Orang Jawa Bilang Kesehatan Balita Terganggu Saat Ia Semakin Pintar

kesehatan balita
Ibu dan Balita

Banyak orang tua yang khawatir saat balita mereka mengalami gangguan kesehatan. Namun, hal ini tidak terjadi terhadap orang tua Jawa pada zaman dahulu. Mereka meyakini saat kesehatan balita sedikit terganggu, itu tandanya ia makin dewasa. Penyakit yang ia derita seperti pilek, demam, dan penyakit ringan lainnya merupakan pertanda bahwa balita semakin pintar.

Benarkah apa yang mereka pahami tersebut? Mungkin ibu tidak boleh menerima begitu saja pendapat orang Jawa dahulu tersebut. Ibu perlu menelaah apa yang mereka maksud bawasannya balita yang sakit itu semakin pintar.

Istilah Pintar

Banyak sekali nasehat Orang Jawa kuno yang maknanya sangat tersirat. Bahkan, karena orang sekarang tidak mau bertanya apa makna nasehat tersebut, maka orang modern sekarang tidak mengerti apa yang sebenarnya dinasehatnya.

Contohnya saja nasehat agar tidak makan dengan piring di atas telapak tangan. Katanya hal tersebut akan mempersulit orang mencari jodoh. Ternyata, maksud dari nasehat tersebut adalah agar orang selalu waspada. Karena piring yang ditaruh di atas telapak tangan itu mudah jatuh. Begitu juga dalam kehidupan sehari-hari. Jangan menyepelakan hal kecil.

Keterangan di atas merupakan contoh saja bahwa Orang Jawa dulu sering mengatakan sesuatu secara tersirat. Begitu juga dengan apa yang mereka katangan bawasannya saat kesehatan anak kecil kurang baik, itu tanda bahwa si kecil semakin pintar.

Sebenarnya yang dimaksud pintar di sini adalah dewasa. Balita semakin dewasa dan semakin tahu banyak hal. Makanya ketika itu ia lebih aktif dan tubuhnya lebih mudah terkena penyakit. Lebih aktif membuat balita lebih banyak belajar hal-hal yang baru. Hanya saja, ia kelelahan saat aktif sehingga ia mudah sakit.

Itulah yang dimaksud dengan kesehatan anak terganggu pertanda bahwa anak semakin pintar. Jadi, ungkapan Orang Jawa dahulu tidak boleh ibu telan mentah-mentah ya.

Tinjauan Medis

Dari tinjauan dunia medis, tentu saja beralasan jika semakin dewasa balita semakin sering sakit. Ini merupakan cara tubuhnya melakukan penyesuaian diri. Saat ia belajar banyak hal, maka ada kemungkinan bakteri masuk ke dalam tubuh entah melalui makanan, udara, tanah, atau benda yang dimainkan setiap hari. Itulah mengapa kesehatan anak kecil mudah sekali terganggu.

Selain itu, penyakit ringan yang dialami seperti demam itu juga menunjukkan bahwa sistem kekebalan tubuh balita meningkat. Sebenarnya, demam merupakan reaksi tubuh saat sistem kekebalan tubuh menyerang bakteri atau virus yang ada di dalam tubuhnya. Itulah mengapa ketika balita sakit sebenarnya tidak disarankan memberikan obat. Yang perlu ibu lakukan adalah membantu tubuh si kecil memperkuat sistem kekebalan tubuhnya. Jika ia masih mengkonsumsi ASI, maka ibu perlu memperbanyak memberikan ASI. Jika ia sudah tidak mendapatkan ASI, berilah susu lebih banyak dan makanan yang bisa memperkuat sistem kekebalan tubuhnya.

Jadi, apa yang ibu pelajari sekarang adalah bawasannya ibu tidak boleh menelan mentah-mentah ungkapan Orang Jawa dulu. Ibu harus tahu maksud dari pernyataan tersebut. Yang pasti, ketika balita sakit, ibu harus memberikan perhatian yang lebih. Karena rasa nyaman akan sangat membantu balita melewati masa tersebut.

Menjaga kesehatan sang buah hati tidak hanya ibu bisa lakukan dengan cara memberikan makanan dan minuman yang baik dan sehat. Ibu juga perlu memperhatikan lingkungan. Apakah ibu sudah yakin benda atau permainan yang sering ia mainkan setiap hari bersih? Pertanyaan ini harus ibu jawab jika ingin selalu menjaga kesehatan anak.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *