak makan sayur
www.friso.co.id

Banyak sekali balita yang mengalami masalah saat usianya sudah mencapai 2-3 tahun. Ada yang susah makan. Ada juga yang pilih-pilih menu makanan. Yang sangat disayangkan adalah ketika ia tidak mau makan sayur.

Tapi, sejenak ibu perlu berpikir jernih jangan-jangan anak yang tidak mau makan sayur itu disebabkan oleh ibu sendiri. Hal ini bisa saja terjadi lho.

Untuk mengetahui apakah ini adalah kesalahan ibu atau bukan, ibu perlu jawab pertanyaan berikut ini.

  1. Apakah Ibu Suka Sayur?

Sayang sekali ketika ada banyak orang tua mengeluh lantaran balita mereka tidak makan sayuran namun ternyata mereka sendiri tidak doyan makan sayur. Bagaimana bisa balita suka sayuran jika orang tuanya tidak suka makan sayur?

Apakah ini faktor genetika? Bisa saja. Namun, yang pasti, balita itu meniru apa yang dilakukan oleh orang tua. Jika orang tua memberikan contoh selalu mengkonsumsi sayuran, bahkan mengkonsumsi cemilan berupa sayuran, maka balita akan sangat mudah sekali tertarik dan melakukan hal yang sama.

Bagaimana jika sebaliknya, ibu tidak suka makan sayuran? Ibu sudah tahu sendiri jawabannya.

  1. Seberapa Bervariasi Ibu Menyajikan Sayuran?

Beruntung sekali jika ibu suka masak. Atau bahkan mungkin ibu suka sekali berkreasi membuat masakan yang baru. Namun, ibu harus pastikan ada sayuran sebagai salah satu bahan utamanya ya.

Beberapa balita tidak mau makan sayur karena menu sayuran itu-itu saja. akhirnya mereka bosan dan tidak lagi mau makan sayuran.

Ibu harus terus berkreasi. Ibu bisa saja menggunakan sayuran yang sama yang sangat disukai oleh si kecil. Namun, ibu harus menyajikan dengan cara yang berbeda. Ibu bisa berkreasi menyajikan sayuran yang tampilannya menarik atau rasanya berbeda.

  1. Apakah Ibu Sering Mengajak Si Kecil Untuk Belanja?

Ternyata, mengikut sertakan balita untuk aktivitas tertentu akan menumbuhkan kesukaan pada balita lho bu.

Contohnya saja, ibu mengajak si kecil belanja sayuran di pasar. Ini bisa membuat balita tahu dan akhirnya lebih menyukai mengkonsumsi sayuran. Akan lebih baik jika ibu mengajak si kecil untuk berinteraksi ketika sedang membeli sayuran. Ibu bisa main tebak-tebakan nama-nama sayuran yang dijual di pasar. Biarkan si kecil menjawab nama sayuran tersebut.

Ini bisa seolah-olah menjadi terapi agar anak mulai suka kembali mengkonsumsi sayuran.

  1. Apakah Ibu Sering Memberikan Menu Makanan Cepat Saji?

Ini yang sangat disayangkan. Banyak orang tua yang menganggap tidak masalah memberikan makanan cepat saji seperti halnya mie instan kepada balita yang usianya sudah di atas 2 tahun.

Memang pada usia tersebut anak sudah memiliki sistem pencernaan yang bisa dikatakan sangat baik layaknya orang dewasa. Namun, bukan berarti ibu boleh memberikan makanan instan. Lihat apa yang terjadi. Anak cenderung lebih suka dengan makanan seperti itu dan akhirnya menolak menu masakan sayuran.

Ini sama seperti balita yang mulai suka dengan cemilan atau jajanan dan kemudian mulai tidak suka mengkonsumsi makanan utama seperti nasi. Jadi, dalam hal ini, ibu harus bijak.

Pertanyaannya sekarang adalah bagaimana jika anak sudah terlanjut susah atau bahkan sama sekali tidak mau makan sayur? Ibu bisa kunjungi www.friso.co.id untuk bisa berkonsultasi dengan psikolog anak. Saran yang tepat akan diberikan karena ibu langsung bertanya dengan orang yang kompeten di bidang perkembangan balita.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *