Pakar Psikologi Bicara Tentang Cara Mendidik Anak

cerita dongeng anak
www.friso.co.id

Kalau mau belajar tentang cara mendidik anak, tanya saja langsung dengan pakar psikologi. Mereka pasti akan memberikan penjelasan secara teknisi mengenai hal tersebut.

Namun, siap-siap saja ya bu. Pasalnya, banyak hal yang harus dilakukan. Dan semua itu tidak mudah. Mendidik anak itu tidak hanya sekedar membelikan buku, mengajak ke taman pintar, atau mengajarkan menulis. Ada hal yang tak kalah penting untuk ibu ketahui. Dan setelah ibu belajar tentang cara untuk mendidik anak berikut ini, ibu harus siap untuk mencurahkan segera daya dan upaya.

5 Hal Penting Dalam Mendidik Anak

Sebelumnya, perkenalkan dulu pakar psikolog anak bernama Elly Risman. Wajah beliau pasti sudah tidak asing lagi karena beliau sering diundang di acara-acara parenting yang disiarkan di berbagai televise. Selain itu, beliau juga kerap diundang untuk menjadi pembicara di seminar parenting.

Ada banyak poin yang sering dijelaskan oleh ibu Elly. Namun, setidaknya ada 5 hal utama yang berkaitan dengan tips mendidik anak. Apa saja kelima hal tersebut?

  1. Kehadiran

Yang dimaksud dengan kehadiran adalah bagaimana ibu benar-benar ada untuk mendidik anak. Bukan hanya menemani secara fisik. Banyak ibu yang merasa sudah hadir namun hanya sekedar fisik saja. Yang dimaksud di sini adalah secara fisik mereka berada di dekat sang buah hati menemaninya belajar namun secara batin tidak. Mereka biarkan anak bermain sendiri sementara sang ibu bermain handphone, chatting, atau membuat media sosial itu bukan berarti ada kehadiran ibu.

Maka dari itu, setiap kali ada kesempatan untuk bersama anak, ibu sebaiknya matikan handphone. Pastikan ibu bersama dengan si kecil secara lahir dan batin. Artinya, ibu tidak hanya hadir di dekat anak secara fisik saja, tapi juga secara batin.

Inilah yang membuat keterikatan batin antara ibu dan anak semakin kuat. Dengan demikian, ibu semakin tahu bagaimana potensi anak dan akhirnya ibu mengerti apa yang perlu diterapkan secara cara untuk mendidik anak yang tepat.

 

  1. Attachment

Ini yang sebelum disebut oleh Ibu Elly sebagai keterikatan. Dalam dunia psikologi, ini disebut dengan attachment. Dan attachment ini tidak mungkin ada ketika tidak ada ikatan hati. Maka dari itu, Ibu Elly mengatakan attachment ini bukan hanya sekedar kedekatan kulit ke kulit yang bersifat fisik, tapi juga kedekatan jiwa ke jiwa.

 

  1. Cara Berkomunikasi

Ini yang banyak tidak disadari. Pendidikan itu tidak hanya seputar matematika, Bahasa Inggris, atau mata pelajaran lainnya yang diajarkan di sekolah. Setinggi apapun pendidikan, maka output itu adalah sebuah karakter yang baik.

Maka dari itu, pendidikan di sekolah yang hanya menekankan sisi kognitif itu sebenarnya tidak ada kaitanya dengan tujuan pendidikan secara menyeluruh. Pada akhirnya, pendidikan itu harus mengantarkan anak memiliki karakter yang baik.

Untuk tujuan tersebut, pendidikan di rumah adalah jawabannya. Anak harus diajarkan untuk berbuat baik. Maka dari itu, cara mendidik anak yang tepat adalah dengan mengajarkan agar berkomunikasi dengan baik. Makanya, ibu harus biasakan untuk memberikan contoh, berupa cara berkomunikasi yang sopan.

Hati-hati setiap kali ibu mengucapkan kalimat entah itu ketika berkomunikasi dengan anak atau dengan orang lain. Anak akan meniru apa yang ibu katakan. Maka dari itu, berhati-hatilah ketika berbicara apalagi di depan anak. Jadilah panutan yang baik agar anak tumbuh menjadi anak yang memiliki karakter serta perilaku yang baik juga.

 

  1. Mendidik Anak Soal Agama

Berapa usia anak ibu sekarang? Jika usianya sudah sekitar 3 tahun, tidak ada salahnya ibu mengenalkan pendidikan agama. Ini merupakan pondasi agar anak memiliki perilaku yang baik di masyarakat.

Memang pendidikan agama ini tidak berkaitan dengan skill serta potensi anak. Ini lebih bersifat bagaimana anak tumbuh menjadi pribadi yang baik.

Sebenarnya, pendidikan agama ini tidak hanya bisa dilakukan di lembaga pendidikan formal. Ibu pun bisa mengajarkan. Contohnya saja ibu mengajarkan membuang sampah, menyapu halaman, dan lain sebagainya. Bukankah kebersihan itu bagian dari tuntunan agama?

Hanya saja, ada hal tertentu yang mungkin ibu harus serahkan pada orang yang tahu betul tentang agama.

 

  1. Tujuan Pengasuhan

Apa tujuan ibu mendidik anak? Jika hanya untuk mendapatkan skill dan nilai yang tinggi di sekolah nanti, maka tidak ada yang sulit untuk ibu lakukan. Namun, jika tujuannya agar anak siap menjadi pribadi yang mandiri dan berkarakter, maka diperlukan usaha yang ekstra keras. Tidak hanya sekedar memasukkan anak ke lembaga pendidikan terbaik saja. Ibu harus terus memberikan pengawasan.

Dan pengawasan ini akan menjadi sulit sekali jika ibu tidak ada keterikatan dengan anak. Maka dari itu, tujuan pendidikan seharusnya untuk menjadikan anak pribadi yang baik, bertanggungjawab, serta memiliki karakter yang luar biasa.

Semudah itukah? Tentu dalam praktiknya, ibu akan mendapatkan berbagai masalah. Contohnya saja sulitnya membagi waktu. Apalagi jika ibu adalah seorang wanita karir. Maka sangat sulit sekali untuk meluangkan waktu agar ibu bisa bermain dan bercengkerama dengan sang buah hati.

Akan tetapi, apapun itu masalahnya, pasti ada solusinya. Jadi, ibu temukan dulu masalahnya dan dapatkan solusinya. Yang pasti, bukan guru atau lembaga pendidikan yang bertanggungjawab dengan pendidikan anak. Sebenarnya, ibu lah sebagai orang tua yang lebih bertanggungjawab. Maka dar itu, ibu harus tahu cara mendidik anak yang tepat seperti yang sudah dijelaskan di atas.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *