Pantangan Makanan Ibu Hamil Yang Jarang Terduga

pantangan makanan ibu hamil
Source: Daily Mail

Pantangan makanan ibu hamil sangatlah luas. Padahal ada pula makanan ibu hamil terlarang yang tidak diketahui. Beberapa diantaranya malah makanan tidak sehat untuk kehamilan walaupun secara fisik terlihat bagus. Apa sajakah ? simak daftar berikut !

1. Susu kedelai
Jaman dulu, susu kedelai hanya bisa ditemukan pada desa – desa terpencil seperti Bandungan (Jawa tengah), sekarang susu kedelai bisa diperoleh hanya berjalan ke toko A dan I di sebelah rumah. Bisa bayangkan, betapa susu kedelai sudah mulai menghantui pasaran.

Memang, beberapa tahun terakhir, pengikut gaya hidup sehat cukup jatuh hati dengan produk susu kedelai. Vegan atau orang yang memilih tidak mengkonsumsi makanan dengan kandungan hewani sengaja konsumsi susu kedelai sebagai subtitusi susu sapi. Akibatnya, perusahaan dengan mata oportunis menjual susu kedelai dalam taraf yang terbilang gencar.

Lactose intolerant suatu kondisi dimana seseorang tidak mampu mengolah produk susu sapi, ternyata dijumpai pada tanah air. Salah satu gejalanya yakni rasa ingin muntah disertai mencret setiap kali minum atau konsumsi makanan berbasis laktosa yang berasal dari susu sapi. Dapat ditebak, tentu pengidap lactose intolerant lari ke produk kedelai dimana dirinya terhindar dari produk sapi.

Persoalan utama yang sangat perlu ditanyakan adalah efek susu kedelai terhadap kehamilan. Tentu bunda tidak ingin termakan kabar angin yang kerap mengatakan susu kedelai sudah pasti baik untuk semua orang dengan beragam kondisi. Ternyata, susu kedelai mampu menganggu perkembangan janin.

Kedelai punya kemampuan menyerap protein, padahal bunda pasti paham betapa pentingnya protein bagi perkembangan janin. Kekurangan protein sama saja membunuh janin atau mengharapkan bayi yang kelak sedikit kurang mendekati normal. Belum lagi, terlalu banyak konsumsi kedelai kala mengandung bisa meningkatkan kebutuhan vitamin D dan B12 dimana keduanya justru punya takaran yang penting untuk diperhatikan.

2. Junk food

Jaman modern terbilang unik. Segala hal bisa dibuat instant dan praktis. Bayangkan saja, tidak ada satupun teknologi dengan potensi minim yang tak berguna dalam membantu kehidupan manusia sehari – hari. Kendati demikian, sifat yang serba gampang seperti ini tidak selalu membawa dampak positif namun juga negatif.

Junk food alias makanan cepat saji awalnya dibuat karena melihat pekerja pabrik yang butuh makanan serba cepat. Waktu istirahat yang singkat membuat makanan pratikal satu ini sangat populer di kalangan banyak orang. Kini makanan cepat saji bukan sekedar faktor waktu saja melainkan rasanya yang cukup enak dan mudah diperoleh tanpa menguras kantong terlalu dalam.

Bunda tentu sudah banyak tugas di rumah tangga. Kalaupun keluarga sudah menganut masa kini dimana kaum hawa dan adam punya kesempatan bekerja yang sama, ada kemungkinan bunda juga penuh dengan pikiran dari kantor. Masak bukan lagi pilihan utama, toh energi sudah habis. Solusi paling gampang ? pesan saja junk food.

 

Perubahan selera makan ibunda juga kerap menaikkan kemauan untuk buat kombinasi makanan. Tak jarang, bunda menggabungkan 2 sampai 3 makanan cepat saji yang berbeda, sampai mendapatkan jenis makanan baru yang memuaskan lidah. Pokoknya apa saja bunda lakukan guna menurunkan perasaan ngidam yang menggebu.

Alasan paling klasik adalah “sekarang aku ‘kan makan untuk dua orang”. Pernyataan tersebut tidak salah, tapi caranya kurang tepat. Kalaupun bunda memang dituntut makan untuk dua orang, tentu bahan makanan yang dipilih bukan makanan cepat saji. Janin minta nutrisi dan kepastian asupan gizi, bukan kenikmatan sesaat di lidah yang akan raib dalam waktu semalam.


Namanya saja junk food, yang berarti makanan sampah. Dari sebutannya saja sudah ada kata sampah. Masa’ sih, bunda yang memang sayang betul dengan calon anak tentu tidak akan tega terus – terusan memberi sampah. Kalau beneran ingin punya anak sehat, seharusnya bunda mencari sumber makanan nutrisi yang memang berguna bagi janin.

Kalau bunda memang ingin makan enak, dan ngidam makanan cepat saji, tahan dulu. Berhubung sudah dijelaskan betapa kurang bergunanya junk food, alangkah baiknya jika bunda benar – benar menyentuh makanan tipe satu ini kalau memang ngidam sudah mencapai batas. Ngidam biasanya bisa diturunkan jika bunda bisa mengendalikan diri.

Mitos bayi sering ngeces karena terlalu sering ngidam sering jadi acuan utama bagi bunda supaya dipenuhi segala keinginan. Padahal, kalau dipikir lebih lanjut secara logis saja akan timbul tanda tanya besar. Secara penelitian pula, tidak ditemukan adanya hubungan antara anak ngeces dengan tidak terpenuhinya ngidam selama masih dalam kandungan. Justru, bayi ngeces karena memang sedang tumbuh gigi dimana badan secara alami produksi air liur.

3. Daging dari sumber tak jelas

 

Coba reka ulang kembali apa sih, yang bunda lihat saat berbelanja daging. Pasti pertama harga dulu, hayo ngaku saja, sebagai perempuan wajar kok kalau perhatian sama namanya pengeluaran. Rasanya harus lihat seberapa mahal harga daging sekarang. Kedua barulah bunda lihat kapan waktu kadaluarsa dan faktor lain seperti merek.

Jarang sekali konsumen tanah air benar – benar mempertanyakan kualitas daging itu sendiri. Ya, tidak semua orang paham mengenai daging, tapi bukan berarti harus cuek.
Daging pasti berasal dari hewan, dimana kondisi hewan tersebut akan sangat menentukan kualitas daging. Hewan yang sengaja dikurung di kandang sempit, dengan makanan kurang layak, otomatis punya penyakit yang kurang menguntungkan. Carilah sumber daging dengan lingkungan yang baik supaya tidak tergolong pantangan makanan ibu hamil.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *