Nosatalgia Bermain Mainan Tradisional untuk Perkembangan Balita

perkembangan balita
Ibu & Balita

 

Perkembangan balita bisa terganggu jika ibu hanya memberikan gadget saja. Sayangnya, hal ini sudah menjadi kebiasaan. Banyak sekali orang tua yang akhirnya memberikan permainan berupa gadget karena barang tersebut mudah ditemukan, murah harganya, dan kebanyakan anak menyukainya.

Padahal, ada alternatif lain lho, yaitu permainan tradisional yang sangat mempengaruhi perkembangan balita. Permainan ini justru lebih murah. Dan yang pasti, ibu bisa bernostalgia masa-masa ibu waktu kecil dahulu.

Jadi, ibu bisa ikut bermain bersama sang buah hati. Bukankah lebih baik seperti itu daripadai bu membiarkan si kecil bermain sendiri dengan gadget? Yang jelas, permainan tradisional berikut ini akan memaksimalkan perkembangan anak karena permainan tersebut menuntut mereka untuk berpikir kreatif dan bergerak aktif.

Langsung saja, berikut permainan yang akan mengingatkan ibu pada zaman dahulu.

Bermain Kelereng

Masih ingatkah ibu dengan permainan ini? Mungkin saat ini sudah sulit sekali menemukan segerombolan anak bermain kelereng di sore hari di halaman rumah. Lain hal dengan pada zaman dahulu. Anak-anak suka sekali bergerombol setelah pulang dari sekolah.

Ibu bisa mengenalkan permainan yang satu ini. Anak usia 3-5 tahun sudah bisa memainkan permainan yang satu ini. Sang buah hati akan diajarkan bagaimana melakukan lemparan atau tembakan ke arah yang sudah ditentukan. Permainan ini akan membantu mengembangkan kemampuan motorik kasar anak. Hebat, bukan?

Lebih dari itu, permainan kelereng ini sangat mempengaruh perkembangan balita karena sang buah hati akan selalu terpacu untuk menembak dengan pas kelereng. Semakin jauh letak kelereng tentu semakin sulit, bukan? Dan ini merupakan tantangan yang tidak ada habisnya.

Bermain Ular Tangga

Salah satu permainan tradisional yang hampir punah adalah ular tangga. Padahal, permainan yang satu ini baik sekali bagi tumbuh kembang balita. Pasalnya, permainan inilah yang secara tidak langsung mengajarkan si kecil untuk berhitung. Lebih dari itu, si kecil juga diajarkan bagaimana melakukan permainan dengan jujur.

Permainan ini bisa menjadi pilihan ketika musim hujan seperti ini. Ibu tidak perlu keluar rumah membawa sang buah hati. Tapi ibu bisa bermain dan bersenang-senang bersama si kecil di dalam rumah.

Congklak

Apakah balita ibu sudah bisa berhitung? Atau sedang belajar berhitung? Permainan tradisional ini sangat bagus untuk perkembangan balita saat ia mulai belajar berhitung. Namanya adalah congklak. Apakah ibu masih ingat permainan seperti apa yang satu ini?

Sekarang ini ada congklak yang terbuat dari bahan atom. Dulunya mungkin biji congklak terbuat dari karang atau biji-bijian. Saat ini, ibu bisa membelikan congklak ini yang terbuat dari atom.

Meskipun sudah terbuat dengan bahan yang lebih praktis, permainan tradisional ini tidak bisa bertahan di tengah gencaran permainan menggunakan gadget. Jika ibu ingin mengajak si kecil bermain sekaligus belajar berhitung, ibu bisa mengajaknya bermain congklak.

Permainan Lompat Tali

Permainan yang satu ini sangat sederhana. Namanya lompat tali. Jika ibu memiliki balita yang sudah mulai aktif melompat-lompat, kenapa ibu tidak mengajaknya untuk bermain lompat tali?

Sayangnya, saat balita sudah mulai aktif, justru kebanyakan orang tua ingin mereka diam dengan cara memberikan gadget. Dan itulah yang menjadi penghambat perkembangan balita. Bukannya diberi fasilitas berupa permainan yang bisa membuatnya bisa lebih aktif tapi justru memberikan gadget yang justru membuatnya pasif.

Dari permainan tradisional tersebut, mana yang ibu ingin mainkan bersama sang buah hati? Yang pasti, ibu harus sesuaikan jenis permainan tradisional tersebut dengan usia dan tahap perkembangan balita.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *