Para Ahli Membeberkan Bagaimana Mengetahui Jenis Kelamin Bayi Tanpa Pemeriksaan USG

pemeriksaan usg ibu hamil
www.friso.co.id

Salah satu tujuan utama kenapa ibu hamil datang ke bidan atau dokter kandungan adalah agar diperiksa kehamilan mereka menggunakan USG. Peralatan medis ini digunakan untuk mengetahui kondisi kesehatna janin di dalam kandungan. Lebih dari itu, mereka juga mengetahui jenis kelamin bayi di dalam kandungan.

Tentu saja janin di dalam rahim harus berumur 16 minggu atau sekitar 4 bulan ke atas. Pada saat itulah ibu hamil bisa mengetahui jenis kelamin bayi.

Akan tetapi, ternyata ada juga cara yang bisa dilakukan selain menggunakan pemeriksaan USG lho. Ini bukan cara yang mistis atau mengada-ada. Cara ini sudah diteliti dan dikembangkan oleh para ahli.

Mereka melakukan sebuah penelitian dan kemudian membuat kesimpulan tentang bagaimana cara untuk memprediksi jenis kelamin bayi di dalam kandungan tanpa harus melakukan pemeriksaan USG.

Melalui Tekanan Darah

Mungkin informasi kehamilan yang satu ini baru saja ibu ketahui. Banyak juga cara memprediksi jenis kelamin bayi yang dilakukan berdasarkan tampilan fisik ibu hamil, bentuk payudara, dan lain sebagainya. Tentu saja ibu hanya sebatas prediksi saja.

Namun, prediksi yang satu ini berbeda dengan yang lainnya. Jenis kelamin bayi di dalam rahim bisa diprediksi dengan mengetahui tekanan darah seorang wanita sebelum hamil. jika tekanan darahnya tinggi, maka kemungkinan besar bayi yang ada di dalam rahimnya berjenis kelamin laki-laki. Sebaliknya, jika tekanan darah sebelum hamil rendah, maka kemungkinan besar ia akan mengandung bayi perempuan.

Bagaimana ini bisa terjadi? Tentu saja berdasarkan penelitian. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan wanita yang akan menikah dalam waktu dengan sebagai samplenya. Dan dihasilkan sebuah kesimpulan tersebut di atas.

Apakah ibu percaya? Namanya penelitian yang bersifat prediksi, tentu saja ada kalanya hasilnya berbeda. Kesimpuan tersebut di atas diambil berdasarkan apa yang sering terjadi. Ternyata, wanita yang sebelum nikah memiliki tekanan darah tinggi lebih mungkin memiliki anak laki-laki. Begitu sebaliknya.

Tidak Ada Prediksi Yang Tepat

Satu hal ini yang harus dipahami oleh para ibu hamil. Tidak ada prediksi yang 100% valid. Bahkan, pemeriksaan USG sekalipun tidak memberikan prediksi yang 100% tepat.

Lalu bagaimana dengan tips memiliki anak laki-laki atau perempuan? Sama saja, Itu hanya tips yang tak lain sekedar ikhtiar agar memiliki anak dengan jenis kelamin yang diinginkan.

Yang hanya bisa dilakukan oleh seorang ibu hamil hanya menjaga kesehatan janin di dalam kandungan saja. Hanya ada dua cara yang harus dilakukan. Yang pertama, ibu hamil harus memastikan memenuhi kebutuhan nutrisi selama masa kehamilan. Hal tersebut hanya bisa dilakukan jika seorang ibu hamil mengkonsumsi makanan sehat.

Yang kedua, seorang ibu hamil harus rajin konsultasi dengan dokter atau bidan. Setidaknya ibu hamil datang untuk memeriksaan kondisi kesehatan satu bulan sekali. Atau jika terjadi keluhan tertentu, ibu hamil bisa mengunjungi www.friso.co.id untuk berkonsultasi secara online dengan pakar kesehatan ibu hamil.

Yang menjadi tantangan tersendiri adalah bagaimana seorang ibu hamil mampu membuat bayi berkembang dengan optimal sehingga ketika lahir nanti ia memiliki bentuk tubuh yang sempurna dengan kesehatan psikisnya juga bagus.

Kelahiran premature atau bayi lahir dalam keadaan cacat mental atau atau fisik menjadi hal yang tidak diinginkan. Untuk itu, apapun jenis kelamin bayi yang ibu kandung, yang terpenting, bayi tersebut lahir dalam keadaan sehat.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *