Olahraga Ringan Tidak Selalu Bagus Untuk Kesehatan Wanita Hamil

kesehatan wanita hamil
www.ibudanbalita.com

Ada beberapa olahraga ringan yang boleh dilakukan untuk menjaga kesehatan wanita hamil. Bahkan, beberapa jenis olahraga tersebut sangat disarankan untuk dilakukan seperti senam ibu hamil, jalan sehat di pagi hari, meditasi, atau yoga ibu hamil.

Tentu saja nasehat atau masukan semacam itu ada dasarnya. Ibu bisa tanyakan seputar kesehatan wanita hamil dengan pakar kesehatanĀ jika ingin tahu secara langsung. AtauĀ ibu bisa konsultasi online dengan dokter kandungan untuk memastikan apakah benar olahraga ringan tersebut baik untuk dilakukan.

Namun, satu hal yang tidak banyak orang tahu. Ternyata, tidak semua senam ibu hamil tersebut baik dilakukan lho. Mungkin saja ibu termasuk orang yang tidak boleh mempraktekkan olahraga ringan tersebut.

Konsultasi Diperlukan Sebelum Melakukan Olahraga

Secara umum, memang banyak sekali manfaat melakukan olahraga ringan. Selain untuk menjaga kesehatan kehamilan, olahraga juga bisa membuat seorang ibu semakin siap secara fisik untuk menjalani proses persalinan.

Namun, tidak itu yang menjadi masalah. Ada kondisi tertentu di mana seorang ibu hamil justru akan mendapatkan hal negatif jika melakukan olahraga ringan. Itulah mengapa ibu sebaiknya konsultasikan dengan dokter kandungan atau bidan sebelum akhirnya ibu memilih untuk melakukan olahraga ringan untuk ibu hamil.

Konsultasi ini diperlukan untuk mengetahui bagaimana kondisi kesehatan ibu. Apakah kondisi ibu benar-benar memungkinan untuk melakukan olahraga atau tidak. Dan yang paling penting, konsultasi tersebut juga dibutuhkan untuk mengetahui bagaimana kondisi janin di dalam kandungan.

Kebanyakan dokter kandungan tidak menyarankan ibu melakukan olahraga ringan jika ibu pernah mengalami keguguran sebelumnya. Atau ternyata setelah dicek, ibu mengalami hipertensi. Olahraga ringan apapun termasuk senam ibu hamil tidak direkomendasikan untuk ibu lakukan. Tindakan ini dilakukan demi menjaga kesehatan ibu hamil dan juga janin yang ibu kandung.

Tanda-Tanda Yang Perlu Diantisipasi

Ada kemungkinan dokter memperbolehkan ibu untuk melakukan olahraga ringan. Hanya saja, jika ternyata terjadi hal berikut ini, sebaiknya ibu menghentikan melakukan olahraga tersebut.

  • Kontraksi

Kontraksi merupakan hal yang sangat wajar. Bahkan saat ibu tidak sedang olahraga pun kontraksi ini bisa terjadi lho. Harus dipahami bawasannya kontraksi bisa disebabkan oleh banyak faktor. Selain gerakan olahraga yang ibu lakukan, kontraksi juga bisa terjadi karena pengaruh hormon.

Yang pasti, jika kontraksi terjadi saat ibu olahraga, sebaiknya ibu menghentikan olahraga tersebut. Dikhawatirkan kontraksi terjadi terus menerus sehingga membuat bayi mengalami keguguran. Tidak jarang juga kontraksi akhirnya membuat bayi harus lahir secara prematur.

  • Air Ketuban Merembes

Ini yang sering tidak diketahui oleh seorang ibu hamil. Hal ini disebabkan air ketuban bisa saja merembes dalam jumlah yang sangat sedikit sekali. Akhirnya, seorang ibu hamil tidak merasa ada yang aneh. Masalah ini baru ketahuan ketika dokter melakukan pemeriksaan dan diketahui ternyata air ketuban sudah hampir habis.

Air ketuban merembes ini bisa juga disebabkan karena gerakan-gerakan yang ibu lakukan ketika olahraga. Oleh sebab itu, ibu perlu mewaspadai hal ini. Jika ada cairan di celana dalam walaupun itu sangat sedikit, maka ibu sebaiknya langsung konsultasikan dengan dokter.

Jika ibu merasa sangat sehat dan ingin melakukan olahraga ringan untuk ibu hamil, sebaiknya ibu ikut ke dalam program tertentu seperti kelas senam ibu hamil yang diselenggarakan oleh sebuah klinik. Dengan pengawasan instruktur profesional, dipastikan tidak ada gerakan yang terlalu membahayakan kesehatan wanita hamil.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *